
"Alexander!" Kaylin menepis tangan suaminya dengan emosi. "Berani mengajari anak kita menggunakan senjata, habis kau!" Ancam Kaylin yang membuat Alexander terdiam.
Sementara Kenan kini gantian yang menertawakan Alexander, menertawakan seorang pemimpin tim Delta yang terkenal di dunia agen Intelejen bahkan menjadi tangan kanan seorang Boy Arbeto, tunduk pada adiknya yang nota bene seorang wanita yang ceroboh dan manja.
"Daddy ayo main belsama Lex!" Rex menarik tangan Dad Kenan. "Papa juga!" tangan Rex menarik papa Alexander.
Kedua pria itu saling menatap dan akhirnya mengikuti kemauan Rex dengan bermain bola, sementara Cleopatra dan Kaylin menatap para suami mereka dengan menghela napas kasar. Kini mereka berharap dengan bermain bola bersama, Alex dan Kenan bisa berdamai dan kompak namun beberapa menit bermain.
"Mommy.. Mama..." Rex berlari dengan menangis. "Bola Lex," ia menunjuk pada Dad Kenan dan Papa Alex yang berebut bola, lebih tepatnya bola yang kini sudah tidak berbentuk karena sudah kempes di injak-injak oleh kedua pria itu.
"Ya Tuhan." Cleopatra dan Kaylin menghela napas bersamaan.
*
*
Setelah hari pertama gagal total dan mendapat amarah dari Kaylin, Alex terus mencoba untuk kembali menjalin hubungan baik dengan Kenan. Dimulai dengan mendekati kakak iparnya itu dimana pun Kenan berada.
Seperti contohnya saat Kenan bekerja di ruang kerja yang ada di mansion Meyer, Alex ikut masuk ke dalam ruangan tersebut dengan berakhir pada pengusiran. Dihari berikutnya Alex ikut bermain golf bersama Kenan di halaman belakang, yang berakhir dengan wajah keduanya yang babak belur karena tak ada yang mau mengalah pergi dari lapangan golf.
Dan saat ini yang tengah dilakukan Alex adalah mengikuti Kenan kemanapun pria itu melangkahkan kakinya, hingga membuat Kenan ketakutan dengan ulah Alex yang aneh.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan?" Kenan pusing dan frustasi dengan sikap Alex yang selama beberapa hari ini mengikutinya tanpa henti.
"Aku hanya ingin berdamai. Karena Kaylin memberikan syarat akan ikut pindah ke mansion kami jika hubungan kita membaik." Jawab Alexander dengan ekspresi datarnya.
"Ck, kenapa tidak mengatakannya dari tadi?" Ucap Kenan dengan kesal. Kalau tahu alasannya seperti itu sudah sejak awal Kenan akan berpura-pura berdamai dengan Alex agar pria itu keluar dari mansion Meyer, walaupun itu artinya Kaylin pun akan ikut pindah. Tapi tak mengapa asalkan Alexander bisa menjauh agar kehidupannya kembali damai. "Dimana Kaylin?"
"Kay lihat! Kami sudah berdamai." Dengan canggung Kenan merangkul Alexander dengan senyum kaku dibibirnya.
"Ya, kami sudah berdamai." Alex ikut menimpali dengan tersenyum kaku.
Kaylin sendiri menatap tak percaya pada apa yang dilihatnya, ia bahagia melihat kakak dan suaminya kini terlihat akur.
"Sekarang kalian pergilah dari Mansion ku! Lebih cepat lebih baik!" Kenan menepuk bahu Alexander dengan penuh tenaga, hingga membuat tubuh pria itu maju ke depan.
Alex yang ingin membalas perbuatan Kenan terpaksa menahan emosinya agar Kaylin tidak curiga.
"Ayo tunggu apalagi? Cepat kalian pergi!" Kenan masih tersenyum kaku.
"Kak kau mengusirku?" bukannya bahagia melihat hubungan Kenan dan Alex membaik, Kaylin justru sakit hati mendengar dua kali Kenan mengusirnya.
"Kay bukan seperti itu..." Kenan merasa bersalah melihat adiknya bersedih.
"Kak Kenan jahat, aku akan mengadukan kakak pada Kakak ipar." Kaylin beranjak dari tempat tersebut.
"Kay tunggu dulu! Bukan maksud—" Kenan menghela napasnya dengan kasar sembari menatap pada Alex begitu pun sebaliknya.
Dan di detik berikutnya baik Kenan dan Alex saling mendorong saat tersadar mereka masih saling merangkul. Keduanya pun bergegas pergi dari ruangan tersebut dengan bergidik ngeri.
...🌸🌸🌸...
...Maaf ya akhir-akhir ini Mom jarang update karena fokus revisi naskah Kenzo (Menikahi jd yang ke 2) yang akan segera di terbit cetak. Tapi Mom janji novel Kaylin dan Alex akan diselesaikan sampai tamat 😊...