
"Rain sudah Daddy katakan berulang kali, jika ingin masuk ke dalam kamar ketuk pintu terlebih dahulu."
"Sorry." Ucap Rain dengan kepala tertunduk.
Alex mengusap kepala putranya. "Jangan pernah menundukkan kepala! Walaupun kau bersalah." Alex tidak ingin putranya menjadi pria yang lemah. "Kemari!" ia menggendong Rain lalu membawanya ke dalam. Alex akan menggunakan putranya agar Kaylin tidak bisa meluapkan kekesalannya.
"Sayang bawa Rain ke dalam kamarnya! Kita harus bicara." ucap Kaylin dengan tersenyum namun dengan tatapan yang tajam.
"Kay putra kita ingin bermain disini, benarkan Rain?" tanya Alex dengan mengedipkan matanya agar sang putra mengikuti perkataannya.
Rain menggelengkan kepala. "Mom, Dad hari ini ulang tahun Flo dan aku ingin ke mansionnya sekarang." Ucap Rain mengatakan tujuannya masuk ke dalam kamar kedua orangtuanya.
Alex yang sempat khawatir saat Rain menggelengkan kepala. Kini tersenyum lebar karena akhirnya menemukan alasan untuk bisa pergi dan terbebas dari kemarahan Kaylin.
"Kalau begitu kita pergi sekarang."
"Tunggu! Ulang tahun Flo dirayakan sore sayang, sekarang baru jam satu siang." Ujar Kaylin sembari menatap jam di atas dinding.
"Tapi Rain mau pergi sekarang!" Pinta Rain tanpa mau diganggu gugat.
"Sudahlah Kay. Tidak ada salahnya datang lebih awal."
Kaylin menghela napas namun di detik selanjutnya tersenyum penuh arti. "Tentu saja. Rain sekarang masuk ke kamar dan bersiap!"
"Oke." Ucap Rain singkat dan jelas. Tidak ketinggalan raut datarnya yang membuat anak kecil itu begitu mirip Alexander.
Ya, putranya itu meskipun masih kecil tidak seceria anak seusianya. Rain selalu bersikap kaku, datar, dan cuek. Hanya pada satu orang Rain bisa tersenyum bahkan tertawa. Orang itu tidak lain dan tidak bukan yaitu Flora Arbeto. Putri bungsu dari keturunan Arbeto generasi keempat.
"Mau kemana kau!" Kaylin menahan suaminya yang hendak beranjak dari tempat tersebut.
"Aku ingin berganti pakaian." Bohong Alex.
"Tidak boleh sebelum aku menghukummu!" Kaylin bersiap mengerjai suaminya namun tidak jadi saat melihat raut wajah Alex yang kini berubah dingin dan datar.
"Berani menghukumku!" Ucap Alex dengan tajam mengintimidasi.
"A-aku...." Kaylin berjalan mundur ketakutan. Bahkan ia harus menelan saliva nya dengan susah payah saat Alexander mengurung tubuh kecilnya pada dinding kamar.
"Berani menghukumku?" ulang Alex.
Kaylin menggelengkan kepalanya dengan kepala menunduk. Ia tak menyangka niatnya untuk menghukum Alex karena sudah membuatnya terjatuh justru membuat suaminya marah.
"Maaf, aku tidak..." Kaylin mulai menangis. Ia benar-benar ketakutan sampai tak berani menatap Alexander.
Melihat Kaylin menangis tentu saja membuat Alexander merasa bersalah. Niatnya untuk menggoda Kaylin justru membuat wanitanya menangis sampai tersedu-sedu.
Bukannya berhenti menangis Kaylin justru semakin histeris dengan memukul Alexander. "Kau jahat. Bercandamu tidak lucu."
Alexander pun tertawa melihat bagaimana istrinya yang menangis seperti itu. Ia pun langsung ******* bibir wanitanya agar Kaylin berhenti menangis. ********** dengan panas, menikmati setiap rasa yang selalu berhasil membakar gairahnya.
"Alex..." desah Kaylin di sela pangutan bibir mereka sambil menahan tangan suaminya yang hendak membuka pakaian yang dikenakannya. "Rain menunggu kita."
"****!" Geram Alex menahan gairah yang sejak tadi belum tersalurkan. "Sebentar saja." Pintanya sambil berusaha mencium kembali bibir istrinya.
"No Alexander! Kau tidak pernah bisa bermain kilat. Kasihan Rain."
Ya, itulah Alexander. Jika sedang bercinta dengannya pasti memerlukan waktu yang cukup lama karena terus berulang-ulang sampai pria itu puas.
"Pesta ulang tahun sialan!" umpat Alexander dengan kesal.
Kaylin hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala melihat kelakuan Alex.
"Tunggu Kay!" Alex menahan langkah istrinya yang hendak menjauh. "Aku lupa memberitahu, aku sudah siapkan liburan kita ke Dubai."
"Benarkah sayang?" Tanya Kaylin dengan terkejut dan tentunya dengan tersenyum bahagia.
Alex menganggukkan kepalanya sembari merangkul pinggang Kaylin. "Kau dan aku, kita berdua akan berlibur berdua ke Dubai."
"Berdua?" Kaylin mengerutkan keningnya. "Tanpa Rain?"
Alex kembali menganggukkan kepalanya. "Bisa dibilang ini honeymoon kedua kita."
"Tapi Alex, mana mungkin aku meninggalkan Rain sendirian di mansion." Kaylin tidak setuju dengan ide suaminya yang pergi berlibur hanya berdua saja.
"Rain tidak sendirian. Dia akan bersama Rex, Moana dan tentunya Cleopatra juga Kenan." Alex tersenyum penuh arti.
Kaylin pun hanya diam sembari berpikir. Apakah tidak mengapa meninggalkan Rain di tangan keluarga Meyer. Tapi satu yang pasti, ia pun sangat ingin pergi berdua bersama Alexander. Menikmati kebersamaan mereka untuk mengulang masa-masa romantis dan panas mereka tentunya.
...๐ Pemberitahuan....
...Bagi yang bertanya kisah Alana dan Sky kapan publish nya. Tadi nya mom mau publish segera mungkin, tapi karena ada yang minta cerita Rain dan Flo yang lebih dulu publish, maka mom mau mengadakan Vote untuk kisah siapa dulu yang publish....
Yuk vote sekarang juga ๐คญ