
Keesokan harinya.
Setelah pembicaraan dua hari yang lalu bersama Kaylin, yang menginginkan hubungan dirinya dengan Kenan membaik. Kini Alex memberanikan diri dengan menurunkan ego nya menghampiri Kenan yang tengah duduk di kursi taman belakang yang ada di mansion Meyer.
Kenan terlihat sedang menemani Rex yang tengah bermain bola bersama para pelayan. Sebuah pemandangan yang menggelikan karena bukannya ikut bermain bola bersama Rex, Kenan justru memilih duduk sibuk dengan ponselnya. Seorang pria yang tidak patut untuk dicontoh, sudah Arrogant, sombong, kikir, dan tidak menyayangi putranya.
Ehem.
Alex berdeham hendak duduk di salah satu kursi kosong di sebelah Kenan.
"Berani duduk di sana kau akan aku usir dari mansion ku!" Ucap Kenan tanpa menatap pada Alexander.
"Aku hanya ingin —"
"Pergilah jangan merusak pemandanganku!" usir Kenan.
Alex menghela napas dalam. Lihatlah! bagaimana bisa ia memperbaiki hubungannya dengan manusia sombong dan kikir itu, belum apa-apa saja dirinya sudah diusir dari tempat tersebut.
"Kau tidak dengar? Pergilah!" Kenan kembali mengusir Alex saat pria itu diam saja tak beranjak dari tempatnya. Sungguh ia tidak mau hari libur nya menjadi buruk karena kehadiran Alexander yang selalu membuat emosinya naik.
"Kenapa kau tidak ikut bermain bersama putramu?" Alex bertanya tanpa mempedulikan Kenan yang sudah jelas-jelas mengusirnya.
Kenan yang mulai kesal memijat keningnya dengan helaan napas kasar. "Kau itu tuli? Aku bilang—"
"Kelak jika putraku sudah sebesar Rex, aku akan mengajaknya bermain. Tidak sepertimu yang membiarkan anak bermain bersama pelayan." Potong Alex dengan menyindir.
Brak.
Kenan yang semakin kesal menggebrak meja di depannya dengan kuat hingga membuat Rex dan para pelayan, serta Cleopatra dan Kaylin yang hendak menghampiri suami mereka terkejut.
Kedua wanita itu pun menghampiri suami mereka untuk mengetahui apa yang menyebabkan mereka kembali berdebat.
"Tahu apa kau tentang mengasuh anak, bukankah keahlian mu hanya menyakiti seorang wanita." Kenan balik menyindir dengan tersenyum sinis, membuat keduanya kini saling menatap dengan tajam.
"Ada apa sayang?" Cleopatra menyentuh lengan suaminya.
"Adik ipar kesayangan mu sudah berani mengajariku bagaimana cara mengasuh Rex."
Kaylin kini menatap Alex dengan tajam dan kesal. Bukankah suaminya itu akan berusaha menjalin hubungan baik dengan Kenan, tapi kenapa justru membuat masalah lagi dengan kakaknya.
"Aku tidak mengajarinya, hanya memberitahu. Kasihan Rex bermain bola hanya ditemani para pelayan." Jelas Alex yang mengerti arti tatapan tajam Kaylin. "Kelak jika anak kita sudah sebesar Rex aku akan menemaninya bermain."
Tatapan tajam Kaylin berubah jadi tatapan penuh kekaguman. Ia beruntung memiliki Alex yang akan menjadi Daddy baik dan sempurna untuk anak-anak mereka kelak.
Berbeda dengan Kaylin yang tersenyum, Cleopatra kini menatap suaminya dengan tajam.
"Alex benar, seharusnya kau itu menemani Rex bermain bola bukannya sibuk dengan ponselmu." Cleopatra menarik ponsel Kenan lalu melemparnya ke kolam renang.
"Sayang..." Kenan menatap nanar ponselnya yang tenggelam.
Sementara Alex tertawa melihat bagaimana seorang Kenan Meyer yang berkuasa dikalahkan seorang Cleopatra Mateo.
"Katakan Alex apalagi yang akan kau lakukan jika anak kalian sudah sebesar Rex?" tanya Cleopatra dengan sengaja, agar suaminya itu bisa menjadi Daddy yang baik bukan hanya bisa membuatnya saja.
"Aku juga akan mengajarinya menggunakan senjata, agar kelak anak kami bisa menjadi seorang mata-mata handal seperti aku tentunya." Ucap Alex dengan bangga sembari mengusap perut Kaylin, tanpa menyadari ketiga orang yang berada ditempat tersebut menatapnya dengan mulut yang menganga dan tatapan tak percaya.