One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 60



Namun rasa bahagia itu langsung menghilang saat melihat Raline yang sudah duduk dengan anggunnya di kursi penumpang depan, membuat ia terpaksa harus duduk di kursi belakang dan menjadi penonton dimana suaminya yang mengendarai mobil duduk bersama sang Adik kesayangan.


"Seharusnya dia itu tahu diri, aku kan istrinya kenapa jadi aku yang duduk di belakang," umpatnya dalam hati sembari memaki Boby yang entah ada di mana, di saat ia membutuhkan keberadaanya pria itu justru menghilang.


"Kakak ipar tidak marah kan aku duduk di depan? Karena aku tidak terlalu nyaman kalau duduk di belakang," ucap Raline dengan raut wajah tak enak hati.


Kaylin hanya menjawab dengan senyuman tipis. "Kau tidak nyaman duduk di belakang, tapi aku tidak nyaman dengan keberadaanmu," ucapnya dengan sangat lirih.


"Kakak ipar mengatakan apa?" tanya Raline yang tidak terlalu jelas mendengar perkataan Kaylin yang sangat lirih.


"Tidak, aku tidak mengatakan apa pun." Kaylin kembali tersenyum, namun di detik berikutnya tubuhnya terasa kaku saat kedua matanya bersirobok dengan ke-dua mata Alex yang tengah menatapnya dengan intens dari kaca spion mobil. "Jangan sampai Alex mendengar apa yang tadi aku ucapkan," gumamnya dalam hati.


Kaylin yang merasa menjadi orang asing di antara kakak beradik yang saat ini tengah bercengkrama dengan serunya, atau kata yang lebih tepatnya Raline yang begitu seru bercerita sementara Alex lebih banyak menjawab dengan singkat, memilih untuk tidur saja karena ia tidak dilibatkan sama sekali dengan perbincangan mereka. Namun sebelum menutup kedua matanya, ia mendengar suara tawa Alex yang begitu lepas, suara tawa yang tidak pernah ia dengar ketika bersamanya.


Dan perasaan aneh yang mengganjal di hatinya itu semakin kuat, di hari-hari berikutnya selama ia tinggal di mansion Moses. Dimana setiap harinya ia melihat Raline tanpa rasa segan sedikit pun mencium pipi Alex saat suaminya itu berangkat kerja, memeluk, dan banyak interaksi ke-duanya yang sanggup membuat hatinya panas. Ditambah lagi dengan sikap Raline yang menyita waktu Alex baik di dalam mansion, atau pun di luar mansion saat mereka pergi keluar hanya berdua tanpa mengajaknya.


"Nyonya Anda baik-baik saja?" Boby yang tengah menunggu Tuan Alex, melihat keberadaan Nyonya Kaylin yang duduk sendirian di halaman belakang mansion, tidak bergabung untuk sarapan pagi bersama tuan dan nona Raline.


"Aku baik-baik saja," Kaylin menyentuh perutnya dengan perlahan, perut yang sudah mulai menonjol walau hanya sedikit.


Sudah satu bulan ia tinggal di mansion Moses, dan selama satu bulan ini kehidupan bahagia yang ia impikan sirna begitu saja. Kaylin memang tidak kekurangan dalam hal materi namun ia merasa sangat kesepian. Hubungannya dengan Alex tidak ada kemajuan sama sekali, bahkan mereka belum melakukan hubungan suami istri sampai detik ini. Alex sangat sibuk dengan pekerjaannya dan selalu pulang larut malam, dan di saat weekend waktu Alex justru habis bersama Raline.


"Kak aku merindukan kalian," air matanya berjatuhan di kedua pipinya, saat ia mengingat Kenan, Cleopatra, terutama Rex keponakannya. Ingin rasanya Kaylin datang ke mansion Meyer, mengadukan apa yang dirasakannya pada sang kakak yang selalu melindunginya, namun ia tidak berani mengingat dirinya sudah bukan bagian dari keluarga Meyer lagi.