One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 103



Setelah melihat Alexander pergi dari Mansion nya, Cleopatra masuk ke dalam kamar Kaylin untuk mengecek keadaan adik iparnya itu. Karena dokter mengatakan Kaylin harus benar-benar dijaga, mengingat bukan hanya kondisi fisik nya saja yang terluka tapi psikis nya juga.


"Kay apa kau yakin ingin tinggal di sini?" tanya Cleopatra memulai pembicaraan mereka. Jujur ia senang adik iparnya itu kembali tinggal bersama mereka, tapi Cleo ingin memastikan apa yang benar-benar diinginkan dan yang terbaik untuk Kaylin, mengingat ide untuk tinggal di mansion Meyer berasal dari Kenan. Bahkan menyembunyikan keadaan Kaylin yang sebenarnya tidak keguguran juga ide suaminya. Ya, Kenan dengan dibantu oleh dokter yang bekerja di rumah sakit milik keluarga Arbeto, sudah memanipulasi data kesehatan Kaylin agar Alex percaya istrinya sudah keguguran.


Kaylin menjawab dengan menganggukkan kepala. "Aku ingin menjaganya kak." Ia mengusap perutnya dengan perasaan haru karena sampai detik ini bayi di dalam kandungannya masih mampu bertahan setelah jatuh dari lantai dua, meskipun keadaan kandungannya kini sangat lemah bahkan Kaylin harus bed rest selama satu bulan tidak boleh melakukan apa pun. "Aku juga ingin menjaga kewarasanku, karena jika berada di sisi Alex aku takut tidak bisa menahan emosi."


Cleopatra tersenyum sembari mengusap rambut Kaylin, ia paham betul adik iparnya itu masih trauma dengan kejadian yang dialaminya. Tidak bisa dibayangkan oleh Cleopatra jika kejadian itu sampai membuat Kaylin keguguran, pasti adik iparnya itu akan mengalami depresi berat.


"Lalu apa tadi Alex setuju dengan keinginanmu?"


Kaylin menggelengkan kepalanya dengan lemah. "Tadi dia bilang akan datang setiap hari sampai aku mau ikut pulang bersamanya."


Cleopatra menghela napasnya dengan panjang, ia tidak mengira nasib percintaan Kaylin dan Alexander akan menjadi rumit seperti ini. Di saat keduanya saling mencintai, tapi disaat itu pula keduanya tidak bisa bersama.


"Aku dengar pria brengsek itu datang kemari?" tanya Kenan saat masuk kedalam kamar adiknya.


"Ken, nama pria brengsek itu Alexander." Sahut Cleopatra dengan tidak suka, karena walau bagaimanapun Alex sudah menjadi bagian dari keluarga mereka.


"Bagaimana keadaanmu? Apa perutmu masih sakit?" Kenan meraih tangan adik kesayangannya itu untuk digenggam guna menyalurkan kekuatannya pada Kaylin, karena yang dibutuhkan adiknya saat ini adalah sebuah dukungan.


"Aku baik kak," jawab Kaylin yang sejak tadi berbaring diatas ranjang.


"Bagus, aku yakin keponakanku pasti kuat, karena memilki Mommy yang hebat." Kenan menatap perut adiknya.


"Kak, terima kasih," ucap Kaylin tulus dari dalam hati.


"Kau tidak perlu berterima kasih, karena dalam sebuah keluarga sudah menjadi kewajiban seorang kakak melindungi Adiknya."


Kaylin merasa terharu betapa Kenan sangat menyayanginya, begitu pun Cleopatra yang terharu dengan kedekatan kakak beradik itu. Membuatnya jadi teringat sosok Agam Mateo, sosok kakak yang juga selalu melindungi adik-adiknya.


"Sekarang kau tidak perlu takut lagi, karena orang yang telah membuatmu celaka sebentar lagi akan masuk penjara."


Ya, tadi Kenan pergi untuk mengurus semuanya guna membawa masalah yang terjadi pada Kaylin kejalur hukum. Tidak akan Kenan biarkan wanita itu lolos begitu saja setelah membuat celaka Adik dan calon keponakannya.