One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 51



"Sial! Aku pikir bersiap untuk apa? Tau nya.." Kaylin menggerutu sembari memindahkan satu persatu pakaian milik Alex ke dalam koper. Ia menghela napas dengan panjang, saat melihat semua pakaian suaminya yang berada di dalam lemari, yang entah sampai berapa jam pekerjaan tersebut baru bisa diselesaikannya, namun yang pasti tubuhnya sudah terasa sangat lelah. "Sebenarnya untuk apa semua pakaianmu dipindahkan ke dalam koper?"


"Jangan banyak tanya, kerjakan saja apa yang ku perintahkan!" jawab Alex tanpa mengalihkan tatapannya pada layar iPad.


"Ck...." Kaylin melempar pakaian yang tengah dilipatnya ke dalam koper dengan sangat kesal.


Bagaimana tidak kesal, saat otaknya sudah bertraveling memikirkan apa yang akan mereka lakukan malam ini sebagai pengantin baru, ketika Alex dengan tidak sabaran membawanya kedalam kamar.


Namun yang ia dapatkan justru deretan pakaian yang harus dipindahkan ke dalam koper. Sementara Alex terlihat sibuk memindahkan beberapa berkas, dan sekarang dengan santainya pria itu duduk diatas sofa dengan iPad ditangan.


"Tidak bisakah kau menyewa seorang pelayan untuk mengerjakan ini semua?" karena Kaylin yakin suaminya itu mampu untuk membayar seorang pelayan.


"Tidak bisa! Karena mulai saat ini aku harus hidup hemat," bohong Alex, karena sejujurnya ia menyuruh Kaylin membereskan semua pakaiannya untuk melihat apakah wanita itu bisa menyelesaikan tugas yang diberikannya.


"Kalau begitu biar aku yang membayarnya. Karena aku sangat lelah, tidak akan sanggup menyelesaikannya."


Alex mengalihkan tatapan matanya pada Kaylin, lalu pada koper yang telah berisi beberapa pakaian miliknya. Sudah hampir satu jam wanita yang berstatus sebagai istrinya itu memindahkan pakaiannya, namun pakaian di dalam lemarinya hanya berkurang beberapa potong, itu tandanya Kaylin tidak bisa mengerjakan tugasnya dengan baik.


"Kau ingin membayarnya dengan apa?"


"Tentu saja dengan uang..." Kaylin terdiam saat mengingat ia sudah tidak memiliki apa pun apalagi uang, bahkan ia datang ke apartemen suaminya itu tidak membawa barang, hanya gaun pernikahan yang melekat di tubuhnya yang sampai saat ini belum ia ganti. "Kita jual ini saja!" Kaylin tersenyum lebar saat tangannya meraba sebuah kalung yang ada dilehernya.


"I-ini..." Kaylin berusaha untuk berpikir jawaban apa yang harus ia berikan, karena tidak mungkin ia mengatakan kalung itu pemberian dari Mario.


"Pasti milik pria ACDC itu!" Alex meraih leher jenjang wanitanya, membuka kalung tersebut untuk ia ambil.


"Kalungnya mau kau apakan?"


"Akan aku kembalikan. Kau tidak boleh memakai barang apa pun milik pria lain!"


"Berarti gaun yang kupakai ini pun harus dikembalikan?"


Alex menghela napasnya dengan kasar. Karena terburu-buru menyiapkan pernikahan dadakannya, ia sampai lupa untuk mengganti gaun pengantin milik wanitanya. Karena sejujurnya menikahi Kaylin tidak ada dalam rencananya hari ini, karena awalnya Alex hanya ingin membawa wanitanya itu pergi terlebih dahulu, baru menyiapkan acara pernikahan mereka.


"Kalau begitu lepas gaunnya!" dengan cepat Alex membalik tubuh istrinya, untuk menurunkan resleting pada gaun tersebut.


"Alex...." pekik Kaylin sembari menutup bagian dada nya yang terbuka saat gaun yang dikenakannya terlepas, kini tubuhnya polos dan hanya ada benda segitiga yang menutup area intinya. "Sekarang aku harus memakai apa? Aku tidak memiliki pakaian ganti."


"Jangan memakai apa pun, kau terlihat cantik tanpa pakaian," ucap Alex dengan seringai tipis dibibirnya. "Kemarilah!" ia menarik Kaylin untuk duduk di pangkuannya.