
Alex bergegas keluar dari gedung perkantoran saat mendengar laporan dari anak buahnya, ia bahkan tidak mempedulikan Raline yang memanggil-manggil namanya.
"Bagaimana bisa kalian kehilangan jejaknya? Bukankah sudah kukatakan jangan sampai istriku keluar dari mansion!" bentak Alex sembari masuk ke dalam mobil.
"Tadi Nyonya bilang hanya keluar sebentar bersama kakak sepupunya, jadi kami—"
"Sial! Kalian bodoh!" Alex menutup ponselnya tanpa mau mendengarkan penjelasan dari anak buahnya yang tidak becus dalam bekerja. "Kemana kalian pergi!" ia pun segera melacak keberadaan Kaylin. Dengan kemampuannya sebagai mantan ketua Delta tentu tidak sulit bagi Alex menemukan keberadaan istrinya.
*
*
Sementara itu ditempat yang berbeda, lebih tepatnya di sebuah taman kota yang letaknya jauh dari mansion Moses. Kaylin tengah duduk bersama Edgar sembari menatap orang yang lalu lalang di depan mereka.
"Kita hanya punya waktu kurang dari satu jam, sebelum suami mu menemukan kita," Edgar memulai pembicaraan sembari menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Edgar mengetahui siapa Alexander setelah mencari tahu semua tentang pria itu sebelum datang ke Jakarta. Dari yang ia ketahui pria itu adalah orang kepercayaan dari cucu keluarga Arbeto, dan terakhir pria itu bekerja menjadi pengawal pribadi Kaylin. Untuk hal lainnya dia baru tahu dari Kaylin jika ternyata Alex berasal dari keluarga Moses.
"Sebelumnya aku ingin bertanya sesuatu padamu, Ed." Kaylin menatap intens sepupunya. "Kemana kau selama ini? Kenapa kau begitu sulit untuk ditemui?"
Deg.
"Bahkan di hari pernikahanku kau tidak bisa datang dengan alasan sibuk." Kaylin menatap kecewa pada Edgar.
"Maaf..." hanya kalimat itu yang bisa Edgar katakan sambil meraih tangan Kaylin untuk digenggam. "Tapi sekarang aku ada di sini untuk membantumu. Jadi sekarang ceritakan padaku semuanya!" Karena memang kemarin saat mereka berbicara lewat ponsel, Kaylin hanya menceritakan sebagian kisahnya.
Kaylin menghembuskan napas perlahan lalu menceritakan semuanya pada Edgar, di mulai saat kejadian di Dubai dan berakhir menjadi istri seorang Alexander Moses yang tidak di cinta suaminya sendiri, ditambah dengan kehadiran Raline diantara mereka.
Edgar sendiri menyimak dalam diam sembari sesekali menahan amarah, saat tahu wanita yang ia sayangi dan cintai dibuat terluka oleh kelakuan suaminya. Tidak tahukah Alexander, begitu berartinya Kaylin di dalam hidupnya dan juga hidup Kenan, jika sampai Kenan tahu adik kesayangannya dibuat sedih entah apa yang akan terjadi.
"Baiklah seperti yang sudah kita bicarakan kemarin, kita buat suamimu cemburu dan merasakan hal yang sama seperti yang kau rasakan." Ucap Edgar setelah Kaylin selesai bercerita.
Kaylin menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat, namun itu hanya sesaat karena wajahnya kembali sendu.
"Tapi Ed, aku tidak yakin bisa membuatnya cemburu. Alex, dia tidak pernah mencintaiku."
"Kau pasti bisa, percayalah!" Edgar yakin itu, karena tadi ia melihat dengan jelas bagaimana Alexander emosi melihat interaksi dirinya bersama Kaylin. "Untuk masalah Raline aku yakin kau pasti bisa menanganinya."
"Tentu saja, aku seorang Meyer masa tidak bisa mengatasi hama pengganggu." Kelakarnya.
Edgar pun tertawa sembari mengusap rambut Kaylin dengan penuh kasih. "Hanya untuk kali ini aku membantu memperbaiki hubungan kalian, jika Alex masih memperlakukanmu tidak baik maka aku akan membawamu pergi."