One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 74



"Ck.. itu bukan urusanmu," Kaylin berdecak dengan kesal.


"Semua hal yang berhubungan denganmu menjadi urusanku!"


"Tidak semua Alexander!" ucap Kaylin dengan bibir bergetar menahan emosi di dalam dada. Ingin sekali ia berteriak mengatakan pria itu begitu egois, karena tidak pernah mau terbuka padanya dalam segala hal namun menuntutnya untuk memberitahu apa saja yang ia alami dan rasakan.


Alex terdiam sesaat ketika mendengar suara Kaylin yang meninggi di seberang sana. "Aku akan kembali ke Jakarta." Ia menutup sambungan ponselnya.


"Halo Alex.. halo," Kaylin menatap ponselnya yang sudah mati. "Kay bagaimana bisa kau mencintai pria seperti Alexander." Gerutunya pada diri sendiri. "Oh ya Edgar..." Kaylin yang teringat dengan tujuannya, segera menghubungi ponsel sepupunya.


Pada panggilan pertama sambungan ponsel itu tidak diangkat, sampai di panggilan ke tiga sepupunya itu belum juga mengangkat panggilan tersebut. Tak kehilangan akal, Kaylin pun mengirimkan pesan singkat pada Edgar.


...Kak Edgar aku membutuhkan bantuanmu....


Tanpa menunggu lama hanya berselang beberapa detik Edgar balik menghubunginya, membuat Kaylin terharu karena pria itu masih begitu peduli terhadapnya.


*


*


Beberapa jam kemudian.


Alexander yang sudah sampai di Mansion setelah melakukan perjalanan pulang-pergi Jakarta-Riau langsung masuk ke dalam bangunan megah tersebut.


"Loh kak, kau sudah kembali?" Raline yang terbangun dari tidurnya karena kehausan dan ingin mengambil air minum, terkejut saat melihat kedatangan Alexander. Bagaimana tidak terkejut karena tadi siang pria itu mengatakan akan pergi ke Riau selama beberapa hari, tapi belum ada satu hari pria sudah kembali.


"Dimana Kaylin?" tanya Alex tanpa menjawab pertanyaan adiknya.


"Kakak ipar ada di dalam kamar, dan pastinya sudah —" Raline terdiam saat melihat Alexander pergi begitu saja padahal ia belum menyelesaikan perkataanya. "Kak tunggu!" Ia menyusul Alex, namun sayangnya pria itu sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar. "Sial!" umpatnya saat melihat pintu kamar Alex yang tertutup rapat.


Raline pun tidak kehilangan akal, ia berjalan ke ruang kerja Alex untuk menunggu pria itu. Karena ia yakin Alexander hanya sebentar berada di dalam kamar, dan seperti biasanya akan menghabiskan waktu di ruang kerja.


Sementara itu di dalam kamar. Alex yang ingin berbicara dengan Kaylin mengurungkan niat tersebut saat melihat wanitanya tengah tertidur pulas diatas ranjang. Ia pun berjalan mendekat sembari membuka jas dan melonggarkan dasi yang mengikat di lehernya.


"Kenapa kau selalu membuatku khawatir?" Alex mengusap rambut Kaylin dengan perlahan, menatap intens wajah wanita yang tengah mengandung benihnya itu lalu mengecup bibir yang sejak tadi menggodanya. "Apa kau merindukanku?" tangannya kini beralih mengusap perut Kaylin.


Setelah puas mengusap perut wanitanya, ia pun bergegas masuk ke dalam bathroom untuk membersihkan diri sebelum ikut bergabung bersama Kaylin di atas tempat tidur.


Kaylin yang sebenarnya belum tertidur membuka kedua matanya setelah mendengar suara pintu bathroom yang ditutup.


"Kau tahu Alex, dengan semua sikapmu tadi aku merasa menjadi wanita yang sangat kau cintai. Tapi kenyataannya kau tidak mencintaiku?" Kaylin tersenyum sendu. Namun itu hanya sesaat karena ia kembali bersemangat saat teringat pesan Cleopatra sebelum pulang.


...Dapatkan cinta Alexander meskipun hatimu saat ini kecewa, buat dia cemburu dan merasa kehilangan agar Alex sadar betapa berartinya dirimu. Dan untuk Raline aku yakin kau bisa menyingkirkannya....