
...Note ~ Maaf ya pengumuman nya double tayang karena yang pertama dikira Eror ๐...
Setelah penuh perjuangan dengan menembus kemacetan di jalanan, akhirnya mobil yang ditumpangi Alex dan Kaylin sampai di rumah sakit internasional.
Dengan segera para perawat membawa Kaylin keruang persalinan, dengan dibantu oleh Alex tentunya walaupun pria itu berlari dengan kaki yang terasa lemas. Bagaimana tidak lemas saat melihat Kaylin yang tadinya kuat kini menangis dengan memanggil nama Kenan Meyer.
"Dimana Kakakku?" Tanya Kaylin ketika dirinya sudah berada di dalam ruang persalinan.
"Kakakmu masih di perjalanan sayang, kau tidak perlu menunggunya."
"Tidak Alex, aku ingin melahirkan ditemani Kak Kenan." Ucap Kaylin dengan menangis keras. Ia sangat ingin ditemani oleh Kenan dalam proses melahirkan anak pertamanya itu, karena Kenan satu-satunya keluarga yang dimiliki Kaylin.
"Tapi sayang..." Alex bingung sendiri dengan situasi yang dihadapinya. Disaat ia panik menghadapi Kaylin yang akan melahirkan, tapi istrinya itu justru memikirkan keberadaan Kenan.
"Alex cepat hubungi Kenan sekarang juga, tanya dia sudah sampai dimana karena sebentar lagi Kaylin akan melahirkan." Ucap Alana yang tengah bersiap membantu Kaylin.
"Tapi aku kan..." Alex sampai tak bisa berkata-kata mendengar ucapan Alana. Bisa-bisanya wanita itu tidak mempedulikan keberadaannya dan justru ikut mencari keberadaan Kenan. Lupa kah wanita itu dengan statusnya yaitu suami dari Kaylin, suami dari pasiennya.
"Cepat Alexander!" sentak Kaylin dan Alana bersamaan saat melihat pria itu diam saja.
"I-iya," Alex pun mengambil ponselnya menghubungi Kenan.
Sementara itu Alana yang baru tersadar dengan apa yang dilakukannya, menatap pada Kaylin Moses dengan bingung.
"Kay bukankah sudah ada suamimu disini, kenapa kau mencari Kenan?" Tanya Alana.
"Aku..." Kaylin menarik napas dan mengeluarkannya dengan perlahan saat merasakan kembali kontraksi diperutnya. "Aku ingin ditemani Alex dan Kenan, memangnya tidak boleh?" Sentak nya dengan penuh emosi.
"Tentu saja boleh." Alana tersenyum kaku. Baru kali ini ia mengetahui sisi lain dari seorang Kaylin Moses yang ternyata bisa emosi juga.
Sementara itu Alex yang sudah beberapa kali mencoba menghubungi Kenan, langsung mendekat pada istrinya. "Sayang, Kenan tidak mengangkat ponselnya."
"Ya mana aku tahu. Aku, aw.. aw..." Alex meringis kesakitan saat kuku panjang Kaylin menusuk kulit tangannya.
"Bagus lebih kuat lagi!" ucap Alana.
Alex pun menatap tajam pada Alana karena wanita itu menyuruh Kaylin untuk mencengkram tangannya lebih kuat.
"Maksudku lebih kuat mengejannya." Ucap Alana yang menyadari tatapan membunuh dari seorang Alexander. "Ck, baru di cengkram begitu saja kau kesakitan."
"Aku tidak kesakitan, hanya sedikit terkejut." Bohong Alex sambil menahan rasa sakit di tangannya yang menjadi pelampiasan Kaylin saat mengejan.
"Alex aku ingin kakakku." Pinta Kaylin yang sudah lemah dan tak kuat untuk mengejan kembali.
"Sayang, kakakmu..."
"Aku disini Kay." Kenan yang diijinkan masuk ke dalam ruang persalinan langsung mendekat pada adiknya.
"Kak..." Kaylin tersenyum. Kini ia kembali bersemangat karena kedua pria yang sangat disayanginya sudah berada di sisinya, menggenggam tangannya menyalurkan kekuatan bagi Kaylin.
"Ayo Kay kau pasti bisa!" Alana memberikan aba-aba pada Kaylin untuk mengejan kembali.
Kaylin pun menarik napas panjang, mengejan dengan sekuat tenaga. Tidak lupa ia pun mengeratkan genggaman tangannya tanpa peduli Alexander dan Kenan yang terlihat menahan sakit karena kuku panjangnya semakin menekan tangan mereka.
"Aku tidak bisa," Kaylin bernapas dengan tersengal-sengal. Ia tak menyangka melahirkan akan sesusah dan sesakit itu. Detik ini juga Kaylin menarik kembali ucapannya yang ingin memiliki banyak anak. "Alex aku tidak mau hamil lagi, rasanya sakit. Cukup satu anak saja." Ucapnya di sela-sela mengambil napas.
"Iya sayang, cukup satu. Sekarang berjuanglah demi anak kita." Alex mengecup kening istrinya.
Kaylin pun kembali mengejan entah untuk yang keberapa kalinya, dan disaat ia hampir menyerah Alana memberi semangat dengan memberitahu kepala baby nya sudah terlihat, ia pun kembali mengejan dan lahirlah baby yang selama ini dinantikan oleh dirinya dan Alexander.