
Setelah lama keduanya hanyut dalam ciuman penuh cinta, tautan bibir mereka pun terlepas saat sama-sama merasakan kehabisan oksigen.
"Alex aku bahagia akhirnya kita bisa bersama dan kini memiliki banyak keluarga. Ada keluarga Arbeto, Mateo, Graham, Ricardo, Meyer, dan Moses tentunya. Nanti kalau anak kita sudah lahir, aku ingin punya anak lagi dari mu." Ucap Kaylin dengan bersemangat.
"Memangnya kau ingin memiliki berapa anak?"
"Aku ingin memiliki satu, dua, tujuh. Ya, tujuh anak."
"Yakin kau ingin memiliki tujuh anak?" Tanya Alex dengan ragu. Karena dari pengalamannya yang sudah menemani Alena melahirkan, dan mendampingi para tuannya saat istri mereka melahirkan. Kebanyakan semua para wanitanya tidak mau lagi mengandung, walaupun ujung-ujungnya para wanita itu kembali hamil karena perbuatan para suami mereka.
"Tentu saja aku yakin." Jawab Kaylin tanpa keraguan sedikitpun.
"Baiklah aku pegang perkataanmu, karena aku pun ingin memiliki banyak anak." Alex kembali mencium bibir Kaylin, namun baru sesaat istrinya itu sudah mendorong dadanya hingga tautan bibir mereka terlepas. "Kenapa?" Tanyanya dengan bingung.
"Aku melupakan sesuatu." Kaylin menepuk keningnya sendiri.
"Lupa apa?" Tanya Alex dengan perasaan yang mulai tak enak, apalagi saat melihat tatapan Kaylin. Tatapan yang selalu membuatnya susah karena keinginan-keinginan wanita itu.
"Tadi pagi aku ingin sekali melihatmu naik itu!" Kaylin menunjuk pohon tinggi yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
Alex menatap pohon tersebut dengan tersenyum. "Aku kira apa, kalau hanya naik pohon itu mudah. Besok aku akan memanjatnya." Karena tadinya ia pikir Kaylin akan meminta hal yang aneh-aneh.
Kaylin menggelengkan kepalanya. "Sekarang Alexander." ucapnya dengan memohon.
"What? Tapi ini sudah malam sayang." Ucap Alex dengan menelan salivanya susah payah. Karena pohon yang akan dinaikinya lumayan tinggi, dan akan sulit jika naik pada malam hari.
"Tapi aku maunya sekarang sayang." Kaylin mengusap perutnya dengan tatapan sendu.
"Tapi sayang..." Alex menatap perut Kaylin lalu menatap pohon tersebut. "Baiklah kau tunggu disini."
Kaylin menganggukkan kepalanya dengan cepat tak lupa dengan senyum lebar yang tersungging dibibirnya. Apalagi saat melihat Alex berjalan menuju pohon tersebut dan mulai menaikinya.
"Itu Alex!" Kaylin menunjuk kearah pohon.
Cleopatra dan Kenan menatap kearah yang ditunjuk Kaylin, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Alex yang berada di atas pohon.
"Apa yang sedang dilakukan suamimu?" Tanya Cleopatra dengan terkejut begitupun Kenan.
"Dia sedang mengabulkan keinginanku yang ingin melihatnya naik pohon." Jawab Kaylin tanpa mengalihkan tatapannya pada sang suami.
"Wah.. kau benar-benar kejam, bukan begitu sayang?" Cleopatra menatap kearah Kenan. Namun ternyata suaminya sudah tidak ada ditempatnya. "Ken..." panggil Cleo pada suaminya yang ternyata sedang berlari.
"Aku masuk duluan." Jawab Kenan dengan berteriak tanpa menatap istrinya. "Aku harus bersembunyi agar tidak disuruh naik keatas pohon."
"Kenan Meyer!" teriak Cleopatra dengan kesal sembari menyusul suaminya.
Kaylin yang melihatnya pun tertawa namun tawa itu berganti dengan rasa terkejut saat mendengar bunyi benda yang terjatuh dengan keras.
"Alex..."
*
*
Beberapa bulan kemudian.
Kaylin bertepuk tangan dengan tersenyum saat bidikan Alex mengenai sasaran. Ya, kini ia tengah menemani suaminya berlatih menembak di sebuah markas tertutup yang sudah beberapa bulan ini mereka datangi. Sebuah markas yang Alex sebut markas tim Delta yang tidak sembarangan orang dapat masuk ke dalam.
Alex sendiri langsung menuju tempat Kaylin setelah latihannya selesai. Ya, sudah beberapa bulan ini Alex kembali memegang senjata dengan ditemani istrinya walaupun hanya untuk berlatih agar kemampuan menembaknya tidak berkurang.
Hidupnya kini terasa sempurna, memiliki istri yang sangat ia cintai dan sebentar lagi anak mereka akan lahir ke dunia. Dan jangan lupakan hobi nya yang berkecimpung di dunia agen mata-mata kini sedikit terobati walaupun hanya melalui latihan menembak, dan untuk perusahaan Moses tetap bisa ia handle tentunya.