One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 32



Setelah menghabiskan waktu berlibur selama beberapa hari di Dubai bersama tunangannya, Kaylin beserta Mario akhirnya kembali ke Jakarta. Sebuah perjalanan singkat yang mereka lewati, tentu membawa kenangan tersendiri bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.


Terutama bagi Kaylin, karena di Dubai lah ia melewati malam panas untuk pertama kalinya bersama Alexander, mantan kekasihnya. Meksipun Kaylin sendiri tidak begitu mengingat dengan jelas seperti apa dan bagaimana, namun kejadian itu sanggup membuat kepribadiannya kini berubah lebih tertutup.


Bahkan saat mempersiapkan acara pertunangannya dengan Mario, Kaylin lebih banyak diam dan tidak terlalu bersemangat. Karena yang ada di dalam pikirannya hanyalah satu nama, yaitu Alexander. Pria yang sudah mengambil kehormatannya, dan pria yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar berita.


Ya, menghilang. Karena setelah mengantar Kaylin kembali ke Hotel, Alex tidak pernah lagi muncul dihadapannya sampai detik ini. Bahkan saat pulang ke Jakarta, Alex tidak ikut bersama mereka. Dan saat Kaylin bertanya pada Kenan kemana pengawal pribadinya itu pergi, kakak nya hanya mengatakan Alex sedang menyelesaikan urusan penting. Nanti setelah selesai, pria itu akan kembali menjalankan tugasnya.


"Mama..."


Mendengar suara cempreng Rex, dengan segera Kaylin menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Mama ayo main!" Rex menarik selimut yang dikenakan Mama Kaylin dengan kesal. Bagaimana tidak kesal, jika setiap masuk ke dalam kamar tersebut Mama nya selalu berpura-pura sudah tertidur.


"Rex mama sudah tidur jangan ganggu," ucap Kaylin sembari menahan selimut yang ditarik keponakannya.


"Mama bodoh, kalau sudah tidul mana bisa belbicala," gerutu Rex dengan pipi menggembung.


"Rex..." Kaylin membuka selimut yang menutupi tubuhnya, menatap keponakannya dengan tajam. "Jaga bicaramu Tuan Kecil Rex Meyer!"


Di sentak Mama Kaylin, Rex pun menundukkan kepalanya.


"Solly..."


Kaylin menghela napasnya dengan kasar, saat tersadar sudah membentak keponakannya. "Apa yang kau inginkan?"


"Hei.. siapa bilang Mama menghayal?" Kaylin kembali menatap tajam pada ponakannya. "Mama hanya sedang mengingat-ingat sesuatu," ucapnya dengan jujur. Karena ia memang sedang mengumpulkan kepingan-kepingan memory kejadian malam panas itu. Dan semakin ia mengingatnya, semakin Kaylin merasa takut saat mengetahui malam itu mereka melakukannya bukan hanya sekali, melainkan beberapa kali.


Rex yang tidak mengerti apa yang dibicarakan Mama Kaylin, hanya menganggukkan kepalanya seakan memahami apa yang sedang dibicarakan Mama nya. Dan apa yang dilakukan Rex, tentu saja membuat Kaylin tertawa gemas.


"Baiklah Mama temani main. Sekarang Rex mau main apa?" tanya Kaylin sembari turun dari atas tempat tidur.


"Main balapan mobil," sahut Rex dengan gembira.


"Ck.. kenapa kau itu suka sekali main balapan mobil, padahal nenek moyang kita seorang pelaut, bukan seorang pembalap," celoteh Kaylin dengan asal.


Rex yang lagi-lagi tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Mama nya, hanya bisa diam dengan bergumam dalam hati, mengatai Mama Kaylin mulai tidak waras karena terlalu sering berbohong dan mengurung diri di dalam kamar.


"Mama boleh Lex tanya?"


Kaylin menghentikan langkahnya, menunduk mensejajarkan tubuhnya dengan Rex. "Apa yang ingin Rex tanya?"


"Emm.. Mom bilang Mama akan betunangan, lalu menikah. Menikah itu apa?"


Deg.


Kaylin langsung terdiam, saat mengingat sebentar lagi dirinya akan menikah dengan Mario. Ya, hari pernikahan mereka di majukan. Setelah bertunangan, tiga Minggu kemudian mereka langsung menikah.


"Ya Tuhan, sebentar lagi aku akan bertunangan lalu menikah. Tapi mengapa hatiku tidak bahagia?" gumamnya dalam hati.