
Setelah sampai di mansion Meyer, Alex langsung membawa Kaylin ke dalam kamar untuk beristirahat meskipun tadi di dalam mobil wanitanya itu sempat tertidur begitu pun dengan dirinya.
"Alex tunggu!" Kaylin menahan langkah pria itu yang hendak beranjak dari tempat tidur setelah membaringkannya di atas ranjang. "Ada yang ingin aku sampaikan."
Alex kembali duduk dengan menggenggam tangan Kaylin.
"Apa yang ingin kau sampaikan?"
"Alex sebenarnya aku," Kaylin menarik napas dan mengeluarkannya secara perlahan untuk mengurangi rasa gugupnya. Walaupun Alex sudah mengetahui yang sebenarnya kalau ia tidak keguguran, tapi tetap saja Kaylin merasa takut. "Sebenarnya aku tidak keguguran, Baby kita masih ada di dalam sini." Kaylin membawa tangan Alex keatas perutnya.
Alex sendiri terdiam dengan wajah yang terkejut, bukan karena pengakuan Kaylin yang sudah ia ketahui kebenarannya. Tapi Alex terkejut karena secepat itu Kaylin kembali mempercayainya, itu artinya Kaylin sudah merasa aman dan nyaman bersamanya.
"Alex kau dengar aku?" Kaylin mengusap tangan Alex yang masih berada di perutnya.
Alex masih diam lalu tanpa kata memeluk Kaylin dengan erat. "Akhirnya kau memberitahu kebenarannya."
Kaylin tersenyum dalam pelukan Alexander. "Sebenarnya kau sudah tahu tentang hal ini bukan?"
"Ya, aku sudah tahu semuanya dari Boy Arbeto, itu sebabnya aku memutuskan tinggal di mansion Meyer agar bisa menjaga kalian." Alex mengurai pelukannya lalu mengusap perut Kaylin dengan perlahan.
Tanpa terasa air mata menetes di kedua sudut matanya karena merasa terharu, akhirnya ia bisa mengusap dan menyapa kembali baby yang ada di dalam perut Kaylin setelah hampir satu bulan tidak bisa melakukannya.
"Alex kau menangis?" Kaylin terkejut saat melihat seorang Alexander yang selalu berwajah datar, dingin, dan terlihat kejam tak berperasaan itu meneteskan air mata.
"Aku menangis karena bahagia bisa memiliki kalian kembali, seutuhnya." Alex mengusap sudut matanya lalu mencium bibir Kaylin dengan penuh kelembutan.
Kaylin pun ikut meneteskan air mata, saat merasakan betapa besar cinta Alex kepadanya dan calon anak mereka.
"Karena aku yakin kau mempunyai alasan yang kuat menutupi kebenaran itu dariku." Alex mengusap air mata di pipi wanitanya.
Kaylin tersenyum dengan perasaan bahagia, karena akhirnya semua permasalahan dan kesalahpahaman yang terjadi sejak mereka menikah sudah terselesaikan. Tidak ada lagi Raline di antara mereka, dan yang paling penting cintanya sudah tidak lagi bertepuk sebelah tangan.
Karena kini Alex sangat mencintainya dan sangat menyayangi calon anak mereka yang ada didalam kandungannya. Hingga semua terasa sangat sempurna meskipun masih ada satu yang mengganjal, yaitu hubungan Kenan dan Alex yang belum berdamai.
"Mari kita pulang, aku sudah menyiapkan kamar untuk baby kita di mansion Moses yang baru." Pinta Alex yang membuat Kaylin terkejut.
Karena baru saja Kaylin memikirkan bagaimana caranya untuk memperbaiki hubungan Alexander dengan Kenan, pria itu justru memintanya untuk pulang.
"Aku akan pulang ke mansion kita, kalau hubungan kau dan Kenan sudah membaik."
"What? Tapi itu tidak mungkin terjadi Kay." Alex tahu betul Kenan sangat tidak menyukainya begitu pun sebaliknya, jadi keinginan Kaylin itu sangat mustahil untuk terkabul.
"Pasti bisa sayang, aku yakin kau bisa melakukannya." Kaylin menyemangati suaminya dengan menepuk bahu Alex, layaknya menyemangati seseorang yang akan maju ke medan perang.
"Tapi Kaylin Moses..."
"Mulai hari ini berusahalah! Semakin cepat hubungan kalian membaik maka semakin cepat aku pulang bersamamu." Ucap Kaylin dengan tersenyum geli saat melihat wajah Alex yang kebingungan.
Alex yang frustasi dengan permintaan Kaylin mengusap wajahnya dengan kasar, ia tidak mengira persyaratan yang diajukan istrinya itu untuk mau pulang bersamanya begitu berat dan mustahil, seperti memindahkan menara Eiffel ke Jakarta atau memindahkan candi Borobudur ke Amerika.
...Next ada up selanjutnya jadi ditunggu ya😍...