One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 116



"Kak.. " Raline menarik tangan Alexander. "Apa benar-benar tidak ada lagi cinta untuk ku? Aku sangat mencintaimu kak."


Alex menggelengkan kepalanya sambil melepaskan cengkraman Raline. "Jika kau benar-benar mencintaiku lepaskan aku untuk hidup bersama wanita yang kucintai. Karena rasa cinta yang tulus tak harus memiliki."


"Kak.." Raline menangis dengan terisak.


"Dan kau harus ingat satu hal! Cukup sekali kau mengecewakan ku jangan sampai kau mengecewakan orang lain lagi terutama kakek." Setelah mengucapkan hal tersebut Alex pergi dari ruang rawat tersebut.


Raline sendiri hanya bisa menangis menatap kepergian Alexander, kepergian yang ia yakini tidak akan pernah kembali. Ia sudah benar-benar kehilangan Alexander, kehilangan cinta pria itu untuk selama-lamanya.


*


*


"Sudah?" tanya Moses saat melihat cucunya keluar dari ruangan Raline.


Alexander hanya diam, berjalan kearah Kaylin lalu menggendong wanita itu. "Lain kali jangan hubungi aku!" ucap Alex sambil berlalu dari tempat tersebut.


Kaylin yang digendong menatap pada Kakek Moses yang sedang tersenyum, lalu menatap pada Alexander.


"Bisa tidak kau itu bersikap sopan pada Kakek?"


"Tidak bisa." Jawab Alex dengan cepat.


"Ck, kau itu." Kaylin yang gemas mengecup pipi Alex sambil mengusap dada bidang Pria nya tanpa mempedulikan orang-orang disekitar yang tengah menatap mereka.


"Jangan memancingku sayang, kau tahu aku tidak bisa menyentuhmu." Ucap Alex dengan lirih, membuat Kaylin tertawa.


Setelah masuk ke dalam mobil, Kaylin terus menatap pada Alex. Menatap pria yang sangat ia cintai itu sambil memeluknya saat mengingat kembali perkataan Kakek Moses tadi saat Alex masuk kedalam ruangan Raline.


Flashback on.


"Bagaimana keadaan cicitku?"


Kaylin terdiam karena terkejut. "Kakek tahu aku..?"


Moses tersenyum. "Aku baru tahu kemarin malam saat memberitahu Alex keadaan Raline."


"Apa? Jadi Alex juga sudah tahu aku tidak keguguran?"


Lagi-lagi kakek Moses hanya tersenyum. "Bagaimana kabar cicitku?" ia mengulangi pertanyaannya karena sudah tidak sabar ingin mengetahui kabar keturunan Moses yang kuat itu. Bagaimana tidak kuat, cicitnya itu masih bisa bertahan setelah terjatuh dari tangga.


"Dia sehat," Kaylin tersenyum sembari mengusap perutnya dengan perlahan.


"Syukurlah, jaga dia baik-baik karena Alex begitu menyayangi anak ini." Ucap Moses menatap perut Kaylin dimana cicitnya berada. "Maaf kakek tidak ada di sisimu sejak kejadian itu, tapi yakinlah satu hal Kakek menyayangi kalian." Ucapnya dengan jujur. Karena secara diam-diam sejak kejadian tragis yang menimpa Kaylin, Moses secara pribadi menempatkan bodyguard untuk menjaga Kaylin tanpa tahu cicitnya yang ternyata masih hidup.


"Aku akan menjaganya, kakek tidak perlu khawatir karena ada Alex yang selalu di sampingku."


Moses menganggukkan kepalanya dengan tersenyum bahagia, kini ia tidak perlu khawatir lagi pada kehidupan Kaylin dan Alex. Ia juga kini bisa bernapas lega karena cicitnya calon penerus Moses dalam keadaan sehat.


"Oh ya kakek, apa Alex marah padaku karena menyembunyikan kebenaran tentang kandunganku? Sampai berpura-pura tidak mengetahui kalau aku tidak keguguran?" tanya Kaylin dengan menundukkan kepalanya. Karena selama ini Alex diam dan seolah-olah tidak mengetahuinya rahasia yang disimpannya.


"Tentu saja tidak. Alex melakukan hal tersebut karena menghormati keputusanmu yang belum mau bercerita." Karena tadi malam Alex mengatakan agar tak memberitahu Kaylin kalau ia dan Alex sudah mengetahui kalau Kaylin tidak keguguran, Alex ingin Kaylin yang cerita langsung pada cucunya itu.


Kaylin menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.


Flashback off.


"Alex aku sangat mencintaimu." Kaylin memeluk erat suaminya, namun pria itu diam saja tidak membalas ucapannya.


Kaylin yang kesal menatap pada Alex yang ternyata tertidur pulas dengan raut wajah kelelahan. Ia merasa kasihan karena suaminya itu menjaga dirinya selama dua puluh empat jam.


"Setelah sampai Mansion, aku akan memberitahumu tentang kandunganku yang ingin kau dengar secara langsung dariku. agar kau bisa menjaga dan menyayangi baby kita tanpa harus takut untuk menunjukkannya." Kaylin memeluk Alex kembali dan ikut memejamkan kedua matanya.


Keduanya tertidur dengan meninggalkan Boby yang tengah menyetir kendaraan mereka dengan perasaan kesal karena tidak bisa bermesraan seperti mereka. Bagaimana bisa bermesraan kalau kekasih saja tidak punya.