
Pesan yang diucapkan Cleopatra itulah yang membuat Kaylin memutuskan untuk kembali berjuang mendapatkan cinta Alex. Dan besok adalah perjuangan pertamanya dengan dibantu oleh Edgar tentunya.
*
*
Keesokan harinya.
"Kak tunggu aku ikut!" Raline berlari mengejar Alex yang hendak masuk ke dalam mobil, melewati Kaylin begitu saja karena masih kesal dengan kejadian kemarin ditambah dengan kejadian tadi malam dimana Alex menghabiskan waktunya di dalam kamar, membuat usahanya menunggu pria itu di ruang kerja menjadi sia-sia.
"Ikut kemana?" tanya Alex yang tidak jadi masuk ke dalam mobil.
"Tentu saja ke kantor mu, karena mulai hari ini aku akan belajar mengurus bisnis keluarga Moses seperti yang diperintahkan Kakek." Raline merangkul lengan Alex dengan manja.
Alex melepas rangkulan Raline sembari menatap Kaylin yang terlihat tidak keberatan dengan sikap manja adiknya, padahal sebelumnya Kaylin berkata cemburu dengan kedekatan dirinya bersama Raline.
Dan entah mengapa hari ini Kaylin terlihat sangat ceria tidak seperti biasanya, bahkan ia sampai mengurungkan niatnya bertanya tentang kedatangan Cleopatra ke mansion mereka, karena tidak ingin merusak keceriaan di wajah Kaylin yang sudah lama tidak dilihatnya.
"Apa kau mau ikut?" tanya Alex.
"Aku?" Kaylin menunjuk dirinya sendiri lalu tertawa. "Kalau aku ikut akan menganggu kalian. Eh.. maksudku menganggu pekerjaan kalian."
Alex semakin dibuat bingung dengan perubahan sikap Kaylin, bahkan wanita itu tadi tertawa. Suara tawa yang terdengar indah di telinganya. Alex yang hendak memastikan apa benar Kaylin tidak mau ikut ke kantor bersama mereka, tidak jadi melakukannya saat netra nya menatap sebuah mobil mewah yang memasuki halaman mansion.
"Siapa yang berkunjung sepagi ini? Apa Cleopatra?" gumamnya dalam hati. Namun tebakannya itu salah karena yang keluar dari mobil mewah itu ternyata seorang pria.
"Kaylin Meyer...." Edgar membuka kaca mata hitam yang dikenakannya, tersenyum sembari merentangkan kedua tangan.
"Kak Edgar..." Kaylin yang berpura-pura terkejut dengan kedatangan Edgar, berlari menghambur ke dalam pelukan sepupunya itu, sepupu yang sudah lama tidak ia temui yang kini terlihat sangat tampan dan gagah.
Ehem.
Alex menarik pelan Kaylin dari pria asing tersebut. "Siapa Anda?" tanyanya dengan tatapan yang tajam.
"Aku —"
"Dia sepupuku Edgar," Kaylin yang menjawab dengan tersenyum.
"Aku bertanya padanya, bukan kau." Kini tatapan tajam itu beralih pada wanitanya.
"Perkenalkan aku Edgar, sepupu wanita cantik yang ada di sebelah Anda." Ucap Edgar sembari mengerlingkan mata pada Kaylin.
"Sepupu? Kenapa aku tidak pernah melihatnya?" Alexander menatap tidak suka saat melihat pria asing itu menggoda Kaylin.
"Kau bisa saja kak, aku jadi malu." Kaylin tersipu malu. Dan memang itu yang tengah ia rasakan karena sudah lama tidak mendapat pujian dari sepupunya.
Ehem.
Untuk kedua kalinya Alex berdeham keras.
"Oh iya aku lupa, Edgar kenalkan ini Alexander dan adiknya Raline," ucap Kaylin masih dengan tersenyum.
Edgar mengulurkan tangannya, menatap sosok pria dihadapannya dengan tajam saat mengingat bagaimana kemarin Kaylin bercerita sambil menangis.
"Alexander Moses, suaminya." Alex menekankan kata suami sembari menjabat tangan pria asing tersebut juga dengan tatapan yang tajam.
Keduanya kini saling menatap dengan tajam, membuat suasana di pagi hari yang cerah itu berubah mencekam dengan aura dingin yang begitu terasa di sekitarnya.