One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 68



Sementara itu Kaylin yang berjalan ke tempat di mana mobil yang ditumpanginya berada, langsung masuk ke dalam mobil tersebut.


"Kenapa lama sekali?" gerutu Raline saat wanita itu masuk ke dalam mobil.


"Maaf..." hanya itu yang bisa Kaylin ucapkan karena males berdebat dengan Raline yang semakin memperlihatkan ketidaksukaannya pada dirinya.


*


*


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sepuluh menit, mobil yang ditumpangi keduanya sampai di kantor milik Alexander, Raline lebih dulu masuk ke dalam gedung bertingkat itu, meninggalkan Kaylin yang berjalan dibelakang karena kelelahan.


"Selamat datang Nona Raline."


Sapa beberapa karyawan yang berpapasan dengan mereka, bahkan ketika mereka tiba di lantai atas semua karyawan menyapa Raline, membuat hati Kaylin berkecil hati karena para karyawan suaminya lebih mengenal Raline dibanding dirinya. Dan itu wajar karena dia tidak pernah datang ke kantor Alex, ditambah dengan pernikahannya yang tertutup membuat semua orang tidak mengenalnya, bahkan mungkin tidak tahu kalau atasan mereka telah menikah.


"Nyonya," Boby yang baru keluar dari ruangan Alex terkejut saat melihat kedatangan Kaylin, karena seingatnya yang akan datang ke kantor tuannya itu hanya Raline.


Kaylin sendiri hanya menjawab sapaan Boby dengan tersenyum.


"Kakak ada di dalam kan?" tanya Raline sembari berjalan menuju ruang kerja Alexander.


"Iya, Tuan Alex ada diruangannya." Boby berjalan mendahului nona Raline dengan membuka pintu ruangan untuk kedua wanita tersebut.


"Hai kak.." sapa Raline dengan tersenyum.


"Raline kenapa kau lama..." Alex tidak jadi meneruskan perkataannya saat netra nya menatap sosok Kaylin yang berdiri di belakang punggung adiknya. "Kay..."


Alex yang sedang duduk di kursi kerjanya bergegas menghampiri Kaylin, membuat Raline kesal karena pria itu melewatinya begitu saja.


"Kenapa kau kemari?" tanya Alex dengan cemas meski yang terlihat di wajahnya hanya ekspresi datar.


"Apa aku tidak boleh berkunjung ke kantor suamiku sendiri?" jawab Kaylin sembari menatap ke seluruh ruangan.


"Tentu saja boleh, tapi lebih baik kau tetap berada di mansion, beristirahat."


"Kau dengar kan kakak ipar?" Raline menggelengkan kepalanya. "Aku sudah melarangnya untuk ikut, tapi kakak ipar tidak mau mendengar," ucapnya dengan bergelayut manja di lengan Alex.


"Bayi di dalam sini ingin bertemu Daddy nya, apa salah? Jika kau tidak suka aku datang kemari aku pergi... "


"Tunggu!" Alex menahan lengan istrinya sembari melepaskan rangkulan Raline. "Kau merindukanku?" Alex menatap perut Kaylin sembari mengusapnya dengan perlahan.


"Iya Daddy aku merindukanmu," Kaylin yang menjawab dengan suara dibuat seperti anak kecil.


Alex menatap Kaylin dengan intens sembari terus mengusap perut wanitanya, sementara Raline bersusah payah menahan amarahnya melihat pemandangan yang membuat sakit mata dan hatinya.


"Aku yang ingin bermesraan dengan Alex, kenapa jadi mereka," umpatnya dalam hati. Karena tidak ingin kalah dari Kaylin, Raline pun berusaha mencuri perhatian Alex dengan kembali bersikap manja pada pria itu.


"Kak kemarilah!" Raline menarik Alexander menjauh dari Kaylin, membawa pria itu untuk duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. Namun sialnya Alex ikut membawa Kaylin untuk duduk, sementara pria itu memilih duduk di kursi kerjanya.


"Mana makanannya?" Alex menatap sang adik yang tak membawa apapun.


"Makanan?" Raline mengerutkan keningnya dengan bingung.


"Bukankah kau bilang ingin datang kemari untuk membawa makanan?"


Deg.


Raline langsung menatap pada Kaylin, begitupun sebaliknya.


"Datang membawa makanan? Bukankah kau yang menyuruh Raline datang ke kantor?" tanya Kaylin dengan curiga.


Alex menatap Raline yang terlihat gugup. "Ah ya, aku lupa yang menyuruh Raline untuk datang kemari, dia juga pasti lupa membawa makanannya. Benar begitukan Raline Moses?" ucapnya dengan penuh penekanan.


Raline menganggukkan kepalanya dengan tersenyum lebar, karena pria yang dicintainya menutupi kebohongannya. Walaupun perkataan Alex terasa dingin tapi setidaknya Alex melindunginya, yang berarti pria itu sangat menyayanginya.


Sementara Kaylin menatap Alex dan Raline bergantian, entah mengapa ia merasa seperti sedang dibohongi oleh salah satu dari mereka atau justru keduanya.


.