One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 120



Setelah perdebatan tiga hari yang lalu dimana Kaylin mengira diusir dari mansion Meyer, kini dua wanita hamil yang sangat disayanginya yaitu istri dan adiknya kompak tak mau bertegur sapa dengannya, membuat Kenan merasa tidak nyaman tinggal dimansionnya sendiri terlebih ada Alexander yang masih berusaha memperbaiki hubungan mereka.


"Kenapa jadi begini?" Kenan menghela napas kasar saat melihat keakraban tiga orang yang sedang berbincang di ruang tengah. Siapa lagi kalau bukan istri tercintanya Cleopatra, Kaylin, dan juga Alexander. Sementara dirinya justru duduk seorang diri di sudut ruangan. "Bajingan itu benar-benar membuatku kesal." umpatnya.


Entah berapa lama Kenan melamun sampai tak sadar ada seseorang yang duduk disampingnya.


"Daddy kenapa duduk disini sendilian?" tanya Rex.


Bukannya menjawab, Kenan justru mengusap dadanya karena terkejut dengan suara Rex. Terlebih saat melihat putranya yang sudah duduk disampingnya.


"Daddy kenapa diam?" Rex kembali bertanya karena Dad Kenan diam saja.


"Rex sedang apa disini? Ini sudah malam, tidurlah!" Kenan menjawab pertanyaan putranya dengan sebuah perintah.


"Lex ingin menemani Daddy." Ucap Rex dengan tersenyum.


Mendengar ucapan putranya tentu saja membuat Kenan merasa terharu, karena ternyata masih ada orang yang peduli padanya.


"Tapi sebenalnya Lex tidak mau menemani Daddy. Karena diucil Mommy dan Mama telpaksa Lex kesini." Ucap Rex lagi masih dengan tersenyum.


Sontak saja rasa haru di hati Kenan hilang begitu saja berganti dengan rasa kesal.


"Rex masuk kamar, sekarang!"


Melihat kemarahan di raut wajah Daddy nya, Rex pun langsung berlari menuju kamar sampai tak sengaja menabrak papa Alexander.


"Putramu kenapa?" tanya Alex sembari duduk di samping Kenan tanpa peduli pria itu terlihat gusar dengan keberadaannya.


"Pergilah! Aku sedang tidak ingin berdebat." Usir Kenan tanpa menjawab pertanyaan Alexander.


Alex sendiri menghela napasnya dengan kasar, karena lagi-lagi mendapatkan pengusiran dari kakak iparnya. Padahal entah sudah berapa kali ia mengalah dengan menurunkan ego nya.


"Kau tidak lelah memusuhiku?"


Kenan mengerutkan keningnya, tanpa menjawab pertanyaan Alexander.


Kenan masih diam tanpa mau menjawab satu katapun perkataan Alex, yang baru pertama kali didengarnya begitu panjang.


"Kak..." Kaylin yang sejak tadi mencuri dengar pembicaraan Alex, berjalan mendekat pada Kenan. "Aku mohon terima permintaan maaf Alex. Aku ingin sekali melihat kalian berdamai dengan benar, bukan pura-pura seperti tiga hari yang lalu."


Kenan menghela napas panjang, menatap pada adiknya yang dulu manja dan selalu keras kepala kini memohon dengan menggenggam tangannya.


"Ayolah sayang turunkan ego mu, bukankah Alex sudah meminta maaf dan berjanji akan menjaga dan mencintai Kaylin." Cleopatra ikut mendekat pada suaminya.


Kenan masih dalam diamnya, berdiri dari tempat duduk dengan menatap Alexander.


"Aku maafkan. Tapi sekali lagi kau menyakiti Adikku, habis kau!" Ucap Kenan dengan berlalu dari tempat tersebut.


Kaylin yang merasa bahagia karena pada akhirnya Kenan mau menerima Alexander, langsung memeluk suaminya yang terlihat biasa saja dan datar tanpa ekspresi. Sementara Cleopatra segera menyusul Kenan dengan perasaan bahagia, karena suaminya mau menurunkan egonya.


"Dan satu lagi!" Kenan menghentikan langkahnya, menatap pada adik dan adik iparnya. "Secepatnya kalian pergi dari mansion ku! Tapi ingat, bukan berarti aku mengusir kalian." Ucap Kenan karena tidak ingin Kaylin kembali marah karena merasa terusir.


"Malam ini juga kami akan pindah," Sahut Alex dengan cepat tak peduli pinggangnya dicubit Kaylin.


Kenan menarik satu sudut bibirnya lalu berlalu dari tempat tersebut dengan menggandeng Cleopatra. Jujur ia merasa bahagia karena sebentar lagi tidak akan melihat wajah kaku Alexander dimansionnya.


"Kenapa kau tersenyum seperti itu?" Tanya Cleopatra dengan curiga saat melihat senyum tipis dibibir suaminya.


"Aku bahagia karena mulai besok Mansion kita kembali damai dan tentram, karena sudah tidak ada lagi hama pengganggu."


Cleopatra mengerutkan keningnya. "Jadi kau hanya berpura-pura memaafkan Alex?"


"Aku tidak berpura-pura. Tapi memaafkan bukan berarti menerima bajingan itu seratus persen bukan?" Kenan tersenyum licik.


"Kenan Meyer!" Cleopatra menggelengkan kepalanya.


"Sudah jangan marah-marah seperti itu, lebih baik kita cepat ke kamar karena sudah lama aku tidak menengoknya." Bisik Kenan sembari mengusap perut Cleopatra dengan penuh kerinduan. Karena sudah tiga hari ini wanita itu tidak mau disentuh sama sekali, hanya karena permasalahan yang menyangkut si brengsek Alexander Moses.