One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 63



Sementara itu di dalam mansion, lebih tepatnya di jendela penghubung antar ruangan dalam dengan halaman belakang, tampak Raline tengah mengepalkan kedua tangannya saat melihat Alex dan Kaylin berciuman.


"Mereka itu romantis sekali," ucap Boby dengan tersenyum.


"Ck.. biasa aja," Raline beranjak dari tempat tersebut dari pada harus melihat pemandangan yang membuat hatinya panas.


"Eh.. Nona Anda mau kemana?" tanya Boby saat melihat Raline pergi begitu saja dari tempat tersebut.


Raline tak menghiraukan pertanyaan Boby, ia terus berjalan menuju kamarnya dengan penuh amarah.


"Aku membencimu Kaylin!" Teriak Raline sembari melempar semua barang-barang miliknya yang ada di dalam kamar. "Kenapa kau harus hadir diantara kami? Kenapa?" teriakannya lebih histeris sembari terus menangis, meluapkan semua kemarahan dan kesedihannya.


Ia begitu terluka sejak Alexander membawa Kaylin ke dalam mansion Moses, dan memperkenalkannya sebagai istri pria itu. Semua impian dan harapan yang telah lama ia simpan hancur begitu saja, saat mengetahui pria yang dicintainya telah menikah dengan wanita lain.


"Kenapa kau menikahinya kak? Tidak tahukah kau, aku begitu bahagia saat kau kembali. Aku pikir kau kembali untuk memperjuangkan aku setelah kedua orang tua kita meninggal, itu sebabnya aku menyusulmu ke Jakarta. Tapi apa yang aku dapat? Kau justru menikah dengan wanita lain dan wanita itu sedang mengandung anakmu," lirih Raline dengan terisak.


Namun harapan itu seakan menghilang saat Alexander dengan tiba-tiba pergi dari Mansion Moses, meninggalkan dirinya yang masih mengharapkan cinta pria itu. Dan setelah semua yang telah terjadi, setelah mereka mempunyai kesempatan untuk bersama ketika kedua orang tua mereka tiada, Alexander justru membawa wanita lain ke dalam hidup mereka. Tidak taukah pria itu hatinya begitu terluka, sampai ia berbuat nekad dengan menjauhkan keduanya selama satu bulan ini. Tapi apa yang terjadi, kedua orang itu justru kini berciuman dengan begitu intimnya.


"Alex aku sangat mencintaimu, tapi kenapa kau tidak bisa melihat cintaku?" ucapnya masih dengan menangis, namun di detik berikutnya ia menghapus air mata di kedua pipinya dengan kasar. "Aku tidak akan menyerah, apalagi harus kalah dengan wanita lemah seperti Kaylin Meyer." Raline menatap sinis bayangan dirinya di depan cermin.


Ia bertekad untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya, bagaimana pun caranya meskipun harus menyingkirkan wanita hamil itu. Karena Raline yakin Alexander mencintainya, dan pastinya akan lebih memilih dia dari pada Kaylin.


*


*


Sementara itu Alexander yang sudah berada di dalam mobilnya, tengah memijat kepalanya yang terasa pusing setelah mendengar semua curahan hati Kaylin. Ia tidak menyangka, wanitanya yang selama ini diam dan terlihat tidak peduli justru memendam perasaan tidak suka dengan kedekatannya bersama Raline. Padahal selama ini tidak ada yang salah dengan sikap Raline ataupun sikapnya, karena sejak dulu mereka memang selalu dekat sebelum ia memilih pergi dari mansion, setelah Raline memiliki seorang kekasih.


Dan tadi Kaylin pun mengatakan dia mengacuhkan wanita itu. Tidak tahukah Kaylin ia sengaja menjauh hanya agar tak terpancing hasratnya demi bayi mereka yang ada di dalam kandungan. Ya, tanpa sepengetahuan Kaylin kandungan wanita itu lemah, itu sebabnya ia tidak mengijinkan wanitanya pergi kemana-mana hanya duduk diam di dalam mansion.