
"Rex itu bicara apa? Mana ada Adik bayi. Lagi pula apa Rex tahu Adik bayi itu apa?" tanya Kaylin dengan helaan napas yang panjang.
"Lex tahu, Adik bayi itu ada di pelut. Daddy yang bilang."
Kaylin yang semula terkejut kini menjadi bingung saat mendengar penjelasan keponakannya. Ia merasa telah melewatkan sesuatu yang penting, sesuatu yang terjadi di mansion Meyer.
"Memangnya Daddy Rex bicara apa?"
"Daddy bilang di pelut Mom ada Adik bayi, itu sebabnya Mommy seling sakit kepala, Mom juga celing muntah," jelas Rex dengan sedikit berpikir, karena berusaha mengingat apa yang pernah dikatakan Daddy nya.
"What? Apa kak Cleo sedang hamil?" gumam Kaylin dalam hati dengan wajah tak percaya.
Karena selama ini kakak dan kakak iparnya nya itu tidak mengatakan apa pun padanya, atau mungkin sudah mengatakan, namun dia yang sering melamun jadi tidak mendengarkan dengan baik apa yang dibicarakan kakak dan kakak iparnya.
"Daddy bilang Lex tidak boleh nakal, halus jaga Mom," lanjutnya lagi karena melihat Mama Kaylin hanya diam saja.
"Rex, Mommy mu ada di kamar tidak?" tanya Kaylin.
Rex menganggukkan kepalanya. "Mom kan sudah tidak kelja."
Lagi-lagi Kaylin terkejut mendengar apa yang dikatakan keponakannya. Bagaimana bisa ia tidak mengetahui kakak iparnya itu sudah tidak bekerja. Pantas saja akhir-akhir ini Rex tidak mengganggunya lagi, karena ternyata keponakannya itu bermain bersama Mommy nya.
Kini setelah mendengar semuanya, Kaylin merasa bersalah karena tidak tahu apa pun yang terjadi di dalam mansion. Kaylin yang terlalu sibuk mengurus acara pertunangan dan pernikahannya, jika sudah berada di mansion pasti lebih banyak menghabiskan waktunya mengurung diri di dalam kamar.
"Rex ayo kita ke kamar Mommy mu!" Kaylin membawa keponakannya menuju kamar Cleopatra.
Setelah sampai di kamar Kakak iparnya, ia langsung duduk di atas ranjang tepat di samping Cleopatra, tanpa mempedulikan kakak iparnya yang terlihat terkejut dengan kedatangannya.
"Kak apa benar kau sedang hamil?" tanya Kaylin dengan tidak sabaran.
"Wah selamat kak, akhirnya aku akan memiliki keponakan lagi," Kaylin memeluk erat kakak iparnya. "Kenapa tidak memberitahuku kabar bahagia ini? Kalau Rex tidak bicara, aku pasti tidak akan mengetahui tentang kehamilanmu," protesnya dengan wajah yang ditekuk.
"Aku saja baru mengetahui kehamilan ini setelah acara pertunanganmu. Lagi pula kau selalu berada di dalam kamar, jadi mana ada waktu untuk berbicara," jelas Cleopatra sembari mengusap rambut putranya. "Oh ya, memangnya Rex bicara apa saja pada Mama?"
"Em.. lex bilang di pelut Mom ada Adik Bayi," Rex menyentuh perut Mommy nya. "Di pelut Mama juga ada Adik Bayi," Rex kini menyentuh perut Mama Kaylin.
"What?" Cleopatra langsung menatap Adik iparnya dengan penuh tanya.
"Tidak kak, Rex itu salah paham. Hanya karena aku mengatakan kepalaku pusing dan perutku mual, dia mengira aku sama denganmu memiliki Adik bayi," terang Kaylin sambil tertawa, dan berharap kakak iparnya juga ikut tertawa.
Namun Cleopatra hanya diam, menatapnya dengan sangat tajam penuh intimidasi.
"Oh ayolah kakak ipar, kau tidak mungkin percaya pada ucapan Rex bukan?"
"Kau bilang kepalamu pusing dan perutmu mual?" selidik Cleopatra tanpa menghiraukan pertanyaan Kaylin.
"Ya, karena asam lambungku naik. Dari pagi aku hanya minum susu, jadi sekarang terasa mual dan pusing."
"Siapa yang mual dan pusing?"
Cleopatra juga Kaylin serentak menatap pada sang pemilik suara, pada Kenan yang berjalan masuk sembari merentangkan kedua tangannya menyambut Rex yang tengah berlari.
"Aku kak, maag ku kambuh," terang Kaylin sebelum kakaknya curiga.
Ya, sakit maag. Maag nya hanya kambuh dan tidak mungkin dirinya hamil walaupun Kaylin sendiri tidak yakin dengan hal tersebut.