One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 109



Cleopatra yang sedang berbincang di ruang tengah bersama Kenan, menatap pelayan yang datang menghampiri.


"Tuan, Nyonya, di luar ada Tuan Alex. Beliau meminta untuk masuk kedalam."


Cleopatra menatap Kenan penuh tanya, sementara Kenan hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.


"Biarkan dia masuk."


"Baik Nyonya." Pelayan tersebut segera beranjak dari ruangan.


"Kenapa dia datang lagi?" Tanya Cleopatra pada Kenan karena tidak biasanya adik iparnya itu datang malam-malam.


"Kau tidak salah bertanya padaku?" Kenan balik bertanya dengan menyindir.


"Ish.. kau itu." Cleopatra yang kesal mencubit pinggang Kenan, yang dibalas oleh suaminya dengan sebuah kecupan dibibir.


Ehem


Alex berdeham, membuat pasangan suami istri itu melepaskan tautan bibir mereka.


"Mengganggu saja," Kenan menatap Alex dengan kesal.


"Sayang..." Cleopatra menatap suaminya dengan tajam, lalu menatap pada Alex yang berdiri dihadapan mereka. "Duduklah!"


Alex pun duduk meski melihat wajah Kenan yang terlihat kesal. Cleopatra sendiri berinsiatif mengambil cangkir yang berisi air teh di atas meja untuk suaminya, agar hati Kenan yang panas bisa sedikit menghangat.


"Ada apa kau kembali? Apa ada yang tertinggal?" tanya Cleopatra ditengah suasana yang tegang, karena kedua pria yang ada diruangan tersebut sama-sama mengeluarkan aura permusuhan.


"Tidak ada, aku datang hanya ingin memberitahu mulai malam ini aku akan tinggal di Mansion Meyer."


"What?" Kenan yang terkejut sampai menyemburkan air teh dari mulutnya.


"Kenan!" Cleopatra kembali mencubit pinggang suaminya karena sudah menyemburkan minuman tersebut, untung saja tidak mengenai Alexander yang dengan sigap menghindar.


"Kau bilang apa tadi?" tanya Kenan masih dengan keterkejutannya.


"Mulai malam ini aku akan tinggal di mansion Meyer." Alex mengulangi ucapannya.


"Kau—" belum sempat meneruskan perkataannya, Kenan melihat asisten Alexander yang bernama Boby masuk ke dalam ruangan dengan menarik sebuah koper.


"Tuan kopernya ingin diletakkan dimana?" tanya Boby.


"Baik Tuan." Boby pun undur diri dari ruangan tersebut.


"Kau gila, siapa yang mengijinkanmu tinggal disini?" Ucap Kenan dengan penuh emosi. Bisa-bisanya Alex dengan penuh percaya diri membawa sebuah koper, padahal belum tentu ia memberi ijin.


Cleopatra mengusap punggung tangan Kenan agar suaminya itu bisa menahan emosi, padahal ia sendiri masih terkejut dengan perkataan Alex yang ingin tinggal di mansion Meyer. Entah setan mana yang merasuki Alex sampai pria itu memutuskan untuk tinggal bersama mereka, karena seingatnya Alex memiliki ego yang tinggi untuk tinggal di satu atap yang sama bersama Kenan.


"Aku tidak butuh ijin siapapun, karena istriku ada disini otomatis aku pun akan tinggal ditempat yang sama dengannya."


"Kau..!"


"Tapi aku tahu diri, jadi aku mohon tolong ijinkan aku tinggal disini kakak ipar." Ucap Alex berusaha menurunkan ego nya.


Kenan yang ingin marah sontak terdiam karena terkejut, begitu pun dengan Cleopatra yang terkejut seorang Alexander memohon pada Kenan, terlebih lagi memanggil mereka dengan kakak ipar.


"Aku ingin tinggal di mansion Meyer, agar bisa menjaga Kaylin dua puluh empat jam." Ucap Alex kembali saat melihat Cleopatra dan Kenan terdiam.


"Tidak bisa." Kenan tidak mungkin mengijinkan Alex tinggal bersama mereka, karena jika sampai pria itu tinggal di satu kamar yang sama bersama Kaylin, pasti Alex akan mengetahui kalau sebenarnya Kaylin tidak keguguran. "Aku tidak mengijinkanmu tinggal di Mansion Meyer, sekarang pergilah!"


"Ken..." Cleopatra menatap suaminya.


"Tidak Cleo, kau tahu betul alasannya." Ucap Kenan.


"Jika alasannya karena tidak ingin aku mengetahui kebohongan kalian, percuma saja. Karena aku sudah tahu Kaylin tidak keguguran."


Deg.


Kenan dan Cleopatra terkejut, mereka tak menyangka Alexander sudah mengetahui rahasia yang mereka simpan selama tiga Minggu ini.


"Kau tahu darimana?" tanya Cleopatra.


"Tentu saja dari Boy Arbeto," bukan Alex yang menjawab tapi Kenan. Karena hanya sosok itulah yang bisa berbuat apa pun termasuk memberitahu kebenaranya pada Alexander, terlebih mereka berdua mantan atasan dan anak buah jadi tidak ada rahasia di antara mereka.


"Oh iya," Cleopatra baru tersadar pada Boy Arbeto, yang mengatakan tidak akan membongkar semuanya sampai Alex yang bertanya langsung pada sepupunya itu.


"Jadi bagaimana? Apa kau mengijinkanku tinggal disini?"


"Kalau aku tetap tidak mengijinkannya?" Kenan balik bertanya.


Kedua pria itu pun kini saling menatap dengan tajam, membuat Cleopatra jadi bingung harus berbuat apa. Tidak bisa ia bayangkan jika mereka tinggal di satu atap yang sama, karena belum apa-apa saja kedua pria itu sudah mengibarkan bendera perang. Bagaimana hari-hari berikutnya? Yang ada pasti sebuah kekacauan yang akan membuat Cleopatra dan Kaylin pusing tujuh keliling.