One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 114



Setelah selesai makan malam dan berkumpul diruang keluarga bersama Cleopatra dan Keponakannya Rex, Kaylin pun masuk ke dalam kamarnya seorang diri karena Alex sudah lebih dulu masuk setelah makan malam selesai.


"Kenapa kau tidak memanggilku?" Alex dengan cepat mengambil alih Kaylin yang di dorong dengan kursi roda oleh pelayan.


"Tidak apa-apa aku tidak ingin merepotkanmu."


Alex menghela napasnya. "Lain kali kau harus memanggilku."


"Iya.. iya." Kaylin mengecup pipi Alex saat pria itu membaringkannya ke atas tempat tidur. Alex pun membalas kecupannya walau datar tanpa ekspresi, entahlah sejak menerima telepon tadi sikap Alexander berubah lebih diam.


"Kay.. Alex... " Keduanya memangil secara bersamaan lalu tertawa.


"Ladies first..." Ucap Alex.


Kaylin menggelengkan kepalanya. "Kau saja dulu." Kaylin masih takut untuk mengatakan pada Alex bahwa dirinya berbohong dengan mengatakan telah keguguran.


"Sebaiknya kau dulu."


"Kau dulu."


Alex menghela napasnya dengan dalam sembari menatap Kaylin dengan intens.


"Kakek bilang Raline mencoba bunuh diri."


"Apa?"


"Dan ini sudah ke-dua kalinya dia melakukan hal tersebut."


Kaylin yang terkejut sampai menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Saat ini dia dirawat di rumah sakit, dan tadi Kakek menghubungiku meminta agar aku datang menjenguknya."


Alex memang tidak ingin lagi ikut campur dengan urusan Raline, namun mendengar wanita yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri itu sampai dua kali mencoba untuk bunuh diri hati nuraninya sedikit terketuk. Itu sebabnya Alex memberitahu Kaylin untuk meminta pendapat wanitanya, jika Kaylin mengijinkan ia bertemu Raline maka Alex akan datang menjenguk, namun jika tidak ia tidak akan datang.


Mendengar penjelasan Alex kini Kaylin tahu apa yang membuat suaminya sejak tadi berubah diam, ternyata orang yang menghubungi Alex adalah Kakek Moses yang memberi kabar tentang keadaan Raline.


"Lalu apa kau ingin menjenguknya?" tanya Kaylin dengan perasaan sedikit kecewa. Bukan kecewa karena Alex terlihat mengkhawatirkan keadaan Raline, tapi ia kecewa karena di saat ingin memberitahu Alex tentang kehamilannya, justru kabar tentang Raline lebih dulu sampai pada suaminya itu.


Kaylin terdiam sambil berpikir apa akan mengijinkan Alex menjenguk Raline atau tidak.


"Jika aku mengijinkan kau menjenguknya apa aku boleh ikut?"


Alex menggelengkan kepalanya. "Lebih baik aku tidak menjenguknya dari pada membahayakan kesehatanmu."


"Aku tidak apa-apa Alex, kesehatanku sudah membaik."


"Tidak Kay. Kesehatanmu dan—" Alex tidak jadi meneruskan perkataannya.


"Dan apa?"


"Intinya kesehatanmu yang paling penting bagiku." Ucap Alex tidak ingin diganggu gugat.


"Oh ya ampun, kenapa kau jadi semanis ini." Kaylin merasa sangat terharu dengan sikap Alex yang sudah berubah meskipun wajahnya yang ditujukkan Alex saat ini wajah serius dengan sedikit emosi.


"Manis?" Alex mengerutkan keningnya dengan bingung, karena sejak tadi ia merasa tidak tersenyum sedikitpun.


Kaylin hanya menjawab dengan senyuman sambil memeluk Alexander. "Kesehatan aku sudah membaik, dokter juga bilang aku sudah boleh melakukan aktivitas seperti biasa namun tidak boleh terlalu lelah. Jadi aku ingin ikut bersamamu menjenguk Raline, bagaimana pun jahatnya wanita itu tapi kita tidak bisa menutup mata pada keadaannya saat ini."


Alex menatap Kaylin dengan tatapan kagum, wanitanya yang dulu manja dan selalu ceroboh kini berubah menjadi wanita dewasa. Tidak salah hatinya mencintai seorang Kaylin Moses.


"Baiklah kau boleh ikut tapi dengan satu syarat, jangan jauh-jauh dariku."


"Oke my bodyguard." Ucap Kaylin dengan tertawa karena Alex memang selalu menjaganya dua puluh empat jam seperti seorang pengawal pribadi.


Alex pun ikut tertawa lalu mengecup bibir wanitanya. "Sekarang istirahatlah! Aku ingin melanjutkan pekerjaan dulu."


Kaylin menganggukkan kepalanya. Baru saja ia berbaring menarik selimut, Alexander kembali mendekat.


"Tapi kau ingin mengatakan apa?"


"Apa ya? Aku lupa. Tapi sepertinya bukan hal yang penting." Kaylin memilih menunda untuk memberitahu Alex tentang kandungannya.


"Kau itu," Alex menggelengkan kepala lalu beranjak menuju meja kerjanya setelah mencium kembali bibir Kaylin.