One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 54



"Kenapa diam saja? Cepatlah, tunggu apalagi?" Alex menatap intens pada wanitanya yang masih duduk diatas tempat tidur dengan selimut yang membungkus tubuhnya.


"Kita akan pergi kemana?" tanya Kaylin masih dengan menahan kekesalannya, ia tidak bisa bersikap seperti dulu yang langsung marah dan pergi saat Alex menyakiti hatinya, karena sekarang keadaannya sudah berbeda, dia sudah menjadi istri dari seorang Alexander, dan secara tidak langsung memilih pria itu demi bayi yang ada di dalam kandungannya. Lagi pula jika ia pergi, akan pergi kemana? Kenan saja sudah memutus hubungan mereka, terlebih lagi dirinya tak memegang uang seperak pun.


"Nanti kau akan tahu, cepat bersiaplah!"


Mau tak mau Kaylin turun dari atas tempat tidur dengan tubuh polosnya tanpa sehelai benang pun, ia sengaja melakukan hal tersebut untuk membuat Alex semakin pusing menahan gairahnya. Ia yakin, saat ini milik pria itu pasti menegang di balik celana pendek yang dikenakannya.


"****!" Alex bergegas keluar dari dalam kamar, karena sudah tidak sanggup jika berada di dalam kamar yang sama dengan Kaylin tanpa menyentuh wanita itu.


"Memangnya enak aku kerjai?" Kaylin tertawa dengan penuh kemenangan sembari masuk ke dalam bathroom.


Setengah jam lebih ia menghabiskan waktunya untuk membersihkan diri, dan saat keluar dari dalam bathroom Alex belum juga kembali, entah kemana pria itu pergi tapi yang jelas Kaylin tidak peduli.


Ya, Kaylin sudah memutuskan untuk tidak peduli lagi Alex mencintainya atau tidak, karena yang jelas saat ini mereka sudah menikah dan beberapa bulan ke depan bayi di dalam kandungannya akan lahir, jadi selama Alex menepati janjinya dengan menjadikan ia wanita satu-satunya dalam hidup pria itu, maka dia tidak akan keberatan dengan semua sikap Alexander.


"Apa ini?" Kaylin mengambil paper bag yang berada di atas tempat tempat tidur, yang ternyata berisi pakaian dan satu set dalaman. "Ya ampun, dia itu pelit sekali, masa aku hanya dibelikan satu pakaian? Besok-besok aku akan memakai apa?" gerutunya sembari menatap ke seluruh ruangan, siapa tahu masih ada beberapa paper bag berisi pakaian yang dibeli oleh Alex. Namun sayang tidak ada apa pun di dalam ruangan tersebut, hanya ada dua koper yang tampak rapih yang pastinya berisi semua pakaian milik Alexander.


Tidak mau pusing memikirkan masalah pakaian, Kaylin pun memilih mengenakan pakaian tersebut dengan segera, karena dia tahu betul Alex tipikal pria yang tidak suka menunggu lama dalam hal apapun.


*


*


"Sebenarnya kita itu akan pergi kemana?" tanya Kaylin setelah mereka berada di dalam mobil.


"Tempat tinggal baru?" Kaylin mengerutkan keningnya dengan bingung, pantas saja semua pakaian Alex di pindah ke dalam koper, dan semua koper tersebut di bawa masuk ke dalam mobil mereka. "Jangan bilang kau mendadak jatuh miskin? Lalu kita pindah ketempat yang lebih kecil?" Kaylin mendadak ngeri membayangkan hal tersebut.


Hahaha...


Bukan Alex yang tertawa, tapi Boby, karena di dalam mobil tersebut tidak hanya ada mereka berdua, tetapi juga ada Boby yang saat ini tengah mengemudikan kendaraan yang mereka tumpangi.


"Nona Anda itu lucu sekali, kalau Tuan Alex jatuh miskin tidak mungkin aku ikut bekerja dengannya," ucap Boby masih dengan tertawa.


"Boby!" peringat Alex dengan tatapan tajamnya, yang berhasil membuat asisten pribadinya itu langsung terdiam.


"Tunggu dulu! Bukankah sejak dulu kau memang ikut kerja dengannya? Maksudku sebagai partner Alex, menjadi seorang pengawal pribadi?"


"Itu dulu Nona, sekarang..."


"Bob apa kau ingin aku tendang dari mobil ini?" Alex semakin menatap tajam.


"Tidak Tuan," Boby memilih untuk diam, fokus mengemudikan mobil tanpa mau menjawab pertanyaan Nonanya.


Sementara Kaylin yang masih tak mengerti dengan apa yang dikatakan Boby, menatap pria itu dan Alex secara bergantian.


"Ada apa ini? Kenapa perasaanku jadi tidak enak?"