
Ternyata benar apa yang dikatakan oleh banyak orang bahwa Kenan Meyer seorang pembisnis handal dengan perhitungan yang luar binasa pelitnya, jadi tidak heran jika pria itu menjadi orang kaya karena selalu menghitung untung dan rugi dengan begitu teliti.
"Dimana Kaylin?" tanya Alex tanpa basa-basi saat melihat Cleopatra berjalan masuk kedalam ruang tamu, bahkan wanita itu belum sempat duduk.
"Kaylin ada di kamarnya, dia sedang—" belum selesai berbicara Cleopatra dibuat terkejut saat Alexander dengan beraninya masuk ke dalam ruangan tanpa ingin darinya. "Alex tunggu!" ia menyusul adik iparnya itu.
Alex sendiri bergegas naik ke lantai dua, dimana kamar Kaylin berada. Ya, dia memang tahu dimana letak kamar wanitanya meskipun tidak pernah masuk ke dalam kamar tersebut.
"Maaf Tuan Anda dilarang masuk!" Dua orang pengawal pribadi yang berjaga di depan pintu kamar, menahan pria yang mereka ketahui sebagai suami nona Kaylin.
"Menyingkir!" Ucap Alex dengan tatapan membunuhnya.
"Tidak bisa Tuan, kami di tugaskan untuk menjaga Nona."
Boby yang berada di belakang Alexander dengan sigap maju ke depan untuk membantu tuannya.
"Jangan salahkan aku!" Alex hendak melayangkan pukulan pada salah satu pengawal tersebut.
"Hentikan!" Cleopatra yang berhasil menyusul segera menghalangi adik iparnya itu.
"Cleo menyingkirlah!" sentak Alex.
"Ck, berani sekali kau? Kau lupa aku siapa dan bisa berbuat apa?" Cleopatra yang sejak tadi kesal pada Alex menjadi semakin geram, padahal ia sudah berbaik hati memberitahu pada pria itu dimana keberadaan Kaylin. Bukannya berterima kasih Alex justru berbuat semaunya. Untung saja tidak ada Kenan, kalau suaminya itu tahu istri tercintanya diperlakukan tidak hormat pasti akan terjadi perang dunia entah untuk yang ke berapa kalinya.
"Bukan maksudku berbuat kasar, aku hanya ingin menemui Kaylin."
Cleopatra menghela napasnya dengan kasar. "Aku juga tidak melarang kau menemuinya, tapi saat ini Kaylin sedang istirahat kasihan jika terganggu," jelasnya sembari membuka pintu kamar.
Alex melihat wanitanya yang tengah tertidur pulas, ia pun hendak masuk ke dalam untuk melihat lebih jelas keadaan Kaylin karena sangat khawatir mengingat bagaimana wanita itu tadi menangis histeris karena keguguran. Tapi belum sempat kakinya melangkah, Cleopatra sudah lebih dulu menghalangi.
"Kau boleh masuk dengan satu syarat, cukup diam dan lihat. Aku tidak ingin Kaylin terbangun dari tidurnya karena terganggu dengan kehadiranmu."
Alex menganggukkan kepalanya. Ia pun tidak berniat sama sekali menganggu wanitanya, Alex hanya ingin berada di sisi Kaylin untuk menjaga wanita itu.
Cleopatra pun mengijinkan Alex masuk meskipun Kenan sebenarnya melarang. Dengan perlahan ia menutup kembali pintu kamar tersebut setelah memastikan pria itu hanya duduk di samping adik iparnya.
Alex sendiri terus berjaga di samping Kaylin tanpa menyentuh, tanpa berbicara sedikit pun. Ia hanya duduk diam menatap wanitanya yang tertidur lelap hingga telinganya mendengar suara rintihan.
"Aku mohon jangan lepaskan..."
"Kay..." Alex menggenggam tangan wanitanya yang sedang mengigau dengan wajah yang pucat.
"Jangan Raline.. jangan..." teriak Kaylin langsung terbangun dari tidurnya dengan napas berlarian. Ia pun segera menyentuh perutnya sambil menangis tanpa menyadari ada sosok yang tengah menatapnya di samping ranjang.