
×REMEMBER ME×
PART 10
Bulbul keluar dari ruangan itu, dia sadar tidak seharusnya dia berada disana.
"Ibu.. Kenapa ibu diam? Apa yg dikatakan bibi Bulbul itu benar? Jika paman Laksh adalah ayah kandungku?"
Ragini menghampiri Arjun, dia mengelus pipi Arjun dan memeluknya.
"Apa Arjun masih ingin memiliki seorang ayah, jika ibu selalu ada dan menemani Arjun selama ini?" tanya Ragini.
Perkataan Ragini membuat hati Laksh perih.
"Arjun tidak sayang lagi dengan ibu? Makanya Arjun menanyakan tentang ayah Arjun?" ucap Ragini dengan terisak.
"Tidak ibu.. Arjun sayang sekali dengan ibu. Arjun ingin hidup bersama ibu saja, Arjun tidak perlu ayah. Arjun sayang sekali ma ibu"
Laksh merasakan sakit di hatinya saat Arjun mengatakan hal itu.
Laksh memutar tubuhnya, dia lalu pergi dari sana.
Ragini terus menangis.
"Maafkan aku Laksh, kau harus bisa melupakan aku" gumamnya.
***
"Laksh.. Kau mau kemana? Heii.." teriak Bulbul.
Dia menatap heran kepergian Laksh.
"Ada apa Ragini? Apa yg terjadi? Mengapa Laksh pergi?"
"Sstt.. Arjun sedang tidur"
Bulbul mengangguk. Ragini menarik lengan Bulbul dan menjauh dari Arjun.
"Heii Ragini.. Kau kenapa? Kenapa kau melepaskan Laksh? Dia ingin kembali bersamamu, mengapa kau malah menjauhinya? Lihat Arjun dia sangat membutuhkan sosok ayahmu"
"Bulbul hentikan. Ku mohon hentikan! Aku tidak mau mendengarnya jika kau terus menerus menyebut nama Laksh"
Bulbul terdiam, dia tak mengerti dengan jalan pikiran sahabatnya ini.
"Kau keras kepala sekali Ragini, lihat Laksh. Dia sangat menderita, aku melihat dengan jelas raut kesedihan di wajahnya itu. Setidaknya berikan dia kesempatan untuk bersamamu dan Arjun"
Ragini hanya menggeleng.
"Aku dan Laksh tidak pernah di takdirkan untuk bersama" ucapnya lirih.
***
"AAAGGGHHHH" teriak Laksh.
Laksh *** rambutnya, dia menjatuhkan dirinya dan menangis.
"Apa salahku Dewa? Apa aku pernah berbuat jahat sebelumnya hingga kau menyiksa aku seperti ini. Hingga kau terus menerus mempermainkan takdirku. Aku sangat mencintainya, aku benar-benar mencintainya. Mengapa kau tak pernah mengijinkan aku untuk bersama dengannya. Aku ingin menebus dosaku kepadanya. Aku ingin bersamanya, aku ingin hidup bahagia bersama Raginiku dan Arjun. Kenapa kau tidak membiarkan itu terjadi Dewa? Kenapa?" teriak Laksh.
Laksh terdiam saat ada tangan yg menyentuh bahunya, dia langsung menoleh.
"Laksh" ucapnya pelan.
Laksh bangkit dia ingin beranjak pergi, namun Anna menahannya.
"Lepaskan tanganku..."
"Laksh.."
"Aku bilang lepaskan tanganku"
"Laksh, dengarkan ibu"
Laksh memutar tubuhnya menghadap Anna.
"Apa kau bilang? Kau sebut dirimu sebagai seorang ibu? Kau bilang dirimu ibu? Tapi kenapa kau malah menyuruh Ragini pergi dan tidak memberitahuku jika dia sedang mengandung anakku, kenapa kau selalu mengarang cerita jika Raginiku selingkuh, kenapa? Sekarang kau puas? Kau puas menghancurkan hidup anakmu IBU? Apa kau puas?" teriak Laksh.
"Laksh.. Maafkan ibu.. Ibu sangat menyesal sayang"
"Maaf?? Hanya sebuah kata maaf? Apa kata maaf darimu mampu mengembalikan waktu lima tahun yg lalu, Raginiku dia berjuang melawan cemoohan orang, dia berjuang untuk melahirkan putraku. Dia berjuang untuk membesarkan anakku. Apa kau tidak lihat betapa besar pengorbanannya itu? Apa kau tidak lihat?"
"Laksh ibu benar-benar menyesal, ibu meminta maaf Laksh. Kau bisa memulai semuanya dari awal lagi dengan Ragini"
"Memulai semuanya dari awal lagi? Kau pikir itu semudah memutar balikkan telapak tangan? Ragini sudah menolakku, dia bahkan mengatakan kepada putraku jika dia tidak membutuhkan kehadiranku. Sekarang hidup anakmu benar-benar hancur ibu. Selamat.. Wahhh kau benar-benar hebat. Kau ibu terbaik" teriak Laksh.
Anna hanya menangis tersedu.
"Laksh hentikan!" teriak Adars.
Laksh hanya tersenyum sinis.
"Kalian berdua memang cocok, lihat ibu.. Anakmu cuma Adars bukan aku. Laksh mu sudah mati, dia telah mati. Kau dengar itu"
PLAAAKKKK.....
Laksh tersenyum sinis, dia memegang pipinya yg panas karena di tampar oleh ibunya.
"Bahkan tamparan darimu ini tidak bisa mengobati rasa sakit yg aku rasakan"
Laksh bergegas pergi keluar dari rumah.
"Lakshhhh.. Kembalilah.. Lakshhhh" teriak Anna.
Namun Laksh tak menoleh, dia terus melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu.
***
"RAGINIIIII" teriak Dhruv.
"Ada apa dokter?"
"Laksh"
"Laksh? Ada apa dengannya?"
"Dia kecelakaan Ragini, kondisinya sangat parah"
"Astaga"
Dhruv mengajak Ragini untuk menemui Laksh di ruang gawat darurat.
"Laksh... Ku mohon bertahanlah Laksh" ucap Ragini lirih.
Laksh membuka sedikit matanya.
"Kau datang Ragini.. Kau datang.. Kau masih peduli denganku ternyata"
"Laksh berhenti bicara, kau harus kuat. Bertahanlah demi aku, demi Arjun" ucap Ragini dengan terisak.
"Untuk apa aku bertahan, jika kau tak menginginkan lagi kehadiranku"
"Laksh aku masih mencintaimu, bertahanlah"
Laksh tersenyum, dia langsung bangkit dan memeluk tubuh Ragini.
Ragini sangat terkejut.
"Apa-apaan ini Laksh?"
Ragini melepaskan pelukannya.
"Aku tidak tau dengan cara apa lagi agar kau mau kembali lagi kepadaku"
"Laksh.. Kau sangat keterlaluan"
Laksh meraih tangan Ragini, mengambil sebuah kotak di saku celananya. Dan memakaikan cincin di jari manis Ragini.
"Aku sangat mencintaimu, Ragini"
Ragini memeluk erat tubuh Laksh.
"Heii.. Apa kalian melupakan aku?" ucap Dhruv.
"Tugasmu sudah selesai Dhruv, kau pergi saja"
Dhruv hanya menggelengkan kepalanya.
Laksh memegang pipi Ragini, mendekatkan wajahnya ke wajah Ragini.
"Muaahhh"
Arjun tiba-tiba datang di sela wajah Ragini dan Laksh.
"Ayah.. Ibu.. Kata paman Dhruv kalau belum nikah belum boleh ciuman"
Ragini dan Laksh memeluk tubuh mungil Arjun.
"Ayah.. Ibu.. Kapan kalian akan menikah?"
"Besok" jawab Laksh singkat.
"Besok?" tanya Ragini bingung.
"Kenapa? Apa kau tidak suka? Aku tak ingin kau berubah pikiran, jadi besok saja kita menikah. Atau kalau perlu malam ini saja" goda Laksh.
***
Ragini dan Laksh telah resmi menikah, mereka hidup sangat bahagia. Kini mereka tinggal di apartment milik Laksh. Ragini membangunkan tubuh Laksh yg masih terlelap.
"Hei.. Pak dokter, bangun ini sudah siang"
"Sebentar lagi Ragini, aku masih mengantuk"
Ragini kesal, dia lalu mempunyai ide.
"Aawww Laksh.. Laksh tolong aku.. Nampaknya aku harus melahirkan hari ini" rintih Ragini.
Laksh langsung bangun, dia panik.
"Sebentar Ragini, aku mandi dulu yah"
Laksh langsung menuju kamar mandi, tapi Ragini hanya terkekeh.
"Ada apa?" tanya Laksh bingung.
"Aku hanya bercanda Laksh"
Ragini tertawa dengan mengelus perut buncitnya itu.
"Hei kau ini..."
Laksh langsung menghampiri Ragini dan mulai menggelitikinya.
"Laksh hentikan Laksh"
"Tidak akan, ini balasan karena kau telah menganggu tidur lelapku"
"Awww Laksh, tolong aku Laksh. Nampaknya aku ingin melahirkan hari ini"
"Aku tidak akan tertipu lagi olehmu Ragini"
"Laksh tapi ini serius"
Laksh melihat keseriusan di wajah Ragini, dia langsung memapah tubuh Ragini.
"Laksh aku sudah tidak tahan, kau kan seorang dokter. Kau saja yg bantu aku untuk melahirkan"
"Ragini tapi aku bukan dokter kandungan"
"Sama saja Laksh.. Ku mohon.. Aku sudah tidak kuat"
Laksh lalu mengambil air di wadah, dia merentangkan kedua kaki Ragini.
"Teruss.. Sayang.. Tarik napas.. Ayo.. Terus sayang"
"Ooaa.. Oaa.. Oaa.."
Laksh melihat bayinya untuk pertama kalinya.
"Di sangat cantik Ragini, persis dirimu"
Laksh membersihkan bayi mereka.
"Lucu sekali Laksh"
Laksh hanya tersenyum dan mencium kening Ragini.
"Kau berbakat juga menjadi seorang bidan" goda Ragini.
"Itung-itung irit biaya persalinan"
"Lakshhh"
"Aku sangat mencintaimu, Ragini" ucap Laksh dengan mengecup kening Ragini.
"Terimakasih kau selalu Setia menantiku, Laksh"
Laksh hanya mengangguk, dia mengelus pelan putri kecilnya itu.
"AYAAHH... IBUUUU" teriak Arjun.
Arjun menatap heran karena perut Ragini sudah rata dan adik bayinya sudah di lahirkan.
Arjun langsung menghampiri mereka.
"Wahh dede bayi cepat banget yah lahirnya"
Laksh memeluk tubuh putranya itu.
"Ayah aku ingin lagi yg seperti dede bayi, tapi yg laki-laki yah" ucap Arjun polos.
"Siap laksanakan, bos" ucap Laksh bersemangat.
Ragini mencubit lengan Laksh.
"Kau ini Laksh"
Laksh hanya terkekeh geli. Dia menatap kebahagiaan yg terpancar di raut wajah keluarga kecilnya itu.
---THE END---