One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 48



"Hei! Kau tidak perlu melakukan drama jika sudah ketahuan, lebih baik cepat pergi dari sini!" usir Boy. Dia tahu betul Alex sudah membuat rivalnya itu tak bisa berkutik, walau Boy sendiri tidak tahu apa yang dibisikkan Alex.


"Ck.. tidak perlu kau usir, aku juga akan pergi. Pernikahan ini aku batalkan!" ucap Mario dengan tegas, lalu keluar dari ruangan dengan tangan terkepal erat. Ya, dia memilih mundur dari pada Alex membongkar semua rahasianya lebih dalam lagi. Namun Mario berjanji, suatu hari nanti akan membalas rasa malu yang ia rasakan hari ini.


"Dasar aneh!" umpat Boy, lalu menatap pada semua orang yang masih termenung menatap kepergian Mario. "Aku harus pergi, kalian bicarakan masalahnya dengan baik-baik jangan memakai emosi, terutama kau Ken!" ucap Boy pada Kenan.


"B jangan pergi dulu, kalau mereka bertikai kembali bagaimana?" Cleopatra tidak ingin lagi melihat suaminya adu jotos dengan pria yang ia yakini akan menjadi adik iparnya.


"Kau tidak perlu khawatir, aku sudah menaruh tim khusus Delta yang bisa melumpuhkan mereka jika berbuat macam-macam." Boy menatap Kenan, lalu berganti menatap pada Alex. "Berusahalah mengambil hati calon kakak iparmu!" Boy menepuk bahu anak buahnya itu. "Aku pergi, kedua jagoan ku sudah terlalu lama ditinggal."


Boy melambaikan tangannya, berlalu dari ruangan tersebut. Meninggalkan semua orang yang terdiam dengan segala pemikirannya masing-masing. Terutama Kenan, Cleopatra, dan Kaylin yang masih bertanya-tanya apa benar Mario seorang biseksual.


"Jadi kapan?" tanya Alex setelah cukup lama mereka terdiam.


"Kapan apanya?" tanya Kenan tak suka.


"Tentu saja hari pernikahan kami."


"Tidak ada, dan tidak akan pernah ada hari pernikahan kalian," ucap Kenan dengan tegas.


"Ken.." Cleopatra menggelengkan kepala, tak menyangka suaminya itu masih tetap keras kepala tidak mau menerima Alex. "Kalau mereka tidak menikah, bagaimana nasib bayi yang ada di dalam kandungan Kaylin? Apa kau tidak kasihan pada Adikmu?"


"Kak...." Kaylin menggelengkan kepalanya dengan menangis.


"Aku tidak akan pernah membiarkan keturunanku di ambil orang lain!" Alex mengetatkan rahangnya. Sungguh ia sudah tidak bisa mentolerir sikap Kenan, untuk kali ini Alex akan melawan jika berkaitan dengan hak miliknya. "Kau ijinkan kami menikah? Atau aku akan menculiknya lagi!" ancamnya.


"Kau..."


Keduanya kembali bersitegang saling menatap dengan tajam, membuat Cleopatra menghela napas dengan panjang.


"Kalian berdua itu sama saja, seharusnya kalian itu bertanya pada Kaylin apa yang diinginkannya, dan stop..!" Cleopatra menyela, saat kedua pria itu hendak berbicara. "Kalian jangan mengatakan memiliki hak atas Kaylin, karena Kaylin memiliki hak atas dirinya sendiri!"


Baik Kenan dan Alex kini menatap pada Kaylin, menatap penuh intimidasi agar Kaylin memilih apa yang menjadi keinginan mereka.


"Katakan Kay apa yang kau inginkan? Apa kau menerima pertanggungjawaban Alex dengan menikahimu, atau kau ingin mengikuti apa yang diinginkan Kenan?" tanya Cleopatra sembari mengusap rambut Kaylin, memberikan dukungan pada wanita itu untuk mengatakan apa yang diinginkannya.


"Aku..." Kaylin menatap Kenan dan Alex bergantian. "Aku ingin—"


"Jika kau memilih menikah dengannya, maka hubungan persaudaraan kita putus!Tinggalkan semua fasilitas yang kuberikan, kau tidak boleh membawa apa pun termasuk semua pakaian mahal mu itu!" ancam Kenan dengan sengaja, agar Kaylin memilih menuruti apa keinginannya.


"Kak..." Kaylin kembali menangis, merangkul kakak iparnya dengan perasaan bingung dan kalut.