
"Kaylin.. Raline..." Alex berlari dengan cepat saat melihat adik dan wanitanya terjatuh dari tangga.
Sungguh ia tak menyangka keputusannya untuk kembali ke mansion hendak mengambil berkas yang tertinggal di ruang kerja, justru di suguhi dengan pemandangan yang membuat jantungnya serasa berhenti berdetak.
"Kay, sayang," ucapnya dengan tertahan, saat merengkuh tubuh yang tergeletak tak sadarkan diri. Ia bahkan lupa di samping wanitanya ada Raline yang tengah merintih kesakitan. "Kay bangun!" Alex mencoba menyadarkan Kaylin.
"Kay.. Kaylin.." Edgar yang juga melihat sepupunya terjatuh langsung menghampiri. "Cepat kita bawa ke rumah sakit!"
Alex yang tersadar segera mengangkat Kaylin meskipun tubuhnya terasa gemetar, bahkan tak bertenaga karena melihat keadaan wanitanya.
"Kak tolong aku," rintih Raline dengan menangis saat melihat Alexander yang menyelamatkan Kaylin bukan menyelamatkannya.
Alexander terus melangkah tak mempedulikan rintihan Raline, yang ada di pikirannya saat ini hanya keselamatan Kaylin dan kandungannya.
Edgar pun segera berjalan mengikuti Alexander setelah melihat Raline dibantu oleh Kakek Moses. Di dalam mobil Edgar memberi kabar pada Kenan tentang kejadian yang dialami Kaylin, dan memberitahu pada sepupunya itu alamat rumah sakit yang akan mereka datangi.
*
*
Alex berjalan mondar-mandir di depan ruangan dimana Kaylin dibawa masuk oleh dokter beberapa menit yang lalu. Tadinya ia ingin ikut masuk kedalam, namun dokter melarang entah karena apa. Tapi yang jelas pikirannya kini semakin kalut saat menyadari ada darah di kemejanya yang pastinya darah milik Kaylin.
"Ya Tuhan selamatkan mereka," doa Alex dalam hati tanpa menyadari ada beberapa pria bertubuh tegap dengan pakaian hitam berjalan kearahnya.
"Hajar dia!" perintah Kenan dengan dingin, menatap Alex dengan tatapan membunuhnya. Ia begitu marah saat Edgar memberitahu keadaan adiknya yang terjatuh dari tangga. "Berani sekali kau membuat adikku terluka!" Kenan menarik Alex yang terlihat tidak berdaya, setelah mendapatkan pukulan dari para bodyguardnya yang berjumlah sepuluh orang.
"Kenan..!" Cleopatra menahan suaminya untuk memukul Alex. "Kita temui Kaylin."
Kenan yang tersadar melepaskan cengkeramannya, berjalan masuk ke dalam ruangan setelah sebelumnya memerintahkan bodyguard termasuk Edgar untuk berjaga diluar.
Alex yang melihat Kenan bisa masuk kedalam ruangan sementara dirinya dilarang, langsung berusaha masuk untuk melihat keadaan Kaylin. Namun para bodyguard yang ia pastikan tim Delta itu benar-benar membuatnya tidak bisa berkutik.
Tak kehilangan akal, Alex pun menghubungi pengawal pribadinya berikut Boby yang baru sampai di Jakarta untuk datang ke rumah sakit. Tidak lupa ia menyuruh pengawal pribadinya untuk mengecek kamera CCTV. Alex ingin tahu apa yang terjadi sampai Kaylin dan Raline jatuh dari tangga.
Sementara itu di dalam ruangan, Kaylin yang mulai sadar mengerjapkan kedua matanya dengan perlahan, dan orang pertama yang dilihatnya adalah Kenan Meyer juga Cleopatra.
"Aku dimana?" Kaylin menatap keseluruh ruangan dengan bingung, saat ia merasakan sakit pada perutnya barulah Kaylin tersadar dengan apa yang terjadi. "Bayiku?" ia mengusap perutnya dengan panik.
"Kay jangan banyak bergerak dulu!" Cleopatra yang tidak tega melihat wajah Kaylin yang pucat dan panik hanya bisa menangis, sementara Kenan mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
"Kak bagaimana dengan kandunganku?" Kaylin masih berharap sesuatu yang baik meskipun rasanya sangat mustahil mengingat ia jatuh dari lantai dua. "Dokter bagaimana kandungan ku?" tanya Kaylin pada dokter yang ada di dalam ruangan, karena Kenan dan Cleopatra tidak mau menjawab.
"Kay tenanglah," Cleopatra menggenggam tangan adik iparnya sembari terus menangis.
"Kak jangan bilang," Kaylin menangis dengan menggelengkan kepalanya. Ia tidak sanggup jika harus kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya. "Jangan.. jangan bayiku." Teriak Kaylin dengan menangis histeris.