One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 55



"Wah..." Kaylin menatap gerbang mansion yang menjulang tinggi dengan tatapan penuh kekaguman. "Mansion siapa ini?" tanya nya di saat mobil yang ditumpangi mereka masuk ke dalam mansion yang ternyata tak kalah megahnya dengan mansion milik keluarga Meyer.


"Nona mansion ini milik—"


Ehem.


Boby terdiam saat tuan Alex berdeham dengan keras.


"Milik siapa?" Kaylin menatap Boby lalu menatap pada Alex. "Jangan bilang mansion ini milik mu?' tanyanya dengan tertawa. Sungguh lucu sekali jika suaminya itu mengaku mansion mewah tersebut milik pria itu, karena dilihat dari segi apa pun apalagi mengingat pekerjaan Alex yang hanya seorang pengawal pribadi, rasanya tidak mungkin Alex memiliki mansion mewah dan megah seperti milik keluarga Meyer.


"Kenapa kau tertawa?" Alex tidak suka melihat cara tertawa Kaylin yang terkesan mengejek.


"Tidak apa-apa, hanya lucu saja jika kau mengatakan mansion itu milik mu," tunjuk Kaylin masih dengan tertawa, tepat di saat mobil mereka berhenti di depan pintu utama mansion.


"Jadi jika aku mengatakan mansion itu milikku, kau tidak percaya?" Alex semakin kesal mendengar penjelasan Kaylin yang semakin jelas merendahkan dirinya.


Kaylin menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak mungkin dalam waktu tiga tahun tiba-tiba kau menjadi seorang miliarder," karena ia tahu harga mansion yang ada di depan matanya itu sangatlah mahal, jadi tidak mungkin Alex bisa membeli mansion tersebut dengan gaji nya sebagai seorang pengawal pribadi.


"Nona, mansion ini memang milik Tuan Alexander," sahut Boby yang sejak tadi ingin mengatakan hal tersebut namun terhalang oleh tuannya.


"A-apa?" Kaylin menatap tak percaya pada Alex, yang justru keluar dari dalam mobil tanpa menjelaskan apa pun yang dikatakan Boby. "Benarkah mansion ini milik Alex?" tanyanya pada Boby.


Boby menganggukkan kepalanya. "Ya Nona, mansion itu milik Tuan Alexander."


Kaylin yang masih terkejut dengan kenyataan tersebut, menatap kearah pintu mobil yang di buka dari luar oleh Boby, entah sejak kapan pria itu keluar dari dalam mobil? Namun yang jelas fokusnya kini ada pada sosok Alex yang berdiri tegak tidak jauh darinya dengan ekspresi datar.


"Mau sampai kapan kau berdiri di sana?" Alex menatap pada Kaylin yang berdiri seperti patung di samping pintu mobil.


"Alex aku..."


"Ayo masuk!" Alex berjalan lebih dulu tanpa menunggu Kaylin, karena ia masih kesal dengan sikap wanitanya yang terlalu merendahkan dirinya yang dianggap tidak mampu untuk membeli sebuah mansion, padahal jika ia ingin dengan semua warisan yang dimilikinya Alex mampu membeli sepuluh mansion mewah sekaligus.


Ia terus berjalan masuk ke dalam mansion yang sudah lama ditinggalkannya sejak memutuskan keluar dari keluarga Moses, dan lebih memilih tinggal bebas di apartemen sejak bergabung ke dalam tim Delta milik Boy Arbeto dan Agam Mateo.


"Selamat datang kak..."


Deg.


Langkah kaki Alex terhenti saat melihat sosok wanita yang baru saja berbalas pesan singkat dengannya, kini wanita itu sudah ada di depan mata bahkan memeluknya dengan erat.


"Aku sangat merindukanmu Kak," Raline begitu bahagia, karena sosok yang sudah lama ia tunggu sejak pulang ke Jakarta kini sudah ada dihadapannya.


"Raline kau—"


"Dia siapa?" sela Kaylin dengan ketus, Bagaimana tidak ketus saat masuk ke dalam mansion sudah di suguhkan pemandangan yang membuat hatinya panas. Panas melihat seorang wanita cantik dengan begitu santainya memeluk Alex dengan erat, bahkan ia yang istrinya saja tidak pernah berpelukan hangat seperti itu.