Remember Me

Remember Me
Nugget and Salmon



Happy Reading


****


"Jagalah Nugget dan Salmon untukku, Christov.." pinta Christina untuk kesekian kalinya pada Christov melalui ponsel. Christov menjauhkan ponsel dari wajahnya dan mengambil kesempatan untuk menghela napas panjang. Nugget dan Salmon, nama kedua anjing peliharaan Christina ras Husky hitam putih dan Golden Retriever. Sejak malam jumat kemarin, saudarinya tersebut tak henti-hentinya menghubungi dia ntuk memintai tolong Christov menjaga kedua anjingnya.


"Kenapa kau tidak menitipkannya pada penitipan hewan?" jawab Christov setelah mendekatkan ponsel lagi. Matanya menatap kosong ke arah sarapannya yang tersisa sedikit lagi. Sebenarnya, dia senang menjaga Nugget dan Salmon, tapi saat ini Christov perlu waktu untuk istirahat. Dia ingin menikmati akhir pekannya dengan tenang dan tanpa beban.


"Ah.. Aku inginnya begitu, tapi Nugget dan Salmon akan gelisah jika seharian penuh aku menitipkan mereka di sana. Kau tahu, mereka tidak tenang saat bertemu orang baru. Ayolah, Christov... Hanya satu hari ini. Sebelum pukul dua belas malam nanti, aku akan menjemputnya..."


Christov memejamkan matanya. Sebagai pialang saham, Christina memiliki jam kerja yang dinamis dengan gaji yang fantastis. Dia bisa bekerja di mana saja dan tanpa batasan waktu, tapi jika ada panggilan meeting mendadak seperti saat ini, Christina harus datang. Sayangnya, jadwal meeting seperti ini selalu datang secara mendadak dan tidak memiliki batas waktu. Christina bisa meeting hampir 24 jam penuh tanpa jeda.


"Aku tidak yakin kau akan menjemput mereka sebelum jam dua belas malam..."


"Oh... Christov, please.. Aku kehabisan waktu..."


"Bawalah.." jawab Christov akhirnya dan di seberang terdengar helaan napas penuh kelegaan.


"Kau saudara terbaikku, Christov.."


Karena aku satu-satunya saudaramu, Christina. Batin Christov.


"Aku akan datang 10 menit lagi dengan segala perlengkapan anjingku sehingga kau tidak kesulitan. Bye, Christov."


"Bye.."


Panggilan terputus dan Christov menarik napas panjang untuk kesekian kalinya pada pagi ini. Pandangannya tertuju pada sarapannya yang tersisa sedikit lagi. Ingin rasanya dia membuang makanan yang tersisa itu, tapi Christov sadar bahwa hal seperti tidaklah benar.


"Ada berjuta-juta orang yang belum bisa makan seperti ini, Christov.." peringat Christov pada dirinya sendiri dan melanjutkan memakan sarapannya.


***


Cassie melakukan peregangan berupa gerakan yoga sederhana setelah dia bangun pagi di halaman rumahnya. Cahaya matahari pagi yang malu-malu membuat udara terasa sejuk. Aroma teh mint miliknya membuat suasana semakin menenangkan. Ah.. Ini-lah alasan kenapa dia senang bangun pagi-pagi sekali.


"Tidak ada yang bisa menghancurkan waktu pagiku yang tenang..." Cassie melakukan gerakan yoga dan matanya terpejam penuh ketenangan


"So relaxing..."bisiknya penuh kehikmatan. Setelah selesai dengan yoganya, Cassie menegakkan tubuh dan berjalan dengan anggun ke arah teh mint-nya yang berada di atas ayunan kayu. Duduk di sana dan mulai menikmati teh sembari melihat matahari yang perlahan terbit dari timur.


"Apa yang harus kulakukan hari ini?" ponselnya berdering tepat saat dia selesai berbicara. Cassie menatap belakang ponselnya tersebut dengan tatapan penuh kecurigaan.


"Tidak ada yang bisa menghancurkan waktu pagiku yang tenang," ulangi dia bagaikan mantra, "Bahkan notifikasi ponsel sialan ini..."


Dengan elegan, dia menaruh cangkir tehnya dan meraih ponsel miliknya. Perlahan dan pasti, dia menakan tombol mengaktifkan layar ponsel dan melihat notifikasi G-Maps pada layar ponselnya.


Anda mengunjungi tempat ini tepat tiga bulan lalu pada 3 Agustus 2020. Kunjungi situs kami untuk melihat rekomendasi destinasi lain untuk Anda.


Cassie menekan notifikasi untuk melihat lebih lanjut tempat yang dikunjungi tiga bulan lalu.


"Pertanian gandum?" itu berada jauh dari pusat kota Los Angeles dan Cassie tidak pernah tertarik pergi ke tempat seperti ini.


"Apa yang kulakukan di pertanian gandum?"


Notifikasi itu akhirnya membuat pagi Cassie yang sempurna harus rusak dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang lahir karena satu notifikasi sialan.


"Argh---" dengusnya kesal. Matanya melirik ke teh mint-nya yang hanya tersisa sedikit dan dengan kasar meneguknya hingga habis. Hilang sudah keeleganan dan keanggunannya saat minum teh ala-ala kerajaan. Menaruh cangkir yang sudah kosong, Cassie berdiri dan menatap perkotaan LA yang mulai ramai seiring dengan naiknya matahari.


"Baik.. Mari kita kembalikan ingatanku dan mencari tahu apa yang hilang,"


****


Dengan kaos putih yang mencetak bentuk badan, celana jeans longgar, dan sweater tipis sebagai luaran, Cassie memasuki jeep-nya dan bersiap pergi. Setelah mesin menyala, Cassie mengarahkan GPS-nya menuju pertanian gandum tadi.


Setidaknya, dalam kecepatan 70km/jam, Cassie bisa sampai di sana kurang lebih satu jam. Namun, sayangnya dia hidup di LA dengan lalu lintasnya yang selalu menguji tingkat kesabaran pengendara mobil. Nanti.. Nanti setelah dia cukup kaya, Cassie akan membeli helikopternya sendiri sehingga tidak perlu melalui penderitaan lalu lintas yang menyebalkan.


Cassie memainkan beberapa musik pop dari era ini untuk menemani perjalanannya sebelum akhirnya berangkat. Matanya menatap lurus ke jalan raya dengan semangat yang menggebu-gebu dalam dirinya. Uh.. Ini bagaikan petualang ke tempat antah-berantah dan Cassie menyukainya. Setelah melewati lalu lintas yang padat, Cassie memasuki jalan tol yang bisa membuat dia berkendara dalam kecepatan tinggi.


Cassie menggoyang-goyang kecil kepalanya dan mulutnya ikut bersenandung dengan lagu yang bermain dari radio mobil. Keluar dari jalan tol, Cassie mulai memasuki jalanan sepi dan perlahan daerah-daerah pertanian dan perkebunan mulai terlihat. Sapi-sapi, kuda-kuda, lumbung, traktor, orang-orang sawah dari jerami, dan macamnya yang membuat suasana pertanian di sana terasa begitu kental.


Hanya saja, Cassie tidak melihat gandum. Semuanya sudah dipanen dan menyisakan pangkal batang gandum yang menguning. Ini memang sudah akhir tahun yang artinya waktu untuk berpanen. Sayang sekali.


GPS-nya berdering-dering, tanda tujuannya sudah hampir dekat. Saat sampai, Cassie memarkirkan mobilnya di lapangan rumput yang kosong. Tidak jauh dari posisi parkirannya, ada gerbang kayu selutut rapuh yang tampak tidak berguna untuk mengandangi sapi-sapi besar itu.


Cassie memakai topi baseball serta kaca mata hitam sebelum akhirnya menginjakkan boots cokelat-nya di rumput. Suara sapi, suara traktor, ayam, dan burung berpadu dengan satu. Udaranya tidak kering seperti pusat perkotaan LA. Cukup sejuk dan lembab. Dipandangnya lahan di depannya yang ditumbuhi alang-alang tinggi yang kekuningan.


Di mana gandumnya? Batinnya. Apakah ini benar tempat tujuannya? Matanya memandang sekitar dan berharap menemukan seseorang yang bisa dia tanyai. Sayangnya, tidak ada. Sapi-sapi itu lah yang tengah menatapi Cassie penuh penasaran dengan mulut tetap mengunyah rumput.


"Apa yang kalian lihat, huh?"


Cassie menyeberangi jalan menuju lahan alang-alang tadi. Seelah menyakinkan diri, dia berjalan masuk dan mencari tahu ujung dari lahan alang-alang ini. Bunga alang-alang yang seperti bulu itu sesekali menyentuh wajah Cassie bagaikan ulat bulu. Dia menyeka tumbuhan itu dengan tangannya ke kanan dan ke-kiri.


Selang beberapa menit, Cassie mendengar suara aliran sungai. Dia mulai mempercepat langkahnya dengan langkah-langkah lebar. Tangannya semakin cepat untuk menyeka alang-alang. Dia terlalu bersemangat.


Secara mendadak, Cassie malah mendengar suara anjing yang saling menyahut. Mengaburkan suara aliran sungai. Tubuhnya membeku dan menoleh ke arah kanan yang bagian atas alang-alang bergerak semakin dekat ke arahnya. Suara itu semakin terdengar keras dan...


"What the---"


"Nugget!Salmon!" terdengar suara teriakan pria dari kejauhan dan bertepatan dengan itu, dua anjing segera melompat ke arah tubuh Cassie hingga dia kehilangan keseimbangan dan jatuh di atas tanah. Saat itu juga, kedua anjing itu mulai menjilati wajahnya dengan antusias.


"What the hell?"


(Apa-apaan ini?)



****


Miss Foxxy


Do you love dog?