
Setelah selesai melahirkan putra pertamanya, Kaylin dibawa ke ruang rawat dengan di dampingi Alex, karena Kenan sudah lebih dulu keluar setelah keponakannya lahir dengan alasan merasa mual dan takut dengan darah.
Sungguh aneh bukan kakaknya itu, karena saat menemani Cleopatra melahirkan Kenan terlihat tidak mual dan takut dengan darah. Tapi saat adiknya sendiri melahirkan pria itu justru merasa mual juga takut.
Dan kini di dalam ruangan tersebut hanya ada Alex, Kaylin, dan Cleopatra yang tengah menggendong Baby Rain. Ya, Alex dan Kaylin sepakat menamai putra mereka Rain Moses.
"Alex jangan pergi!" Kaylin menarik tangan Alexander saat pria itu hendak beranjak dari sisinya.
"Sayang sebentar saja." Pinta Alex dengan sangat.
"Tidak mau, kau harus tetap disini." Kaylin menangis tanpa mau melepaskan genggaman tangannya.
"Tapi sayang aku ingin menggendong Rain."
Kaylin meng-gelengkan kepalanya dengan cepat sambil terus menangis. Bukan karena masih merasa sakit, tapi Kaylin menangis karena takut saat mengingat kembali ketika melahirkan Rain tadi dimana nyawanya serasa berada di ujung tanduk.
"Kay kau itu manja sekali, sudah dua puluh menit kau menangis padahal banyak orang yang bilang melahirkan normal itu sakitnya hanya sebentar." Ucap Cleopatra dengan menghela napasnya.
"Kau dengar sayang, kemarin saja saat Cleo melahirkan tidak menangis sama sekali." Sahut Alex yang ikut menghela napasnya. Karena mendampingi Kaylin melahirkan ternyata lebih parah dari saat Alex mendampingi Alena melahirkan Bian.
Bagaimana tidak parah, karena sejak tadi Alex tidak diperbolehkan beranjak sedikitpun. Bahkan keinginannya untuk menggendong Baby Rain tidak bisa dilakukannya karena Kaylin tidak mau melepaskan genggaman tangannya. Alex bahkan merasa iri pada Cleopatra yang baru saja datang tapi sudah bisa menggendong baby Rain, sedangkan ia yang sejak tadi menemani Kaylin melahirkan belum menyentuh sama sekali anak laki-laki nya tersebut.
"Jangan membandingkan kami. Kak Kaylin itu melahirkan secara operasi sedangkan aku normal jadi lebih sakit aku." Kaylin terus menangis sembari memukul Alex dengan kesal.
"Oh ya ampun, istrimu itu sangat-sangat manja." Sindir Cleo dengan tertawa. Karena menurutnya melahirkan dengan operasi atau normal sama saja sakitnya.
Alex pun mengamini perkataan Cleopatra karena Kaylin begitu manja, sangat berbeda saat melahirkan tadi dimana wanita itu terlihat berani bahkan marah-marah.
"Sayang sebentar saja, aku ingin sekali menggendong Rain." Alex tidak lelah membujuk istrinya karena begitu ingin menggendong Baby Rain, menggendong putranya yang selama sembilan bulan ini ia tunggu kehadirannya.
"Nanti saja, sekarang temani aku dulu." Kaylin tidak mau melepaskan tangan suaminya.
"Tidak boleh." Kaylin kembali menangis, membuat Alex dan Cleopatra saling menatap lalu menghela napas mereka bersamaan.
"Kay..." Kenan masuk ke dalam ruang rawat adiknya dengan terburu-buru karena mendengar suara tangisan dari dalam ruangan.
"Kak kau itu dari mana saja." Kaylin melepas genggaman tangan Alex beralih menggenggam tangan Kenan.
Kesempatan itu pun tidak disia-siakan oleh Alex, ia pun segera berlari masuk kedalam toilet untuk menuntaskan sesuatu yang sejak tadi ditahannya, dan setelah itu tentu saja Alex akan menggendong Baby Rain Moses.
"Aku sejak tadi diluar, kau kenapa menangis?" Tanya Kenan sembari menatap Cleopatra. Karena adiknya itu menangis tanpa menjawab pertanyaannya.
Cleopatra sendiri hanya mengangkat kedua bahunya tanpa mempedulikan drama manja seorang Kaylin pada Kenan. Ia memilih mendekat pada Alex yang baru keluar dari toilet lalu memindahkan keponakannya pada pria itu, karena Cleopatra tahu Alex begitu ingin menggendong Baby Rain.
Alex sendiri dengan senang hati menggendong Rain, menggendong putra tersayangnya penerus keluarga Moses tanpa menyadari Kaylin menatapnya dengan penuh kecemburuan.
Ya, Kaylin cemburu pada putranya sendiri karena sejak berada di dalam kandungannya ia merasa Alex lebih menyayangi Rain dari pada dirinya.
Dan kecemburuan itu terus berlangsung sampai mereka pulang dari rumah sakit, dan kini tinggal di mansion mereka sendiri yang jaraknya dekat dengan mansion Meyer.
"Kau kenapa sayang?" Tanya Alex, karena sudah beberapa hari ini sejak pulang dari rumah sakit Kaylin seperti tidak mempedulikannya.
"Tidak apa-apa." Jawab Kaylin tanpa menatap Alex. Ia memilih menatap wajah putranya yang mewarisi hampir sembilan puluh sembilan persen wajah suaminya. Dari warna mata Rain, bahkan bentuk hidung dan alis putranya sama persis dengan suaminya.
Alex menghela napas dengan berat. "Kau tahu betul aku tidak pernah peka terhadap perasaan seseorang, jadi katakan apa yang mengganjal perasaanmu?" Tanyanya to the dengan raut datar tanpa ekspresi.
Kini gantian Kaylin yang menghela napas dengan berat, karena ia baru sadar seorang Alexander tidak akan pernah peka terhadap perasaannya, jadi percuma saja selama ini Kaylin bersikap acuh.
"Kau tahu, aku cemburu pada Rain karena kau begitu menyayanginya. Aku bahkan merasa kau lebih menyayanginya dari padaku." Ucap Kaylin dengan jujur.
Alex terdiam, mencoba mencerna perkataan Kaylin yang menurutnya tidak masuk diakal. Karena istrinya itu cemburu pada putranya sendiri. Dan tanpa sadar ia pun tertawa apalagi saat melihat raut wajah Kaylin yang seperti hendak menangis. Entah mengapa setelah melahirkan istrinya itu bukannya bertambah dewasa tapi semakin manja dan cengeng.