One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 122



Suasana di ruang keluarga Mansion Meyer begitu ramai oleh suara tawa orang yang hadir di acara makan malam tersebut. Semua orang yang terdiri dari keluarga besar Arbeto, Mateo, Graham, dan Ricardo menertawakan sebuah video yang ditayangkan oleh sang pemilik Mansion. Sebuah video yang menampilkan Alex dan Kenan yang tengah menaiki Animal ride di sebuah pusat perbelanjaan.


Sementara Alex dan Kenan yang menjadi bahan tertawaan semua orang hanya bisa menghela napas tanpa berniat sedikitpun mematikan atau memberikan pembelaan bahwa yang mereka lakukan karena menuruti keinginan istri mereka yang tengah hamil.


"Alexander Moses aku baru tahu ternyata kau handal juga menaiki kuda berwarna pink." Kelakar Boy sambil terus tertawa.


Agam, Mars, dan yang lainnya pun kembali tertawa tanpa mempedulikan wajah kaku Alexander yang terlihat menahan malu.


"Kalian jangan seperti itu, bagaimana pun dia mantan ketua Delta jadi kita harus memberikan penghargaan khusus untuknya karena sudah menyelesaikan misi menaiki Animal ride." Sela Mars dengan tertawa.


Alex sendiri masih diam dengan bullyan dari para mantan atasannya, karena ia tahu mereka hanya bercanda tanpa berniat menjatuhkan harga dirinya yang memang sudah jatuh setelah menaiki mainan tersebut.


"Sudah cukup!"


Kaylin yang semula tertawa kini tak tahan melihat suaminya, pria yang sangat dicintainya menjadi olokan dari semua orang yang ada diruangan tersebut. Ia pun mematikan video tersebut tanpa persetujuan dari Cleopatra, karena memang Cleopatra orang yang ada dibalik penayangan video tersebut.


Melihat bagaimana Kaylin membela Alex, semua orang yang ada diruangan tersebut pun tersenyum. Mereka terkagum dengan bucin nya seorang Kaylin terhadap Alexander sampai tidak terima suaminya dipermalukan seperti itu. Sangat berbeda dengan Cleopatra yang terlihat cuek dan masih menertawakan Kenan Meyer.


"Kenapa kau tidak membela Kenan seperti yang dilakukan Kaylin? Kau malah asik menertawakan suami mu sendiri." Tanya Agam yang tidak mengerti kenapa adiknya bersikap seperti itu.


"Ck, karena kami itu pasangan yang sudah lama menikah." Jawab Cleopatra.


"Loh apa hubungannya?" Sahut Baby dengan mengerutkan keningnya.


"Tapi aku sudah menikah lama dengan A tetap sebucin itu padanya." Baby memeluk Agam dengan mesra.


Sementara Agam yang dipeluk hanya memasang wajah datar, karena kini semua mata tertuju pada mereka.


"Kalau kasus mu berbeda, karena sejak berada dikandungan Aunty Luna sampai tua nanti kau akan terus bucin pada kakakku. Karena apa? Karena kau sangat mencintai Agam Mateo."


"Kau benar, aku memang sangat mencintainya." Tanpa malu Baby mencium bibir Agam dihadapan semua orang termasuk di depan Boy Arbeto.


Semua orang yang ada di ruangan tersebut pun tersenyum melihat kemesraan Agam dan Baby, namun tidak dengan Kenan yang kini menatap tajam Cleopatra.


"Berarti kau tidak mencintaiku?" Tanya Kenan. Karena dari perkataan Cleopatra dapat disimpulkan wanita itu tidak bucin padanya.


"Tentu saja." Jawab Cleo dengan cepat.


"What?" Kenan membelalakkan kedua matanya dengan pengakuan istrinya.


"Eh.. jangan marah dulu! Maksudku tentu saja aku mencintaimu Kenan Meyer. Kalau tidak mana mungkin aku hamil lagi anakmu." Cleo mengusap perutnya dengan perlahan.


Kenan pun tersenyum meski masih bingung dengan semuanya, tidak bucin tapi mencintainya sungguh aneh bukan.


"Sudah kalian jangan berdebat, malu dilihat mereka! Dilihat oleh penerus keluarga kita." Boy menunjuk pada anak-anak mereka yang tengah berkumpul. Disana ada Dewa, Ryu ( Anak dari Boy dan Tita), Adam, Hawa (Anak dari Agam dan Baby), Galaxy, Starla (Anak dari Mars dan Kejora), Rex ( Anak Kenan dan Cleopatra), dan Bian ( Anak dari Abian dan Alena).