One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 125



"Kau lelah?" tanya Alex dengan duduk di samping istrinya.


"Ck, seharusnya aku yang bertanya apa kau lelah?" Kaylin tertawa dengan menggelengkan kepala.


Alex pun ikut tertawa sambil menyentuh perut buncit Kaylin. Rasanya ia sudah tidak sabar ingin melihat anaknya lahir ke-dunia agar bisa mengajari dan bermain dengan senjata.


Kaylin sendiri menyentuh kening Alex yang terdapat bekas luka. Luka yang didapat saat pria itu terjatuh dari atas pohon karena menuruti keinginannya beberapa bulan yang lalu, dan setelah kejadian itu Kaylin sudah tidak berani meminta apapun lagi walaupun ia sangat menginginkannya.


"Kita pulang sekarang." Alex membantu Kaylin berdiri dari tempat duduknya.


"Aw.. "


"Kenapa sayang?" Alex menatap Kaylin yang menyentuh perutnya.


"Tidak apa-apa, hanya sedikit kram." Jawab Kaylin dengan berbohong karena tidak ingin membuat Alex khawatir seperti yang sudah-sudah.


Ya, sejak satu Minggu yang lalu mereka sudah bolak-balik ke rumah sakit hanya karena rasa mulas yang dirasakan Kaylin yang menduga sudah waktunya ia melahirkan, tapi ternyata yang dialaminya hanyalah sakit perut biasa.


"Kau yakin?" Tanya Alex dengan cemas.


Kaylin menganggukkan kepalanya. Mereka pun pergi dari markas Delta setelah berpamitan dengan anggota yang ada di dalam markas tersebut.


*


*


Di dalam mobil lagi-lagi Kaylin merasakan perutnya mulas, tapi ia mencoba untuk relax agar rasa mulas itu menghilang.


"Kau ingin langsung pulang atau jalan-jalan dulu?" tawar Alex.


"Langsung pulang saja, aku sudah merindukan Baby Moa." Jawab Kaylin dengan tersenyum saat mengingat wajah keponakan perempuannya yang lucu padahal usai Moa belum ada dua Minggu.


Ya, Cleopatra sudah melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan yang diberi nama Moana Meyer. Baby Moa yang begitu lucu membuat Kaylin ingin sekali memiliki anak perempuan, tapi sayang anak yang ada dikandungnya berjenis kelamin laki-laki.


"Oke." Sahut Alex.


"Kau kenapa sayang?" Alex menatap istrinya yang terlihat menahan sakit dengan buliran keringat di wajah.


"Perutku sakit." Ucap Kaylin dengan menahan rasa sakit diperutnya. "Sepertinya aku akan melahirkan." Karena ia merasa dress yang dikenakannya basah.


"Melahirkan?" Pekik Alex dengan terkejut. "Ini benar atau—"


"Yang ini benar Alexander!" Sentak Kaylin dengan emosi.


"Oke, kau harus tenang tidak boleh panik." Ucap Alex entah pada Kaylin atau pada dirinya sendiri. "Ayo Alex tenanglah, injak gas dan bawa mobilmu ke rumah sakit." Gumamnya pada diri sendiri sembari menginjak pedal gasnya dengan perlahan.


"Lebih cepat sayang! Aku ini akan melahirkan!" sentak Kaylin dengan emosi. Bagaimana tidak emosi saat perutnya sakit ingin secepatnya sampai ke rumah sakti. Alexander justru mengendarai kendaraannya seperti siput.


"I-iya sayang." Alex yang panik menambah kecepatan mobilnya.


Sementara Kaylin yang merasa kesakitan berusaha menghubungi Kenan, karena ia ingin saat melahirkan nanti kakaknya ikut menunggu di dalam ruangan.


"Halo Kay, ada pada kau—"


"Kak cepat ke rumah sakit internasional, aku akan melahirkan." Potong Kaylin saat Kenan mengangkat sambungan ponselnya.


"Melahirkan benar, atau—"


"Cepat kak, kalau kau tidak datang aku akan memecatmu jadi kakak." Kaylin memutuskan sambungan ponselnya begitu saja karena kesal. Sudah dua orang yang menganggapnya akan melahirkan bohongan karena kejadian yang sudah-sudah, tapi Kaylin yakin kali ini ia benar-benar akan melahirkan.


Alex yang mengendarai kendaraannya, menatap sekilas pada Kaylin. Ia tak menyangka jika sedang kesakitan istrinya itu tidak menangis tapi justru marah-marah.


"Dokter Alana, hubungi dokter Alana sayang." Ucap Alex.


"Kau saja!" Kaylin melempar ponselnya pada Alex karena sudah tidak bisa menahan rasa sakit diperutnya.


Alex dengan sigap mengambil ponsel tersebut untuk menghubungi Alana sembari menekan klakson untuk menyingkirkan kendaraan didepannya. Alex bahkan sampai membuka jendela mobil hanya untuk meneriaki dan mengumpat mobil yang menghalangi jalannya.