One Night In Dubai

One Night In Dubai
Part 42



"Kaylin Meyer...!"


Kaylin yang tengah di cium, mendorong tubuh Alex saat mendengar suara Kenan. Betapa terkejutnya ia saat melihat bukan hanya kakaknya, namun ada Mario juga yang berjalan dengan cepat kearah mereka.


"Kak..."


"Apa yang kalian lakukan?" Kenan yang sangat marah dengan apa yang dilihatnya, menarik kasar Kaylin keluar dari lift, dan tanpa banyak kata melayangkan sebuah pukulan keras pada pria yang sudah berani mencium adiknya.


"Kak..." Kaylin menutup mulut dengan kedua tangannya, saat melihat Alex yang dipukul tanpa melakukan perlawanan sedikitpun. Bahkan mantan kekasihnya itu tampak biasa saja menerima pukulan tersebut tanpa mengaduh kesakitan, padahal yang ia lihat pukulan itu sangat keras hingga membuat sudut bibir Alex pecah dan berdarah.


Sementara itu Mario yang juga sangat marah dan tak terima calon istrinya dicium, ikut melayangkan pukulan pada pria yang ia ketahui bekerja sebagai pengawal pribadi keluarga Meyer. Namun di luar perkiraannya, Alex menahan pukulan yang ia layangkan, bahkan mencengkram tangannya dengan kuat hingga membuatnya tak bisa berkutik sedikit pun.


"Sial! Kenapa denganku dia membalas," gumam Mario dengan wajah yang pucat saat tubuhnya didorong dengan kasar hingga hampir terjungkal. Jangan tanyakan betapa malunya ia saat ini, hingga ingin sekali membalas perbuatan Alex, namun tidak jadi dilakukannya saat melihat wajah pria itu yang datar, dengan aura yang mematikan.


"Berani sekali kau menculik adikku, bahkan melecehkannya?" Kenan meraih kerah kemeja yang dikenakan Alex, mencengkeramnya dengan erat hingga membuat pakaian itu lecek seketika.


Sungguh Kenan tak menyangka pria yang pernah dipekerjakannya untuk menjaga Kaylin, justru yang telah merusak acara pernikahan adiknya itu tanpa alasan yang jelas, apalagi dengan beraninya pria itu mencium adiknya.


"Maaf, tapi aku membawa Kaylin karena ingin menikahinya."


"Kau bilang apa?" Kenan ingin memastikan pendengarannya tadi tidak salah, kalau mantan pekerjanya itu meminta adiknya.


"Aku sudah meniduri Kaylin, jadi ijinkan kami menikah."


"Apa..." untuk ke-dua kalinya Kenan, Mario, dan Kaylin berucap bersamaan dengan wajah tak kalah terkejutnya dari yang pertama. Terutama Kaylin, yang tidak menyangka Alex akan membongkar apa yang pernah terjadi diantara mereka.


"Baji-ngan...!" Kenan yang tersulit emosi kembali memukul Alex dengan pukulan yang lebih kuat, hingga membuat pria itu mundur beberapa langkah namun masih bisa berdiri dengan tegak. "Kay.. apa benar yang dikatakan baji-ngan ini?"


Kaylin yang ketakutan tidak berani menjawab sama sekali, ia hanya menundukkan kepalanya, hingga membuat Kenan semakin marah.


"Berani sekali kau menyentuhnya, baji-ngan!" dengan membabi buta Kenan memukul Alex. Tidak ia hiraukan Kaylin yang berteriak ketakutan, dan beberapa pengawal yang mencoba melerai.


"Kak hentikan!" Kaylin yang tidak tega melihat Alex di pukuli tanpa melakukan perlawanan sama sekali, mencoba menghentikan Kenan. Namun kakaknya yang seperti kesetanan, tidak berhenti sama sekali bahkan semakin bersemangat membuat wajah tampan Alex babak belur.


Sementara itu Mario yang masih terkejut dengan kenyataan yang didapatnya, menatap Kaylin dengan tak percaya. Ia tak menyangka calon istrinya itu bercinta dengan pengawal pribadinya sendiri, dengan pria yang derajatnya lebih rendah darinya.


"Kita harus kembali ke ballroom, dan meneruskan acara pernikahannya!" ucap Mario dengan tegas dan dingin, menarik Kaylin dengan paksa.