
Raline menatap dengan bingung pada sosok wanita yang berbicara ketus pada Alexander, sementara Kaylin menatap dengan tajam sosok wanita yang masih memeluk suaminya dengan erat.
"Kak dia siapa?" Raline ikut bertanya tanpa mengalihkan tatapannya pada sosok wanita yang berdiri di samping Alex, sosok wanita yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
"Kenalkan aku Kaylin Meyer," Kaylin memperkenalkan diri karena Alex hanya diam saja tak bersuara. "Aku—"
"Dia Kaylin Moses," Alex memotong perkataan wanitanya.
"Moses?" Raline mengerutkan keningnya dengan wajah yang semakin bingung, karena seingatnya mereka tidak memiliki kerabat lain yang tinggal di Jakarta.
"Dia istriku," ucap Alex kembali saat melihat kebingungan di wajah Raline.
"Istri?" pekik Raline dengan sangat terkejut.
"Ya, aku istrinya," Kaylin semakin percaya diri memperkenalkan siapa dirinya, pada sosok wanita cantik yang masih saja memeluk Alex. Ingin rasanya Kaylin melepas pelukan tersebut, namun melihat Alex yang seperti nyaman dan tidak keberatan dipeluk seperti itu membuat Kaylin enggan untuk bertindak.
"Kak kau pasti bercanda?" Raline menggelengkan kepalanya dengan wajah tak percaya, karena tiba-tiba saja pria itu menyebut wanita asing sebagai istrinya.
Alex diam, tangannya melepas pelukan Raline yang mengendur seiring penjelasan mengenai siapa sosok Kaylin. "Pernikahannya kemarin, dan hanya acara inti tanpa sebuah pesta," jelasnya lagi.
"Tidak mungkin?" Raline menatap dengan intens wajah Alex, mencari dan berharap kakaknya itu sedang berbohong, namun sayang ia tidak melihat kebohongan di wajah Alex yang terlihat datar tanpa ekspresi. "Tapi kenapa kak?" teriaknya tanpa sadar, membuat Alex dan Kaylin terkejut.
Terutama Kaylin, yang bingung siapa sebenarnya sosok wanita cantik tersebut, karena wanita itu memanggil Alex dengan kakak namun dengan gestur tubuh layaknya seorang kekasih.
"Raline kau kenapa?" tanya Alex yang cukup terkejut mendengar teriakan Raline.
"Maaf kak aku hanya terkejut, maksudku kenapa kakak tidak memberitahu aku dan kakek kalau ingin menikah?" Raline yang tersadar telah kelepasan dalam bersikap, mencoba untuk terlihat tenang meski hatinya diliputi oleh kemarahan. "Kakak juga tidak pernah mengenalkan dia kepada kami?"
"Kakak kenapa bicara seperti itu? Tentu saja kabar apa pun tentangmu penting bagi kami."
Alex dan Raline saling menatap dengan intens.
Ehem.
Kaylin berdeham dengan keras, membuat tatapan Alex dan Raline terputus.
"Kau belum menjawab pertanyaan aku Alexander, dia siapa?" tanyanya yang kembali ketus. Perasaannya yang sempat bahagia karena Alex mengenalkannya sebagai seorang istri, lenyap seketika saat melihat tatapan kedua orang yang ada dihadapannya.
"Dia Adikku."
"Adik?" Kaylin menatap tak percaya pada Alex dan wanita cantik tersebut.
"Namanya Raline Moses," sahut Alex kembali.
"Moses? Jadi nama keluarga Alex adalah Moses?" gumam Kaylin dalam hati yang baru tersadar alasan Alex selalu menyematkan nama Moses dibelakang namanya.
"Iya kakak ipar, aku Adiknya," Raline melingkarkan tangannya pada pinggang Alex dengan tersenyum manja. "Oh ya, selamat datang di keluarga Moses."
Kaylin yang masih terkejut dengan status hubungan Alex dan Raline yang tenyata kakak beradik, hanya menjawab dengan senyuman kaku. ia merasa tidak enak karena sudah bersikap ketus pada adik suaminya itu, dan sudah berpikiran yang tidak-tidak pada mereka.
Walaupun wajar ia bersikap seperti itu, mengingat dirinya tidak tahu apa pun tentang Alexander dan keluarganya. Bahkan ia saja baru tahu Alex memiliki sebuah mansion mewah, dan entah apa lagi yang akan ia ketahui tentang Alexander, tapi yang jelas Kaylin ingin tahu semuanya tanpa ada lagi yang di tutupi.