One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 99



Alex berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan aura kemarahan yang memancar di wajahnya. Tangannya terkepal erat dengan rahang yang mengeras saat ia mengingat rekaman video dimana Raline mendorong Kaylin dengan sengaja hingga terjatuh sampai akhirnya Kaylin keguguran. Sungguh ia tak menyangka wanita yang pernah menempati ruang dihatinya itu bisa berbuat kejam sedemikian rupa.


"Kau sudah datang, aku baru saja ingin menghubungimu." Moses yang baru keluar dari ruangan Raline memang hendak menghubungi Alex untuk menanyakan keadaan cucu menantunya, sekaligus meminta Alex untuk datang karena Raline terus menangis dengan memanggil nama pria itu.


Alex diam, dia terus berjalan masuk ke dalam ruangan yang ia yakini ruangan Raline tanpa menyahut perkataan Kakek Moses.


"Alexander.." Moses segera mengikuti cucunya masuk ke dalam ruangan, karena merasa ada yang tidak beres dengan Alex terutama ekspresi cucu nya yang terlihat mengerikan.


"Kak Alex..." Raline yang tengah mengusap air matanya langsung tersenyum saat melihat kedatangan sosok yang dinantikannya sejak tadi. Namun senyum itu langsung menghilang berganti rasa tercekat di tenggorokannya saat Alex mencekik lehernya dengan kuat. "Kak..." lirih Raline kesakitan.


Alexander tak mempedulikan rintihan Raline, ia justru semakin kuat mencekik wanita itu saat mengingat bagaimana Kaylin terjatuh dari tangga. Kedua matanya seakan tertutup oleh kemarahan tanpa peduli yang dihadapinya itu adalah seorang wanita.


"Alexander apa yang kau lakukan?" Moses segera menyingkirkan tangan Alex dari leher Raline, ia takut cucunya itu bisa membunuh Raline jika tidak disadarkan. "Lepaskan dia Alexander, Adikmu itu bisa mati."


"Dia bukan Adikku!" Alex melepas cengkraman di leher Raline, saat melihat wanita itu kesulitan untuk bernapas dengan wajah yang pucat. "Dia pembunuh, dia membunuh bayi kami." Sentak nya.


"Apa maksudmu?" tanya Moses tak mengerti.


"Tidak itu tidak benar kak, apa yang dikatakan Kaylin itu bohong. Justru dialah yang mendorong aku." Bohong Raline sembari memegang lehernya yang terasa sakit.


Alex tersenyum sinis dengan menggelengkan kepalanya, kini ia baru menyadari siapa Raline sebenarnya. Dibalik wajah cantik dan lemah lembut itu, tersimpan sosok wanita kejam dan pandai berbohong.


"Kakek kau percaya padaku kan." Raline menatap kakek Moses, meminta perlindungan dari pria tua itu.


Moses menatap Alexander dan Raline bergantian, bukannya ia berat sebelah karena lebih mempercayai cucu kandungnya sendiri, tapi ia tahu Alexander tidak akan menuduh dengan sembarangan tanpa bukti.


"Aku tidak peduli kau lebih mempercayai ku atau dia, tapi yang pasti mulai sekarang jangan pernah datang menemuiku jika bersamanya." Tunjuk Alexander pada wanita yang sudah tidak ia anggap sebagai adiknya. "Karena mulai detik ini Raline tidak aku ijinkan menginjakkan kakinya di mansionku." Ucap Alex dengan tegas segera pergi dari ruangan tersebut.


"Dan satu lagi," Alex menghentikan langkahnya. "Kaylin tidak mengatakan apapun tentang kejadian yang menimpanya." Ia kembali berjalan keluar dari ruangan tanpa mempedulikan Raline yang menangis histeris, juga kakek Moses yang memanggil namanya.


Untuk Kakek Moses sendiri bukannya ia tidak mau memperlihatkan bukti rekaman CCTV perbuatan Raline, tapi Alex yakin pria tua itu pasti akan bisa menemukan bukti itu dengan tangannya sendiri.


Kini yang harus ia lakukan hanya satu, kembali ke ruangan Kaylin dengan segera karena takut Kenan melakukan sesuatu untuk menjauhkannya dari Kaylin. Meskipun tadi ia menyuruh Boby dan para pengawalnya untuk berjaga di sana, tapi tetap saja Alex merasa tidak tenang.