
"Kita berhenti di bakery itu dulu ya?" Kaylin menunjuk pada toko roti langganan keluarga Meyer, dimana ia dan Rex sering sekali ke toko tersebut untuk membeli cheesecake kesukaan mereka.
"Terserah," jawab Raline dengan acuh, karena ia kesal rencananya untuk berduaan bersama Alex hancur berantakan karena wanita itu ikut pergi bersamanya.
Kaylin pun tersenyum tanpa mempedulikan sikap Raline yang semakin ketus. Setelah mobil mereka berhenti di tempat parkir Bakery tersebut, ia segera turun dari dalam mobil dengan tidak sabaran.
"Ayo!" ajaknya saat melihat Raline yang masih duduk diam di dalam mobil.
"Kau saja, aku tunggu di mobil."
"Ck.. kalau kau tidak ikut, aku membayar pakai apa? Kau lihat bukan aku tidak membawa apapun?"
Raline menatap Kaylin dengan malas, ia pun akhirnya mau tidak mau ikut masuk ke dalam toko roti tersebut. Menemani Kaylin yang begitu antusias membeli banyak sekali roti, kue dan minuman sampai beberapa box, entah untuk siapa ia tidak peduli tapi yang jadi masalahnya adalah dia yang harus terkena imbasnya dengan membawa semua belanjaan milik Kaylin.
Karena kakak iparnya itu beralasan seorang ibu hamil tidak boleh kelelahan dan membawa yang berat-berat, jadi mau tidak mau Raline lah yang membawa belanjaan tersebut sementara Kaylin berjalan dengan santainya tanpa membawa apapun.
"Sial! Sudah aku yang membayarnya, aku juga yang membawa semua belanjaan nya," gerutu Raline dalam hati. "Kenapa aku merasa seperti sedang dipermainkan?" Raline menatap pada Kaylin yang berjalan di depannya seperti seorang majikan, dan dirinya seorang asisten.
Kaylin sendiri berjalan santai dengan senyum penuh kemenangan yang tercetak dibibirnya, menatap ke belakang dimana Raline tengah memegang semua belanjaannya yang berisi roti dan kue yang tadi dibelinya.
"Memang enak aku kerjai," Kaylin kembali berjalan, namun langkahnya terhenti saat netra nya menatap sosok kecil yang tengah berlari kearahnya.
"Mama..."
"Rex!" Kaylin tak menyangka keponakan yang sangat ia rindukan ada di depan matanya, bahkan kini tengah memeluk kakinya dengan erat. "Rex..." Kaylin menunduk mensejajarkan tubuhnya agar bisa memeluk keponakannya itu.
Kaylin terus memeluk tubuh mungil itu dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya. "Mama juga rindu Rex," ucapnya dengan terisak.
"Kay..."
Kaylin mengalihkan tatapan matanya pada sosok wanita yang tengah berdiri dihadapannya, sosok wanita yang berstatus sebagai kakak iparnya.
"Kak.." lirih Kaylin tanpa melepaskan pelukannya pada Rex.
"Mama kenapa menangis?" Rex mengusap air mata dari kedua pipi mama kesayangannya. "Mama kemana saja? Kenapa tidak pulang-pulang?" Rex terus bertanya meskipun bingung kenapa mama nya terus menangis.
Kaylin sendiri hanya diam sembari menangis tanpa menjawab pertanyaan keponakannya.
"Kak ayo!" Raline yang sudah tidak sabar bertemu Alex, menatap jengah pada Kaylin yang sedang menangis sembari memeluk anak kecil dengan seorang wanita cantik diantara mereka. Ia tidak tahu siapa anak kecil itu, dan ia pun tidak mau tahu siapa mereka tapi yang jelas Raline tidak suka dengan tatapan wanita cantik itu yang terlihat menelisiknya dengan tajam
Kaylin melepaskan pelukan Rex, menatap Raline dan Cleopatra bergantian.
"Raline kenalkan ini kakak iparku Cleopatra dan keponakan ku Rex."
Raline berusaha tersenyum ramah saat tahu ke-dua orang tersebut kerabat Kaylin.
"Kak dia Raline adik ipar ku." Kaylin memperkenalkan Raline pada Cleopatra.
Cleopatra sendiri hanya tersenyum menatap wanita cantik yang dikenalkan Kaylin sebagai adik ipar nya. Ia terus menelisik wanita itu tanpa peduli orang tersebut merasa tidak nyaman dengan tatapannya.