
Kenan berjalan mendekat, menarik adiknya hingga tidak sengaja membuat Kaylin terjatuh dari atas tempat tidur, hanya untuk bisa duduk di samping istri tercintanya.
"Kak Kenan tega sekali," Kaylin berdiri dengan mengusap belakangnya yang mencium karpet lantai.
Kenan tak mempedulikan protes adiknya, ia mencium bibir dan perut istrinya lalu menatap sang adik yang masih meringis kesakitan.
"Sudah memanggil dokter?"
"Dokter? Untuk apa?" Kaylin balik bertanya dengan bingung.
"Kau bilang maag mu kambuh?"
"Oh.. tidak perlu kak, aku akan minum obat saja," secepatnya Kaylin harus keluar dari kamar sebelum kakaknya bertanya-tanya lebih detail lagi. Ia tidak ingin mendapatkan masalah baru, karena perasaannya mulai tidak enak saat menatap wajah polos keponakannya.
"Jangan Mama! Adik bayi jangan dikasih obat."
"Tuh kan titisan Cleo pasti membuat masalah, mampus aku kalau sampai Kak Kenan salah paham," gumam Kaylin dengan menghela napas kasar, saat melihat ekspresi wajah kakaknya yang berubah dingin.
"Adik Bayi?"
"Iya Daddy, Mama ...."
"Rex..."
Bukan Kaylin yang bersuara, namun kakak iparnya yang memanggil sang anak.
"Rex mengira di perut Kaylin ada Adik bayi seperti di perutku, hanya karena Kaylin pusing dan mual," terang Cleopatra sembari menatap adik iparnya dengan tajam.
"Oh.. aku pikir," Kenan menggelengkan kepalanya dengan perasaan lega.
"Memangnya apa yang kakak pikir?"
"Aku pikir di perutmu memang ada Bayi nya," Kenan tertawa saat pemikiran konyol itu sempat hingga di benaknya. "Tapi itu tidak mungkin, karena dari dulu kau tidak memiliki kekasih. Dan Mario—" Kenan terdiam saat mengingat sesuatu. "Kau dan Mario tidak melakukan hal yang jauh saat di Dubai kan?"
"Tentu saja tidak kak..." jawab Kaylin dengan cepat. "Tapi aku melakukannya dengan Alex," ucapnya kembali namun hanya dalam hati.
"Ya Tuhan, dengan Mario yang notabene calon suamiku saja Kak Kenan akan menghajarnya. Bagaimana kalau dia tahu dengan siapa aku bercinta, entah akan jadi apa Alex?" gumam Kaylin dalam hati dengan panik.
Hingga tak menyadari sejak tadi diam-diam Cleopatra menatap Kaylin dengan intens.
"A-aku akan kembali ke kamar, Rex apa kau mau ikut Mama?" tanya Kaylin pada keponakannya.
"Tidak mau, Lex mau di sini."
"Ya sudah." Kaylin pun bergegas keluar dari ruangan dengan terburu-buru.
Setelah sampai di dalam kamarnya, ia merebahkan diri di atas tempat tidur dengan tatapan mata menatap langit-langit kamar.
"Aku tidak mungkin hamil," Kaylin mencoba mengingat-ingat kapan terakhir kali datang bulan. Namun karena terlalu sibuk mengurus acara pertunangan dan pernikahannya, ia sampai lupa belum mendapatkan tamu bulanannya. Tapi itu bukan suatu masalah bagi Kaylin, karena sejak masih remaja siklus bulannya memang tidak teratur.
*
*
Sementara itu Cleopatra yang masih berada di dalam kamar bersama sang suami, dan putra mereka. Tengah memikirkan perbicangan yang terjadi diantara mereka tadi, masih teringat dengan jelas raut wajah Kaylin yang panik saat perbicangan mengenai Dubai.
"Sayang sudah lama aku tidak melihat Alex, kemana dia?" tanya Cleo, saat menyadari tidak pernah melihat Alex sejak kepergian pria itu ke Dubai.
Kenan mengangkat kedua bahunya tanpa menatap sang istri, karena fokusnya tengah bermain bersama Rex.
"Sepupumu bilang Alex sedang menjalankan tugas penting."
"Oh..." Cleo menganggukkan kepalanya. "Tapi Alex akan kembali setelah menyelesaikan tugasnya?"
"Tidak," jawab Kenan dengan singkat.
"Loh kenapa? Jangan bilang kau memecatnya?" tanya Cleo dengan suara yang meninggi, hingga membuat Kenan mengalihkan tatapannya pada sang istri.