One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 91



"Edgar..." Pekik Kaylin dengan terkejut saat melihat lengan besar anak buah Alex mencekik sepupunya. "Lepaskan dia!" Kaylin mendorong anak buah suaminya. "Ed kau baik-baik saja?"


Edgar menganggukkan kepalanya sembari berpura-pura kehabisan napas. "Kay anak buah suamimu ingin membunuhku."


"Tidak Nyonya..." Pria itu menggelengkan kepalanya. "Aku hanya ingin mengusir Tuan ini keluar dari mansion, tapi dia justru memukulku dan —"


"Siapa yang menyuruhmu mengusir Edgar?" potong Kaylin dengan cepat.


"Aku." Alex yang sejak tadi diam kini menatap tajam pada Edgar. Sungguh ia tak menyangka menyingkirkan pria itu tidak semudah apa yang dipikirkannya, bahkan Edgar saat ini berakting menjadi yang tertindas sedangkan wajah anak buahnya lah yang memar bekas pukulan.


"Alexander Moses...!" Teriak Kaylin dengan keras, hingga membuat ketiga pria di ruangan tersebut menutup telinga mereka bersamaan. "Kenapa kau mengusir Edgar? Bukankah sudah aku katakan dia akan menginap disini." tanyanya dengan emosi.


"Dan dia sudah menginap. Sekarang waktunya sepupumu itu pulang ke negaranya!" usir Alex setelah menurunkan ke-dua tangannya dari telinga. "Oh ya ampun, bagaimana nasib anakku di dalam sana? Belum lahir saja sudah dibuat rusak genderang telinganya." gumamnya dalam hati dengan menghela napas panjang.


"Tapi Edgar baru menginap sehari." Protes Kaylin tak terima.


"Satu hari sudah terhitung menginap bukan?" Alex balik bertanya. Ia tidak akan mengalah untuk kali ini, sudah cukup rasanya melihat kemesraan istri dan sepupu jadi-jadiannya itu meskipun Alex tahu kemesraan itu hanyalah rekayasa, tapi tetap saja ia tidak terima istrinya disentuh oleh pria lain.


"Iya, tapi kau tidak bisa bertindak seperti itu. Kalau Edgar kau usir aku juga ingin kau usir wanita itu!" Kaylin menunjuk Raline yang kebetulan berjalan kearah mereka.


"Ada apa ini?" Raline bingung saat semua mata menuju padanya.


"Kay, dia Adikku."


"Edgar juga sepupuku." Sahut Kaylin tak mau kalah.


"Kak ada apa ini?" Raline kembali bertanya karena tidak ada yang mau menjawab pertanyaannya.


"Kau harus angkat kaki dari mansion ini." Bukan Alex yang menjawab tapi Kaylin.


"Ya, dia harus mengusirmu kalau sepupuku tidak diperbolehkan tinggal disini." Lagi Kaylin yang menjawab.


"Kak..." Raline menyentuh lengan Alex karena pria itu hanya diam saja.


"Jadi bagaimana Alexander? Apa pilihanmu?"


Alex masih diam menatap Kaylin dan Raline bergantian. Sementara Edgar tersenyum penuh bangga pada Kaylin karena bisa memanfaatkan situasi.


"Kau hebat Kay." Bisiknya.


"Kaylin Meyer..." balas Kaylin juga dengan berbisik tanpa mengalihkan tatapannya pada Alex. "Ed sepertinya Alex sudah mengijinkan kau untuk tinggal di sini lebih lama, jadi mari kita masuk." Kaylin menarik tangan Edgar. Sebenarnya dia sudah tahu Alex pasti tidak akan mengusir Raline, terlebih tadi malam pria itu pasti sangat bahagia mendengar pernyataan cinta dari Raline.


"Tunggu Kay!" Alex menahan langkah istrinya. "Tidak ada yang boleh tinggal disini selain kita berdua."


"Kak..." Raline tak terima dengan keputusan Alex, karena itu artinya dia pun tidak diijinkan tinggal di mansion.


Kaylin sendiri hanya terdiam dengan raut wajah terkejut, dan tak percaya dengan apa yang didengarnya. Alex melarang siapa pun tinggal di mansion selain mereka berdua, itu artinya Alex akan mengusir Raline juga.


"Alex, kau yakin?" tanya Kaylin masih dengan tak percaya. Karena rasanya tidak mungkin Alex mengusir Raline sementara tadi malam wanita itu baru saja mengatakan cinta pada Alex. Kaylin jadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi setelah pengakuan cinta Raline? Apakah Alex menolaknya, ataukah mereka diam-diam ingin menjalin hubungan dibelakangnya dengan berpura-pura saling menjauh.


"Aku yakin," jawab Alex dengan pasti. Karena yang terpenting dalam hidupnya kini hanyalah Kaylin dan anak yang ada di dalam kandungannya.


"Kak kau tega mengusirku?" Raline masih tak terima dengan keputusan Alex. Setelah semalam pria itu menolaknya kini pria itu juga mengusirnya.


"Siapa yang mengusir siapa?"


Suara berat dari arah pintu mansion, membuat Alex, Kaylin, Raline, dan Edgar menengok bersamaan kearah sumber suara.