
"Wah.. cepat sekali kau berkunjung," ucap Kaylin dengan tak percaya saat melihat kakak ipar yang ia temui beberapa jam yang lalu kini sudah berada di mansion nya.
Cleopatra yang tengah duduk, berdiri sembari menarik kedua sudut bibirnya. "Aku masih sangat merindukanmu, jadi disinilah aku sekarang."
Kaylin tersenyum meski tak yakin alasan Cleopatra datang ke mansionnya karena rindu seperti yang dikatakan wanita itu. Oh ayolah beberapa jam yang lalu mereka baru saja bertemu.
Raline sendiri memilih berlalu begitu saja dari ruangan tanpa menyapa Cleopatra terlebih dahulu. Ia masih kesal dengan kejadian yang dialaminya hari ini karena keberadaan Kaylin yang membuat rencananya gagal total.
"Dia kenapa?" tanya Cleopatra yang melihat Raline pergi begitu saja dari ruangan dengan wajah yang ditekuk.
Kaylin hanya mengangkat kedua bahunya dengan tak peduli. "Rex mana? Dia tidak ikut?"
"Rex sudah aku aman kan, agar tidak menggangu kita." Jawab Cleopatra dengan berkelakar.
"Ya ampun kak, kau pikir Rex benda berbahaya." Kaylin ikut tertawa, namun itu hanya sesaat ketika Cleopatra diam dengan raut wajah yang serius. "Kay bisa kita pindah ke tempat yang lebih nyaman, ada yang ingin aku tanyakan padamu."
Kaylin yang mengerti membawa Cleopatra ke halaman belakang mansion, tempat satu-satunya yang aman dari orang-orang yang ingin mencuri dengar pembicaraan mereka. Ya, tempat nyaman versi Cleopatra adalah tempat aman dan Kaylin sudah paham akan hal tersebut.
"Kay apa benar Alexander dari keluarga Moses?" tanya Cleopatra tanpa basa-basi, setelah mereka duduk di kursi yang ada di taman belakang tersebut.
Kaylin menganggukkan kepalanya. "Kakak tahu darimana?"
Bukannya menjawab Cleopatra justru tertawa senang. "Ternyata Adik iparku bukan orang sembarangan," pujinya.
"Ya begitulah..." sahut Kaylin dengan datar. "Jadi kakak ipar datang kemari hanya untuk bertanya hal itu?"
Cleopatra yang tengah tertawa langsung terdiam dengan sorot mata intens menatap adik iparnya.
"Memangnya kenapa kak? Kenapa Kakak tiba-tiba bertanya seperti itu?" Kaylin mengerutkan keningnya dengan bingung.
"Jawab saja pertanyaan ku!" ucap Cleopatra dengan sedikit menyentak.
"Ba-baik, hubungan ku dengan Alex baik," bohong Kaylin dengan terbata dan sedikit terkejut akan sikap Cleopatra yang cepat sekali berubah, membuatnya semakin yakin kedatangan wanita itu bukan hanya sekedar berkunjung. Namun wanita yang dikenalnya sangat pintar, cerdik, licik, dan pemberani itu mempunyai tujuan lain.
"Kau tidak sedang berbohong, kan?" selidik Cleopatra. Sedikit banyaknya ia tahu Kaylin sangat mencintai Alexander, namun sebaliknya pria itu tidak pernah mencintai Adik iparnya. Bahkan dulu ia terpaksa menekan Alexander dengan bantuan sepupunya, agar pria itu mau menjalin hubungan dengan Kaylin.
"Sebenarnya hubungan kami tidak baik-baik saja." Kaylin menjawab dengan jujur. "Dia masih belum bisa mencintaiku."
Cleopatra menghela napasnya dengan panjang. "Tidak mencintaimu tapi membuatmu hamil," gerutunya dengan kesal.
"Kak..." protes Kaylin.
"Maaf aku keceplosan. Lalu bagaimana hubunganmu dengan adik iparmu? Maksudku Ra.. Ra..."
"Raline..." sahut Kaylin dengan kesal saat menyebut nama wanita itu. "Hubungan kami lebih parah, sepertinya dia tidak menyukaiku dan menganggap ku sebagai pesaing yang memperebutkan perhatian Alexander."
Kaylin pun menceritakan pada Cleopatra apa yang selama ini dialaminya sejak menikah dengan Alexander. Di mulai dengan terbongkarnya siapa sosok Alexander sebenarnya bersamaan dengan kedatangan Raline, juga menceritakan bagaimana sikap Raline pada Alex dan sikap Raline padanya tanpa ada yang ditutupi. Bahkan tentang Alex yang belum menyentuhnya setelah acara pernikahan pun Kaylin ceritakan pada Cleopatra.
Sementara itu Cleopatra yang mendengar semua cerita Kaylin hanya terdiam tanpa ada keterkejutan sama sekali, karena memang sejak awal dia tahu betul bagaimana hubungan Alex dan Kaylin yang tidak berjalan dengan mulus, apalagi ditambah dengan keberadaan seseorang diantara mereka.
"Kau tahu kak, sepertinya aku terkena karma karena dulu memusuhimu sebagai kakak iparku."
"Mungkin.." Cleopatra mengangkat kedua bahunya dengan ekspresi datar. "Tapi..." Ia mendekatkan tubuhnya pada Kaylin. "Dulu kau melakukan hal itu karena kesalahpahaman yang terjadi diantara kita, dan kau takut kehilangan kasih sayang Kenan kakak kandungmu. Tapi wanita itu memusuhimu karena kemungkinan besar dia mencintai Alexander."