One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 87



Raline yang ingin menganggu kebersamaan Alexander dan Kaylin, terpaksa harus gigit jari saat melihat bodyguard yang berjaga di depan pintu kamar. Hatinya kesal, kecewa, frustasi tak tahu harus berbuat apa untuk membuat Alexander keluar dari kamar tersebut.


Ingin rasanya Raline mendobrak pintu kamar Alexander, namun tidak mungkin ia lakukan karena tidak berani berurusan dengan bodyguard pria itu, dan kini yang bisa Raline lakukan hanyalah menuggu Alex keluar dari kamar agar ia bisa mengungkapkan isi hatinya. Raline tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk mengungkapkan isi hatinya, karena takut Alex semakin terjerat oleh Kaylin.


Lama Raline menunggu, namun Alex belum juga keluar dari kamarnya, entah apa yang tengah dilakukan Alexander dan Kaylin di dalam sana sampai keduanya melewatkan makan malam. Bahkan saat ini sudah tengah malam tapi Alex belum juga keluar hingga akhirnya Raline tertidur di atas sofa.


Sementara itu Alex yang keluar dari kamar hendak mengambil makanan untuk Kaylin, terkejut saat melihat Raline tertidur di ruang tengah seorang diri.


"Raline bangun." Alex mencoba membangunkan adiknya agar pindah ke dalam kamar. "Raline..." karena tidak juga bangun, Alex akhirnya berinisiatif untuk menggendong Raline ke dalam kamar wanita itu.


Setelah masuk ke dalam kamar Raline, Alex yang hendak merebahkan adiknya ke atas tempat tidur begitu terkejut saat melihat Raline yang ternyata sudah terbangun dari tidurnya. Dengan segera Alex menurunkan adiknya itu karena tidak ingin terjadi kesalahpahaman diantara mereka.


"Jangan biasakan dirimu tidur di luar kamar, apalagi ada tamu pria di mansion kita." Alex mengingatkan Adiknya sebelum beranjak dari kamar tersebut.


"Tunggu Kak," Raline menahan langkah Alexander. Setelah menunggu cukup lama dan tadi berpura-pura tertidur, tidak mungkin ia melepaskan Alex begitu saja, apalagi momen saat ini begitu pas dimana mereka hanya berdua berada di dalam kamarnya.


"Aku tidur di luar karena menunggumu, apa kau lupa setelah makan malam aku menunggu di ruang kerja?"


Alex mengerutkan keningnya sesaat lalu menghela napas saat tersadar sudah melupakan permintaan Raline untuk berbicara di ruang kerjanya setelah makan malam. Jangankan mengingat pertemuan tersebut, dia bahkan melewatkan makan malamnya karena kegiatan panas yang dilakukannya bersama Kaylin.


"Kaylin..." Alex yang mengingat wanitanya tengah menunggu hendak keluar dari kamar tersebut.


"Kak jangan pergi," Raline kembali menahan langkah Alex. Tidak hanya menahan bahkan kini ia memeluk Alexander dengan erat.


"Raline lepaskan, aku harus —"


"Aku mencintaimu Kak," ucap Kaylin dengan cepat memotong perkataan Alexander.


Deg.


Alex menatap Raline dengan rasa tak percaya dengan apa yang didengarnya, wanita itu baru saja mengatakan mencintainya.


"Aku mencintaimu kak. Aku mencintaimu seperti seorang wanita yang mencintai pria nya, aku mencintaimu sejak dulu ketika pertama kali menginjakkan kaki di Mansion Moses." Ucap Raline dengan jujur. "Aku tahu kakak juga mencintaiku, itu sebabnya aku memberanikan diri mengatakan perasaanku."


Alex yang masih terkejut dengan apa yang dikatakan Raline, hanya bisa diam tanpa tahu harus mengatakan apa. Sungguh ia tidak menyangka wanita yang sangat dicintainya ternyata juga mencintainya, bahkan tadi Raline mengatakan mencintainya sejak dulu, sejak pertama kali menginjakkan kaki di Mansion Moses.


Seharusnya Alex bahagia bukan mengetahui wanita yang selama ini dicintainya juga ternyata mencintainya, tapi kenapa ia merasa biasa saja setelah mendengar semua itu. Kenapa tidak ada rasa bahagia sedikitpun yang ia rasakan di dalam hati.