One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 47



Melihat tatapan Kaylin, dan ke-dua calon kakak iparnya yang terkejut dan penuh tanya, semakin membuat Mario panik.


"Sial, bagaimana bisa baji-ngan itu mengetahui rahasia ku? Atau jangan-jangan dia hanya asal bicara untuk menggertak saja?" gumam Mario dalam hati. "Oh come on, kalian tidak mungkin percaya begitu saja pada ucapannya kan?" tanyanya pada semua orang, terutama pada Kenan yang mulai menatapnya dengan tatapan menyelidiki, sebisa mungkin ia bersikap biasa saja agar calon kakak iparnya itu tidak curiga. "Kay.. kau juga tidak mungkin percaya pada baji-ngan itu kan?"


Kaylin menatap Alex dan Mario bergantian. Ingin sekali ia mempercayai calon suaminya itu, namun dia pun tahu Alex tidak mungkin menuduh orang sembarangan, jika Alex sudah berani berbicara maka pria itu pasti memiliki bukti yang kuat.


"Aku percaya semua yang dikatakannya." Bukan Kaylin yang berkata, melainkan Cleopatra. "Kau mungkin tidak tahu siapa Alexander, dia itu bukan hanya seorang pengawal pribadi biasa, tapi dia juga orang kepercayaan sepupuku. Jadi tidak mungkin Alexander berkata bohong."


Apakah Alex merasa terharu dengan kepercayaan Cleopatra padanya? Maka jawabannya tentu saja iya, karena mantan majikannya yang selalu membuat ia pusing dengan segala tingkahnya yang tidak bisa diatur, mau percaya dengan ucapannya dibandingkan dengan Kaylin yang terlihat ragu. Padahal untuk seorang wanita yang mengaku mencintainya, seharusnya Kaylin mempercayai apa yang dikatakannya.


"Kalau begitu mana buktinya?" tantang Mario dengan memberanikan diri. Ia yakin, Alex tidak dapat membuktikan tuduhan tersebut, karena tidak ada satu orang pun yang tahu kecuali teman-temannya kalau ia memiliki orientasi menyimpang.


Ya, Mario memang Biseksual seperti yang dituduhkan Alex, dan itu terjadi sejak ia masih remaja. Pergaulan yang bebas membuatnya terjerumus pada perilaku menyimpang yang bisa menyukai pria dan wanita sekaligus, dan selama ini perilaku menyimpangnya aman terkendali tak ada satu orang pun yang tahu, termasuk ke-dua orang tuannya. Dan jika ia berhasil menikah dengan Kaylin, dengan wanita kaya, ceroboh, yang begitu terobsesi memiliki kekasih, maka Mario bisa lebih aman dalam menjalankan apa yang diinginkannya.


Deg.


Mario terkejut saat Alex mengetahui apa yang dilakukannya di BLU, bahkan sampai mengetahui nama kekasihnya. Ia tidak menyangka pria miskin yang sialnya begitu tampan itu bisa mengetahui semuanya, padahal seingatnya Alex tidak ikut bersama mereka ke Club.


"Apa yang dikatakan Mario benar, kau harus memiliki bukti jika menuduh seseorang?" ucap Kenan saat melihat Mario yang kembali pucat setelah Alex membisikkan sesuatu.


"Buktinya..."


"Ck.. ini benar-benar sangat konyol!" sela Mario dengan cepat memotong ucapan Alex. "Aku meminta bukti padanya, hanya ingin mengetahui apa reaksi kalian? Apakah membelaku dengan mengatakan tidak butuh bukti apa pun, karena mempercayai ku. Tapi lihat apa yang terjadi! Kau justru ikut meminta bukti, itu artinya kau tidak percaya pada calon adik ipar mu sendiri," tunjuk Mario pada Kenan. "Seharusnya kau membelaku Tuan Kenan Meyer."


Kenan yang ditunjuk justru bingung tak mengerti dengan ucapan Mario, begitu juga dengan Kaylin dan Cleopatra.