
"Aku Raline Moses adik Alexander, senang berjumpa dengan kalian."
"Aku Cleopatra, dan ini putraku yang paling tampan sedunia Rex Meyer." Cleopatra menekankan kata Meyer pada wanita yang ia lihat tidak tulus tersenyum padanya.
Bagaimana Cleopatra tahu, karena ia sering berjumpa dengan para wanita dan para pria dengan berbagai sifat karena dulu pergaulan bebasnya membuat ia mengenal banyak orang.
"Kakak ipar ayo kita pergi, kasihan kak Alex menunggu," Raline tidak nyaman jika berlama-lama berada diantara mereka, terlebih tatapan wanita yang bernama Cleopatra itu terus mengintimidasinya.
Kaylin menatap Cleopatra dan Rex bergantian, ia sebenarnya masih ingin berbincang dengan keduanya setelah lama tidak berjumpa, tapi dirinya pun harus pergi bersama Raline ke tempat Alex.
"Kay bisa kita bicara sebentar," pinta Cleopatra saat melihat kebingungan di wajah adik iparnya.
Kaylin yang tidak bisa menolak keinginan kakak iparnya menganggukkan kepala, dan meminta Raline untuk menunggu di dalam mobil. Cleopatra pun menatap Raline yang pergi menjauh dengan penuh tanya pada sosok yang mengaku sebagai adik Alexander, karena seingatnya Alex tidak memiliki adik.
"Kak kau ingin bicara apa?" tanya Kaylin saat melihat kakak iparnya itu hanya diam saja menatap kearah Raline.
"Oh iya aku sampai lupa! Bagaimana kabarmu? Bagaimana dengan kandungan mu? Kenapa kau tidak menghubungiku? Dan sekarang kau tinggal dimana? Aku mencari ke apartemen Alex tapi kalian tidak ada." tanya Cleopatra dengan beruntun tanpa jeda sama sekali, hingga membuat Kaylin tertawa. Tawa yang sudah lama tidak ia lakukan.
"Kak..." Kaylin memeluk Cleopatra dengan erat. "Aku tidak menyangka akan merindukan mu," ucapnya hingga membuat keduanya tertawa.
"Mama kenapa aku dilupakan," protes Rex dengan kesal, membuat Kaylin dan Cleopatra kembali tertawa sembari memeluk Rex.
"Bagaimana kabarmu Kay?" Cleopatra mengulangi pertanyaannya setelah tawa mereka terhenti.
"Aku baik dan kandungan ku juga baik, kau sendiri bagaimana? Keponakan ku?" Kaylin menyentuh perut Cleopatra yang terlihat sedikit membuncit.
"Kami baik. Sekarang kau tinggal dimana? Kenapa tidak pernah menghubungiku? Kenapa—"
"Kak ceritanya panjang, aku tidak bisa cerita di sini. Berikan ponselmu!" pinta Kaylin.
Kaylin menerima ponsel tersebut, menuliskan alamat tempat tinggalnya yang sekarang.
"Ini alamat tempat tinggal ku." Kaylin mengembalikan ponsel milik Cleopatra. "Aku harus pergi, dan aku harap kakak dan Rex berkunjung ke mansion ku."
Cleopatra menatap layar ponselnya. "Tunggu Kay! Kenapa terburu-buru?"
"Adik ipar ku sudah menunggu, nanti akan aku jawab semua pertanyaan kakak saat kalian datang ke mansion ku," ucap Kaylin dengan menggenggam tangan kakak iparnya.
"Baiklah," Cleopatra menganggukkan kepalanya.
"Rex Mama pergi dulu ya," Kaylin mengusap rambut keponakannya dengan lembut.
"Mama mau kemana? Lex boleh ikut?" pinta Rex penuh harap, karena sejak tidak ada mama nya ia kerap kesepian karena sudah tidak ada lagi yang bisa ia jahili di mansion.
"Mama..." Kaylin bingung harus menjawab apa pada keponakannya.
Cleopatra yang mengerti mulai membujuk putranya. "Rex kau lupa kita kemari untuk membeli apa?"
"Beli cheesecake kesukaan ku dan untuk adik bayi," Rex mengusap perut Mommy nya.
"Kalau begitu kita masuk untuk membelinya, nanti Mommy ajak Rex ke tempat Mama, bagaimana?"
Rex menganggukkan kepalanya meskipun dengan berat hati, keduanya pun menatap Kaylin yang meninggalkan tempat tersebut. Terutama Cleopatra, ia masih bingung kenapa tiba-tiba ada sosok wanita cantik yang mengaku sebagai adik Alexander, karena seingatnya pria itu tidak memilki kerabat dan hidup seorang diri.
"Aku harus bertanya pada Kenan, kalau dia masih tidak mau berbicara tentang Kaylin awas saja!" umpat Cleo dalam hati dengan kesal. Bagaimana tidak kesal? Suami dan sepupunya B kompak tidak ada yang mau memberitahu Cleopatra dimana tempat tinggal Kaylin dan Alex, sehingga ia kesusahan untuk bertemu adik iparnya.