Remember Me

Remember Me
RASA YG SAMA



×REMEMBER ME×


PART 6


Laksh menghentikan mobilnya di sebuah apartment yg lumayan cukup mewah, dia berjalan lebih dulu dari Ragini dengan menggendong tubuh Arjun yg sudah terlelap.


"Ayoo.. Ragini.. Masuklah"


Ragini hanya mengangguk, dia memasuki apartement milik Laksh.


"Anggap saja apartement ini milikmu dan jangan sungkan"


Laksh merebahkan tubuh Arjun di kamar.


Laksh lalu menghampiri Ragini.


"Istirahat lah, jika kau butuh sesuatu kau bisa hubungi aku di nomor ini"


Laksh menyodorkan sebuah kartu nama.


Ragini hanya mengangguk.


Saat Laksh ingin pergi keluar tapi dia memutar kembali tubuhnya untuk menghadap ke arah Ragini.


"Rag.. Ini kartu kreditku.. Jika kau dan Arjun butuh sesuatu kau boleh memakainya"


Ragini hanya menggeleng.


"Tidak Laksh.. Tidak perlu.. Aku bisa membiayai Arjun sendiri"


Laksh mengernyitkan alisnya.


"Kau yakin? Memangnya kau bekerja?"


Ragini hanya mengangguk.


"Iyah Laksh. Aku bekerja sebagai customer service, jadi kau tak perlu khawatir, Arjun akan hidup berkecukupan"


Laksh hanya mengangguk, dia tidak bisa memaksa Ragini. Karena dari dulu sifat Ragini memang tak pernah berubah, masih sama. Tidak mau meminta tolong jika dia masih mampu, maka diri itu Laksh salut dengan prinsip hidup Ragini.


"Baiklah"


Laksh melangkahkan kakinya keluar.


Ragini mengunci pintu apartment itu. Dia menghampiri Arjun yg sudah terlelap.


"Ibu janji akan selalu membuat Arjun bahagia" ucapnya lirih dengan membelai wajah Arjun.


***


"Kau bodoh sekali Laksh, mengapa kau tidak jujur saja dengan perasaanmu itu, jika memang kau sangat mencintai Ragini. Kau masih menginginkannya, lagi pula diantara kalian ada Arjun, dan dia membutuhkan sosok seorang ayah, bukan? Kau bodoh sekali Laksh" ucap Laksh meneriaki dirinya sendiri.


Sedari tadi Laksh masih terdiam di mobil, dia terus merutuki dirinya sendiri. Dia menyesal mengapa tidak jujur kepada Ragini mengenai perasaanya itu.


"Aku bingung dengan perasaanku sendiri Rag, aku akui jika aku masih mencintaimu, perasaanku masih sama seperti yg dulu" ucap Laksh dengan meneteskan airmatanya.


***


Ragini masih duduk terdiam di ranjangnya, dia memperhatikan foto Laksh yg terpajang di nakas itu. Ragini mengenggam erat foto pria yg sangat dia cintai, dia meneteskan airmatanya.


"Aku sangat mencintaimu, Laksh. Mengapa kau hanya mengacuhkan aku seperti itu, apa mungkin karena statusku yg telah menjadi janda?" ucap Ragini lirih.


Ragini ingin menaruh foto Laksh kembali di nakasnya, tapi matanya tertuju pada sebuah kotak kecil berwarna merah di belakang tempat foto Laksh di pajang tadi. Ragini mengambil kotak merah kecil tersebut dan membuka, dia terkejut saat melihat sebuah cincin yg sangat cantik ada di dalamnya. Dia mengambil cincin itu, di dalamnya terukir nama Raglak. Ragini kembali meneteskan airmatanya.


"Laksh.. Laksh.. Laksh" ucapnya lirih.


Dia mengenggam erat cincin itu.


***


"Kau darimana saja Laksh? Kenapa kau pulang sangat larut malam seperti ini? Apa pasienmu sangat banyak?" tanya Anna.


Laksh hanya terdiam, dia mengacuhkan ibunya itu. Anna langsung menarik lengan Laksh, hingga membuat Laksh menoleh kepadanya.


"Laksh, perhatikan ibu jika ibu sedang berbicara denganmu"


Laksh menepis tangan Anna, dan pergi meninggalkannya.


"Anak itu, dari dulu mengapa tidak pernah berubah"


***


Laksh merebahkan tubuhnya di ranjang, dia memejamkan kedua matanya. Menikmati sekelebat bayangan Ragini dan dirinya waktu mereka masih berpacaran dulu.


#FLASHBACK....


"Ayo Laksh.. Kejar aku.. Jika kau bisa..."


Laksh hanya tersenyum, dia lalu mengejar Ragini. Tak sengaja Laksh menabrak tubuh Ragini hingga membuat tubuh mereka terguling di rumput.


Laksh **** tubuh Ragini, Ragini memejamkan matanya. Laksh mulai mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir ranum milik Ragini. Dia mengecup lembut bibir itu. Ragini menikmati ciuman yg di berikan oleh Laksh. Cukup lama hingga Ragini tersadar dan mendorong tubuh Laksh. Ragini langsung berlari, wajahnya merah karena malu.


"Heii.. Ragini.. Tungguuuu" teriak Laksh dengan mengejar Ragini.


Laksh memeluk tubuh Ragini dari belakang.


"Hei, kau kenapa? Apa kau tidak suka aku cium seperti tadi?"


Ragini tak menjawab.


Laksh menyandarkan dagunya di pundak Ragini.


"Ragini.. I love you.. I really.. Really.. Love you..."


Ragini hanya tersenyum, tangannya mengelus pipi Laksh.


"I love you too, Laksh"


Laksh hanya tersenyum. Dia mencium pipi Ragini.


"Laksh"


Laksh hanya tersenyum.


"Selamanya, aku ingin kita selamanya seperti ini Laksh, hanya ada kau dan aku"


Laksh tersenyum mendengar perkataan Ragini.


"Ternyata kekasihku ini pandai merayuku"


"Laksh" rengek Ragini manja.


Laksh menyentuh bahu Ragini dan memutar tubuh Ragini untuk menghadapnya.


"Tatap mataku sayang, apa kau lihat ada keraguan di mataku?"


Ragini hanya menggeleng.


"Dari sekian banyak wanita yg pernah singgah di hati ini, hanya kau yg membuat aku ingin segera menikahimu"


Ragini tersenyum dan menundukkan kepalanya.


Dia lalu mencubit gemas pipi Laksh.


"Dasar gombal"


Laksh hanya terkekeh.


"Lihat saja Ragini, tunggu saja saat Dokter Lakshya Maheswari melamar dirimu, karena aku hanya ingin menikah denganmu"


"Aku harus menunggumu berapa lama lagi?"


"Hmmm cuma 3 tahun Rag.. Setelah ini aku janji akan langsung melamarmu untuk segera menikahimu"


"Benarkah Laksh?"


Laksh hanya mengangguk.


Ragini memeluk erat tubuh Laksh.


"Aku akan selalu menunggumu, Laksh"


Laksh mengecup pucuk kepala Ragini.


Laksh membuka kembali kedua matanya.


"Semuanya tinggal kenangan Rag.. Kau dan aku tak akan pernah bisa bersatu, mustahil untuk kita bersatu kembali, walaupun aku sangat menginginkannya" ucap Laksh lirih.


***


Sementara Ragini..


Dia masih menatap wajah Arjun yg sangat mirip sekali dengan Laksh, seperti Laksh versi kecilnya. Ragini sesekali tersenyum saat memperhatikan wajah putranya itu dengan seksama.


"Kau merupakan sumber kekuatan ibu, Nak. Karena dirimu, ibu selalu bertahan. Semua ibu lakukan hanya untuk dirimu"


Ragini meneteskan airmatanya, dia memejamkan matanya dan terlelap dengan memeluk tubuh Arjun. Karena bagi dirinya memeluk tubuh Arjun sama saja dengan memeluk tubuh Laksh.


To be continued.....