One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 65



"Kau mau pergi kemana?" Kaylin yang tengah duduk di ruang keluarga menatap pada Raline yang berjalan menuruni anak tangga. Adik iparnya itu terlihat sangat cantik dengan dress mini berwarna merah yang dikenakannya.


"Aku ingin pergi ke kantor Kak Alex," jawab Raline sembari terus berjalan tanpa ada niatan untuk pamit pada wanita yang berstatus sebagai istri Alexander tersebut.


"Ke kantor Alex? Tunggu Raline!" Kaylin beranjak dari duduknya, menghampiri adik iparnya itu setelah mengetahui kemana wanita itu akan pergi. "Ada keperluan apa kau kesana?" tanyanya dengan penasaran.


Raline menghentikan langkahnya, menatap pada Kaylin dengan perasaan kesal yang masih bercokol di dada saat teringat kembali kejadian saat Alex dan wanita itu berciuman di halaman belakang.


"Aku diminta Kakak untuk datang ke kantor, menemani dia sarapan karena tadi Kak Alex belum sempat sarapan," bohong Raline dengan tersenyum tipis. Ia sengaja berbohong untuk membuat wanita itu kesal karena suami tercintanya tidak meminta sang istri untuk menemani makan di kantor, tapi justru meminta dirinya. "Aku pergi dulu Kakak ipar, kasihan kak Alex menunggu."


"Tunggu dulu Raline!" Kaylin menahan langkah adik iparnya.


"Apalagi? Aku ini sudah terlambat," ketus Raline dengan semakin kesal karena sejak tadi langkahnya tertahan.


"Aku ikut."


"Apa?" pekik Raline dengan sangat terkejut. "Untuk apa kau ikut? Eh.. maksudku untuk apa kakak ipar ikut? Yang di minta datang ke kantor itu aku, bukan kakak ipar."


"Tidak bisa kak, apa kau lupa kakak dilarang keluar dari mansion?" Raline mencoba menakuti-nakuti Kaylin agar wanita itu tidak jadi ikut. Bisa berantakan rencananya untuk berduaan bersama Alex.


"Tapi aku ingin ikut, lebih tepatnya bayi ku ingin bertemu Daddy nya," Kaylin tersenyum sembari mengusap perutnya dengan perlahan.


"Alasan," ketus Raline namun hanya dalam hati. Ia pun berpikir bagaimana caranya agar Kaylin tidak jadi ikut. "Baiklah demi keponakanku, kakak ipar boleh ikut. Sekarang cepatlah ganti pakaian! Aku tunggu di sini." Raline sengaja menyuruh wanita itu berganti pakaian lebih dulu karena biasanya Kaylin akan lama jika bersiap untuk pergi, jadi ia bisa meninggalkan wanita itu dengan alasan terlalu lama menunggu.


"Aku tidak perlu berganti pakaian, jadi kita langsung pergi saja." Kaylin menarik adik iparnya dengan segera.


"Ta-tapi kakak ipar..."


"Sudahlah ayo kita pergi, bukankah kau bilang Alex sudah menunggu?" Kaylin tersenyum penuh arti pada adik iparnya itu. "Mulai sekarang dimana ada kau dan Alex, maka aku pun harus ada diantara kalian."


Ya, Kaylin sudah memutuskan untuk melakukan apa yang menurut hatinya benar, yaitu untuk selalu berada diantara Alex dan Raline. Ia tidak akan lagi diam dan hanya jadi penonton diantara kakak beradik itu, namun Kaylin akan ikut menjadi bagian dari mereka menjadi seorang Moses.


Dan selama di perjalanan menuju kantor Alexander, Raline hanya diam tak bersuara sama sekali. Adik iparnya itu terlihat sangat tidak suka dengan keberadaannya yang ikut pergi ke kantor Alex. Dan apakah Kaylin peduli dengan ketidaksukaan Raline terhadapnya? Maka jawabannya adalah ia tidak peduli, justru dengan kejadian seperti ini Kaylin semakin yakin kalau Raline sengaja memonopoli Alex karena wanita itu cemburu padanya. Kecemburuan seorang adik terhadap kakak iparnya sendiri, sama seperti dirinya yang sempat cemburu pada Cleopatra karena merebut semua perhatian Kenan.