One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 88



"Kau itu bicara apa?" Alex masih tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Aku mencintaimu kak, apa kau tak mengerti."


"Iya, tapi kau sudah memiliki kekasih, bagaimana bisa kau mengatakan mencintaiku?"


"Aku dan kekasihku sudah lama putus. Lagi pula aku menjalin hubungan dengannya hanya untuk mengalihkan perasaan cintaku padamu," jelas Raline.


Alex kembali diam, menatap wajah Raline dengan intens.


"Kenapa baru sekarang kau mengatakannya? Kenapa tidak dari dulu?"


Kini Raline lah yang terdiam, karena memang salahnya yang memilih menunggu Alex mengatakan cinta, bukannya berinsiatif untuk mengatakannya lebih dulu.


"Aku sudah mencoba memberitahumu lewat perhatian dan kasih sayang yang kuberikan, tapi kau yang tidak pernah peka pada perasaanku."


"Karena aku mengira kau melakukan semua itu sebagai seorang adik pada Kakaknya, tidak lebih."


Raline menghela napasnya lalu memeluk Alex kembali. "Kita tidak perlu membahasnya lagi, yang penting sekarang aku sudah mengatakan aku mencintaimu dan aku yakin kau juga mencintaiku . Jadi kita bisa bersama dan kau bisa menceraikan Kaylin."


Deg


Mendengar nama Kaylin disebut entah mengapa jantung Alex berdetak dengan cepat, bukan karena ia takut wanitanya memergoki dirinya bersama Raline, tapi jantungnya berdetak dengan cepat hanya karena sebuah nama yaitu Kaylin.


"Maaf Raline, aku tidak bisa." Alex melepaskan pelukan Raline.


"Tapi kak, kenapa tidak bisa? Aku mencintaimu dan kau mencintaiku." ucap Raline dengan lirih.


"Dulu aku memang mencintaimu, tapi sekarang..." Alex menggelengkan kepalanya.


"Sudah tidak ada, di hatiku kini hanya ada Kaylin."


Ya, kini Alex baru menyadari apa yang dirasakannya selama ini pada Kaylin adalah cinta. Tanpa disadarinya ia selalu mengelak perasaan tersebut karena masih terbelenggu oleh masa lalunya, dimana Alex belum mengatakan perasaannya selama ini pada Raline. Kini setelah mengatakan kalau dulu ia mencintai Raline dan begitu pun sebaliknya, hatinya menjadi lega dan belenggu yang sudah lama mengikatnya kini terlepas. Bukankah untuk menjalin sebuah hubungan baru, sebuah perasaan atau hubungan lama haruslah diselesaikan dulu. Dan itulah yang sedang Alex lakukan, menyelesaikan masa lalu untuk memulai hubungan baru bersama Kaylin.


"Kak Alex aku mohon jangan mengatakan hal kejam seperti itu," pinta Raline dengan terisak. Sungguh bukan seperti ini yang ia harapkan, Raline ingin Alex menjadi miliknya bukan justru mengatakan mencintai wanita lain.


"Maaf..." Alex pun berlalu dari tempat tersebut, meninggalkan Raline yang berteriak memanggil namanya.


"Alexander aku mencintaimu, aku mencintaimu..." Raline terus berteriak sambil menangis, menangisi kisah cintanya yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. "Aku yakin kau masih mencintaiku Alexander, kau hanya sedang bingung karena wanita sialan itu!" umpat Raline dengan penuh amarah.


*


*


Setelah keluar dari kamar Raline, Alex segera berjalan menuju kamarnya untuk menemui Kaylin. Dia ingin memeluk dan mengatakan pada wanita itu kalau ia sangat mencintainya, mencintai Kaylin Moses wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya kelak.


Alex juga ingin meminta maaf pada Kaylin atas semua sikapnya selama ini, terutama karena mengabaikan perasaan wanita itu yang cemburu dengan kedekatannya bersama Raline.


Namun sayang setelah masuk ke dalam kamar, Alex melihat Kaylin sudah tertidur dengan pulas. Ia pun mengurungkan niatnya tersebut karena tidak ingin mengganggu, dan memilih ikut berbaring sembari memeluk tubuh wanitanya.


Kaylin sendiri sebenarnya belum tertidur, ia hanya berpura-pura tidur sembari menahan emosinya setelah melihat dan mendengar percakapan Alex dan Raline.


Ya, tadi saat Alex keluar kamar ia pun ikut keluar mengikuti suaminya. Namun apa yang dilihatnya justru membuat Kaylin sakit hati saat Alex mengendong Raline, dan mendengar pembicaraan mereka di dalam kamar walau sesaat. Karena ia tidak kuat ketika mendengar Raline menyatakan cintanya pada Alexander, tidak kuat karena harus menahan emosi untuk tidak memukul atau menampar Raline di depan Alexander yang sudah berani mengatakan cinta pada suaminya.


"Alex sekarang tahu Raline mencintainya," gumam Kaylin dalam hati dengan sendu. "Kalau Alex lebih memilih cinta Raline, aku dan anak ini bagaimana?"