One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 110



Kaylin yang sudah terbangun dari tidurnya merasa enggan untuk membuka ke-dua matanya, apalagi beranjak dari ranjang karena merasakan hangat dan nyaman pada tubuhnya. Terlebih saat indera penciumannya dipenuhi aroma parfum Aqua, parfum yang sering digunakan Alexander.


"Aku merindukanmu Alex," Kaylin semakin merapatkan tubuhnya pada sesuatu yang membuatnya hangat.


"Aku juga merindukamu."


Deg.


Kaylin membuka kedua matanya dengan cepat. Betapa terkejutnya ia saat pertama kali yang dilihatnya adalah sosok Alexander yang tengah tersenyum dengan tatapan hangatnya.


"Alex..." Kaylin yang terkejut setengah mati ingin menjauh, namun pria itu sudah lebih dulu menarik tubuhnya kedalam pelukan.


"Jangan bergerak, tetaplah seperti ini dulu!" Alex mengeratkan pelukannya dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya. Menunjukkan betapa ia sangat bahagia karena akhirnya bisa tidur bersama Kaylin lagi setelah tiga Minggu mereka tinggal terpisah.


Ya, semalam setelah perdebatan panjang antara dirinya dan Kenan. Akhirnya Alex diijinkan tinggal di mansion Meyer oleh Cleopatra meskipun tanpa persetujuan dari Kenan. Karena pria yang berstatus sebagai kakak iparnya itu tetap bersikeras tidak mengijinkannya tinggal di mansion Meyer, padahal Alex sudah menurunkan ego nya dengan memohon.


"Se-sejak kapan kau ada disini?" tanya Kaylin masih dengan terkejut, dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Alex suaminya si wajah datar tanpa eskpresi itu berada diatas tempat tidurnya dengan tersenyum lebar, dan dengan wajah yang cerah tanpa beban seperti sebelumnya.


"Sejak semalam." Alex mengecup kening Kaylin dengan lembut.


"Semalam?" pekik Kaylin dengan gugup. "Jangan katakan semalam kau tidur di atas ranjangku?" Kali ini Kaylin takut, takut Alex menyentuh perutnya saat ia tertidur dan mengetahui kebohongan yang selama ini ditutupinya.


Alex yang menyadari ketakutan di raut wajah Kaylin menghela napas dengan kecewa, karena ternyata Kaylin masih merasa tidak aman dan nyaman berada didekatnya sampai takut kebohongan tentang kandungannya diketahui.


"Mulai hari ini aku akan tinggal disini?" ucap Alex tanpa menjawab pertanyaan Kaylin.


"Aku tidak bercanda."


Senyum di wajah Kaylin langsung menghilang. "Tapi bukankah kau pernah mengatakan tidak akan pernah menginap apalagi tinggal di mansion Meyer?"


"Aku berubah pikiran, karena seharusnya sejak awal aku menjagamu bukan mementingkan egoku yang tidak mau meminta pada Kenan untuk tinggal di sini."


"Alex..." Kaylin menatap suaminya dengan penuh haru. Ia tahu betul tidak mudah bagi seorang Alexander memutuskan untuk tinggal di mansion Meyer, karena itu sama saja dengan menurunkan harga dirinya dihadapan Kenan.


"Hei kenapa kau menangis?" Alex menghapus air mata di kedua pipi wanitanya.


"Ini tangis bahagia, karena akhirnya aku bisa merasakan ketulusan cintamu." Kaylin memeluk Alex dengan erat. Kini ia yakin seratus persen Alexander sudah mencintainya.


"Maaf sudah membuatmu menunggu lama, bahkan sampai menyakitimu dan Baby kita." Ucap Alex tanpa berani menyentuh atau menatap perut Kaylin.


Ya, Alex sudah memutuskan untuk berpura-pura tidak tahu keadaan Kaylin yang sebenarnya. Tadi malam juga Alex sudah meminta pada Kenan dan Cleo untuk tetap diam sampai Kaylin sendiri yang mengatakan langsung padanya, dan untuk mendapatkan pengakuan jujur dari Kaylin ia harus membuat wanita itu merasa nyaman dan aman disisinya.


"Baby kita?" Kaylin mengerutkan keningnya dengan perasaan gugup, takut kebohongannya sudah diketahui Alex.


"Ya, karena aku kau keguguran."


Kaylin menghela napasnya dengan lega, namun itu hanya sesaat karena saat ini yang harus dilakukannya adalah mengurungkan niat Alex untuk tinggal di Mansion Meyer. Karena jika Alex tinggal bersamanya pasti cepat atau lambat pria itu mengetahui kenyataan tentang kehamilannya, dan Kaylin belum siap menerima kemarahan Alex karena sudah membohongi pria itu.