One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 44



"Ken tunggu dulu! Bagaimana dengan acara pernikahannya?" teriak Mario dengan emosi, saat calon kakak iparnya itu pergi begitu saja, dan calon istrinya entah dibawa kemana oleh Alex.


Sementara Kenan terus berjalan dengan cepat tanpa peduli teriakan Mario, ia pun tidak peduli dengan acara pernikahan adiknya yang sudah dipastikan gagal total.


"Tuan Kenan Anda mau kemana?" tanya Lawalata saat melihat calon kakak ipar putranya berjalan dengan terburu-buru.


"Maaf aku harus pergi."


"Tapi kemana? Bagaimana dengan acara pernikahannya?" Lawalata menahan langkah Kenan Meyer.


"Dari pada Anda sibuk memikirkan acara pernikahannya, lebih baik Anda urus Mario," Kenan menatap kebelakang dimana Mario berjalan dengan tertatih-tatih.


"Mario..." Merry berteriak histeris saat melihat kondisi putra kesayangannya yang mengenaskan, begitupun dengan Lawalata yang langsung berlari menghampiri Mario.


Kenan yang melihatnya, hanya bisa menghela napas dengan panjang, kembali berjalan bersama Cleopatra untuk menyusul Alex yang entah membawa Kaylin kemana, dari pada melihat drama keluarga Lawalata yang tidak penting.


*


*


Setelah berhasil menyusul Alex, yang ternyata membawa Kaylin ke rumah sakit terdekat. Kenan segera masuk ke dalam ruangan, dimana adiknya itu terlihat masih tak sadarkan diri di atas tempat tidur pasien.


"Bagaimana keadaan Kaylin?" Kenan berjalan melewati Alex tanpa mau menatap pria itu.


"Keadaannya baik, begitu pun dengan kandungannya."


"What?" seru Kenan dan Cleopatra bersamaan dengan wajah yang terkejut.


"Kau jangan main-main?" Kenan yang marah langsung menarik kearah pakaian Alex. Kini ia benar-benar marah pada pria yang bernama Alexander itu. "Cabut omong kosong mu itu!"


Alex menghempaskan tangan Kenan, menatap tajam pada mantan majikannya.


"Itu bukan omong kosong, Kaylin memang sedang mengandung anak kami."


"Sayang hentikan!" Cleo menahan Kenan yang hendak memukul Alex lagi.


"Cleo kau tidak dengar? Dia bilang Kaylin sedang mengandung! Baji-ngan ini menghamili Adikku!" teriaknya dengan frustasi.


"Sabar sayang, kita belum tahu apa yang terjadi sebenarnya. Sebaiknya kita tanya dokter untuk tahu lebih jelas keadaan Kaylin."


Kenan menganggukkan kepalanya, menyetujui apa yang dikatakan Cleopatra. Karena bisa saja Alex berbohong dengan mengatakan Kaylin hamil agar bisa menikahi Adiknya.


"Aku akan menemui dokter," Kenan yang hendak keluar dari ruangan, membatalkan niatnya tersebut saat mendengar suara lirih Kaylin.


Egh..


"Kay kau sudah sadar," Cleopatra mendekat pada adik iparnya.


"Dimana aku?" Kaylin menatap keseluruh ruangan yang beraroma alkohol menyengat.


"Kau di rumah sakit." Kenan yang menjawab dengan datar, namun jauh di lubuk hatinya yang terdalam ia merasa cemas dengan kondisi adiknya yang kemungkinan tengah mengandung anak dari mantan pekerjanya.


"Rumah sakit, memangnya aku kenapa?" Kaylin yang masih bingung kenapa tiba-tiba berada di rumah sakit, langsung bangun dari tidurnya saat teringat apa yang telah terjadi ketika melihat wajah Alex.


"Jangan banyak bergerak Kaylin Meyer! Kasihan anak kita."


"Anak kita?" Kaylin yang masih bingung dan terkejut, dibuat semakin terkejut dengan perkataan Alex.


"Ya, anak kita. Karena kau sedang hamil."


"Apa? Kau jangan bercanda Alexander, mana mungkin aku hamil."


"Aku tidak bercanda, dokter yang mengatakan kau sedang hamil."


"Apa?" pekik Kaylin, dan di detik selanjutnya ia kembali pingsan tak sadarkan diri.