One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 43



"Tapi Mario, mereka..."


"Biarkan saja!" Mario kembali menarik Kaylin.


"Lepaskan wanitaku..!" Alex menahan tangan Kenan yang hendak memukulnya, saat melihat Kaylin yang ditarik paksa Mario. "Berani membawanya, akan aku patahkan tanganmu!" ancamnya.


Mario menghentikan langkahnya, menatap Alex dengan tatapan mengejek saat melihat pria yang sudah meniduri calon istrinya itu dalam kondisi babak belur. Merasa yakin bisa mengalahkan lawannya yang sudah lemah itu dengan sekali pukulan telak, Mario pun berjalan mendekat dan tanpa banyak kata melayangkan bogem mentahnya. Namun sayang, perkiraannya itu salah saat pukulannya ditahan dengan cepat, hingga tangannya kini sudah berada di dalam cengkraman Alex.


"Sial kenapa dia masih kuat?" belum sempat Mario melawan, tubuhnya lebih dulu terjatuh kebelakang dengan keras, saat sebuah pukulan kuat dan cepat menghajar wajahnya.


Ah...


Kaylin berteriak, melihat mantan kekasih itu kini bertarung dengan calon suaminya, atau kata yang lebih tepat mantan kekasihnya itu menghajar Mario tanpa ampun. Belum reda rasa keterkejutannya, ia kembali berteriak saat Kenan menghajar Alex. Ketiga pria itu kini saling bertarung, dengan posisi Kenan yang menghajar Alex, dan Alex yang menghajar Mario.


"Berhentilah!" teriak Kaylin dengan panik dan bingung. Bingung karena tak tahu harus berbuat apa, dan membela siapa, karena yang satu kakaknya, yang lainnya mantan kekasih dan calon suaminya. "Oh ya ampun, bagaimana ini?" Kaylin yang begitu panik dengan apa yang terjadi, langsung tergeletak tak sadarkan diri saat kepalanya terasa berat seperti ada sebuah batu besar menimpanya.


"Kay..." Cleo langsung berlari saat melihat adik iparnya jatuh pingsan.


"Kenan.. adikmu!" teriak Cleopatra dengan kesal, karena ketiga pria yang merupakan suaminya, Alex, dan Mario itu justru terus berkelahi tanpa menyadari Kaylin yang pingsan.


"Kay..." seru Kenan dan Alex bersamaan, lari dengan cepat menghampiri Kaylin. Sedangkan Mario hanya diam dengan napas tersengal-sengal, karena tidak punya tenaga hanya untuk sekedar memanggil atau menghampiri calon istrinya.


"Kay bangun?" Kenan menepuk pipi adiknya dengan cemas, namun karena tidak sadar juga, ia pun berinisiatif untuk membawa Kaylin. Namun gerakannya kalah cepat dari Alex yang sudah berhasil membawa Kaylin lebih dulu. Sungguh ia tidak menyangka pria yang sudah dibuat babak belur olehnya, masih memiliki tenaga yang kuat dengan membawa adiknya tanpa bantuan sama sekali.


"Kenapa diam saja? Cepat kita menyusul!" Cleo menarik tangan suaminya untuk mengejar Alex, karena dia khawatir dengan keadaan adik iparnya.


"Tunggu aku...!" Mario berusaha untuk berdiri, meskipun tubuh dan wajahnya sakit semua. Apalagi tangannya yang dapat ia rasakan patah setelah di pelintir oleh Alex. Tenyata pria itu membuktikan ucapannya dengan membuat tangannya patah.


"Ck.. " Kenan berdecak kesal melihat kondisi calon adik iparnya itu, lalu pergi begitu saja bersama Cleopatra tanpa mau menunggu Mario.


Sungguh ia merasa malu dan kecewa memiliki calon adik ipar yang begitu lemah, bahkan Mario sama sekali tidak bisa membela dirinya sendiri saat dipukuli Alex. Tadinya ia mengira Mario orang yang tepat untuk melindungi Kaylin, tapi sekarang Kenan tidak yakin akan hal itu, mengingat menjaga dirinya sendiri saja Mario tidak sanggup.