One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 52



"Kau mau apa?" Kaylin sedikit terkejut saat tangan Alex menyentuh perutnya, mengusap dengan lembut hingga menimbulkan sensasi geli dan panas secara bersamaan pada tubuhnya.


Sekuat mungkin ia menahan diri untuk tak bersuara saat usapan itu naik keatas, berhenti tepat di kedua tangannya yang tengah menutup bagian atasnya yang tak tertutup apa pun.


"Aku sudah pernah melihatnya, jadi untuk apa kau tutupi?" Alex menurunkan tangan Kaylin, menatap lekat wanita yang kini menjadi istrinya.


"Iya juga, kau bahkan sudah melakukan lebih dari sekedar melihat bahkan sampai membuat aku hamil," Kaylin mendengus kesal saat mengingat kejadian malam itu yang membuatnya kini berbadan dua, kejadian yang ia sendiri lupa bagaimana rasanya.


Namun saat ini dengan posisi mereka yang begitu intim, membuat pikirannya kembali bertraveling akankah mereka mengulangi malam panas saat di Dubai dulu, apalagi tangan suaminya itu kini menyentuh kedua bagian yang sempat ia tutupi tadi, menyentuh dengan sangat lembut hingga membuat ******* keluar begitu saja dari mulutnya. Ke-dua matanya juga reflek terpejam saat wajah Alex mendekat hendak menciumnya.


"Istirahatlah! kau pasti kelelahan," ia tidak jadi menyentuh wanitanya lebih dalam, saat melihat ponselnya yang bergetar.


"A-pa?" sontak Kaylin membuka kedua matanya dengan bingung, bayang-bayang percintaan panas yang hendak mereka lakukan buyar seketika saat tubuhnya di dudukan di atas sofa.


"Istirahatlah!" Alex mengulang ucapannya sembari mengambil kemeja di dalam lemari, mengenakan kemeja tersebut di tubuh wanitanya agar tidak kedinginan.


"Ck.. aku bisa memakainya sendiri," Kaylin yang kesal beranjak dari tempat tersebut, mengancingkan kemeja yang kebesaran di tubuhnya itu sembari berjalan menuju tempat tidur tanpa mempedulikan tugas yang diberikan Alex. Bukankah pria itu yang menyuruhnya untuk beristirahat, jadi biarkan saja Alex yang menyelesaikan memindahkan semua pakaian itu ke dalam koper.


"Oh ya ampun, inilah resikonya menikah dengan tuan Alexander, manusia es dengan segala kekakuannya." Kaylin yang kesal memilih untuk memejamkan matanya yang sejak tadi terasa berat, namun kedua mata itu kembali terbuka saat mengingat sebuah nama. "Moses? Kenapa Alex memanggilku Nyonya Moses? Apakah nama keluarga besar Alex adalah Moses?"


Ya, Kaylin baru menyadari sejak menjalin kasih dengan Alex, ia tidak tahu apa pun tentang keluarga pria itu. Bahkan setelah menjadi istrinya pun Kaylin tidak mengetahui siapa nama keluarga suaminya, karena ia pikir Alex sudah tidak memiliki keluarga alias hidup sebatang kara.


Sementara itu Alex yang sudah keluar dari dalam kamar, tengah mendengarkan apa yang dikatakan si tua bangka yang selalu membuat emosinya naik.


"Jadi kapan kau akan menempatinya?"


"Anda menghubungiku hanya untuk bertanya hal itu?" Alex berdecak kesal sembari memijit pangkal hidungnya. "Jika tidak ada hal penting yang ingin ditanyakan akan aku tutup."


"Tunggu anak muda! Apa kau tidak ingin menceritakan apa yang terjadi hari ini?" Pria tua itu menarik satu sudut bibirnya saat melihat beberapa foto yang dikirim oleh anak buahnya, foto sebuah pernikahan yang ia kenal betul sang mempelai prianya.


"Tanpa aku mengatakannya, Anda pasti sudah tahu," Alex menutup ponselnya tanpa mau meladeni pria tua itu, karena ada hal yang jauh lebih penting yang harus dilakukannya seperti membeli pakaian untuk Kaylin, dan mengobati luka-luka ditubuhnya yang ia dapat dari Kenan Meyer.