
Deg.
Kaylin begitu terkejut mendengar ucapan Cleopatra. "Mencintai Alexander? Apa maksudmu kak?"
Cleopatra menarik satu sudut bibirnya keatas, menatap sosok yang berdiri di balkon lantai atas yang tengah menatap mereka dari kejauhan.
"Maksudku sudah sangat jelas, Adik iparmu itu kemungkinan besar mencintai Alexander." Cleopatra melambaikan tangannya pada Raline, walaupun tidak mendapatkan balasan yang ramah dari wanita itu.
"Kak itu tidak mungkin, mereka kakak adik." Kaylin yang bingung menatap kebelakang dimana Cleopatra melambaikan tangannya pada seseorang. Seorang itu adalah Raline yang tengah berjalan masuk ke dalam kamar.
"Kay jangan bilang kau tidak tahu?" Cleopatra mengerutkan keningnya dengan terkejut. Meskipun ia sudah menduganya sejak mendengar cerita Kaylin, dan betapa susahnya mendapatkan informasi tentang keluarga Moses. Tapi ia tidak menyangka Alexander tidak menceritakan yang sebenarnya pada Kaylin. "Mereka bukan saudara kandung."
"Apa? A-apa maksudmu kak?" tanya Kaylin dengan tangan yang bergetar hebat. Ia menolak apa yang tengah dipikirkannya saat ini, tentang kecurigaannya dengan sikap Raline yang memperlakukan Alex layaknya seorang kekasih.
"Keterlaluan!" umpat Cleopatra dengan geram. "Jadi Alexander benar-benar tidak memberitahumu, kalau mereka hanya saudara tiri tanpa ada ikatan darah sama sekali. Kedua orang tua mereka menikah dengan masing-masing membawa anak. Tuan Jeremy Moses membawa Alex dan Nyonya Agnes membawa Raline, itu artinya mereka bukan saudara kandung." Jelas Cleopatra panjang lebar.
"Itu tidak mungkin kak," Kaylin yang terkejut sampai tak bisa berkata-kata, tubuhnya yang memang sejak tadi kelelahan ditambah dengan kenyataan yang mengejutkannya tentang status Alexander dan Raline, membuat kepalanya terasa berputar-putar dan hampir membuatnya tak sadarkan diri.
"Kay kau baik-baik saja?" Cleopatra dengan cepat menghampiri adik iparnya, memeluk tubuh yang terlihat bergetar hebat itu.
"Aku baik-baik saja." Kaylin menghapus air mata yang entah sejak kapan menetes di kedua pipinya. Ia berusaha untuk bisa mengontrol emosinya meskipun rasanya begitu sesak hingga membuatnya kesulitan untuk bernapas. "Pantas saja aku merasa cemburu padanya. Tapi kenapa Alex membohongiku? Kenapa mereka berdua tidak mengatakan kalau mereka hanya saudara tiri?" gumamnya dalam hati dengan tangan terkepal erat.
"Tidak kak, aku baik-baik saja." Kaylin menatap Cleopatra sambil menggenggam tangan kakak iparnya itu. "Kau mengetahui semua ini apa dari Kak Kenan?"
Cleopatra menggelengkan kepalanya. "Aku mengetahui semua tentang keluarga Moses dari Boy Arbeto. Tapi kakakmu pun sudah tahu siapa sebenarnya Alexander."
"Berarti Kak Kenan juga tahu Alexander dengan Raline kakak adiki tiri?"
"Kenan tidak tahu, yang dia tahu hanyalah mereka bersaudara keturunan Moses. Karena memang semua data pribadi milik keluarga Moses sangat sulit untuk diketahui. Kalau bukan karena bantuan dari Boy Arbeto, aku pun tidak akan mengetahui semuanya."
Ya, sejak bertanya pada Kenan dan mengetahui Alex adalah keturunan dari keluarga terpandang bernama Moses. Dia pun menghubungi Boy Arbeto untuk mencari tahu semua data pribadi anggota keluarga tersebut, terutama Raline yang entah mengapa tidak ia sukai.
Dan benar saja, setelah mencari berulang kali dengan hasil yang sama kalau mereka satu keluarga, akhirnya mereka mendapatkan data yang mengejutkan. Data pribadi mengenai Tuan Jeremy Moses Ayah dari Alex, yang menikah kembali dengan seorang janda beranak satu. Dengan kata lain Alexander dan Raline bukan saudara kandung.
"Sungguh menggelikan, aku istrinya tapi tidak mengetahui apa pun tentangnya." Kaylin tersenyum sendu.
Cleopatra yang mengetahui bagaimana perasaan Kaylin hanya bisa menguatkan adik iparnya itu. "Sekarang apa yang akan kau lakukan setelah tahu semuanya? Dan aku rasa Raline menyukai Alexander dari apa yang kau ceritakan padaku."
Kaylin terdiam sembari menatap kearah balkon kamar Raline, dengan senyum tipis penuh arti. "Kau bertanya apa yang akan kulakukan? Seharusnya kau bertanya apa yang bisa diperbuat oleh seorang Kaylin Meyer."