
Sah...
Teriak Boby dan Cleopatra dengan penuh semangat, setelah Alex dan Kaylin dinyatakan sebagai pasangan suami istri.
Acara pernikahan yang diatur kembali secara dadakan, yang hanya dihadiri beberapa orang sebagai saksi, telah berjalan dengan lancar. Semua orang yang berada di dalam ballroom hotel itu tersenyum bahagia, terkecuali Kenan Meyer yang sejak tadi hanya diam dengan raut datarnya.
"Selamat ya sayang," Cleopatra memeluk Kaylin yang terlihat cantik, meskipun make up yang dikenakan wanita itu sudah tidak sesempurna seperti diawal.
"Terima kasih kak."
Kaylin masih tak percaya dengan statusnya kini yang sudah berubah menjadi seorang Nyonya Alexander, menjadi istri dari pria yang sangat ia cintai. Ia pun masih tak menyangka, Alex bisa menyiapkan pernikahan mereka dengan begitu cepat, terlebih saat melihat cincin yang kini tersemat di jari manisnya. Entah dimana pria itu membeli cincin tersebut, tapi yang jelas ia sangat menyukainya.
"Setelah ini kau harus siapkan pesta pernikahan yang mewah untuk Kaylin!" Cleopatra menepuk bahu Alex.
"Tidak perlu ada pesta pernikahan!"
"Kenapa sayang? Atau jangan-jangan kau ingin kita mengunakan yang sudah ada saja? Lalu mengundang kembali para tamu untuk hadir."
"Cleopatra Meyer!" sentak Kenan setelah cukup lama memendam amarahnya, dengan membiarkan istrinya itu bertindak sesuka hati.
Mendapatkan bentakan dari suaminya Cleo pun terdiam, Kaylin dan semua orang yang ada di dalam ballroom pun diam tanpa ada yang berani bersuara.
"Mulai hari ini, kau bukan lagi tanggung jawab ku Kaylin!"
"Kak..."
"Aku bukan kakakmu, karena mulai saat ini kau bukan bagian dari Meyer. Dan semua kemewahan yang kau punya sudah bukan milikmu lagi!"
"Kak Kenan..." Kaylin tak dapat menahan laju air matanya yang mengalir begitu saja saat kakaknya dengan tega memutus tali persaudaraan mereka. Sungguh ia tidak menyangka Kenan yang sejak tadi diam, dan mengikuti acara pernikahannya ternyata menyimpan sebuah kemarahan yang begitu hebatnya.
"Ayo sayang kita pulang!" potong Kenan tanpa mempedulikan ucapan Kaylin.
"Tentu saja."
"Tapi Ken, dia Adikmu satu-satunya."
Kenan hanya diam tanpa ada keinginan untuk melanjutkan perbincangan mereka, cukup hanya ia yang tahu mengapa harus melakukan hal kejam tersebut terhadap adik kesayangannya.
*
*
Sementara itu di dalam ballroom, Alex menghela napasnya dengan kasar, saat Kaylin terus menangis tanpa henti padahal ia sudah mengatakan untuk berhenti menangis.
"Mau sampai kapan kau menangis? Lihat sekelilingmu!"
Kaylin yang sejak tadi menangis, baru tersadar saat ini hanya ada dirinya, Alex, dan Boby di dalam ruangan tersebut.
"Ayo kita pulang!" Alex berjalan lebih dulu, namun langkah kakinya terhenti saat melihat kebelakang, dimana Kaylin masih diam berdiri di tempatnya.
"Tuan bujuk lah Nona secara baik-baik," bisik Boby dengan memberanikan diri.
Alex berdecak dengan kesal, berjalan kembali menghampiri Kaylin lalu menarik tangan wanita itu untuk mengikuti langkahnya.
"Tadi aku mengatakan secara baik-baik, bukan memaksa," gerutu Boby namun hanya dalam hati. Ia tidak berani untuk berkomentar lagi, karena saat ini tuan Alex sudah menjadi atasannya, setelah ia memutuskan keluar dari tim delta dengan menerima tawaran pria itu menjadi asisten pribadi.
"Alexander lepaskan!" Kaylin memberontak, namun bukannya terbebas ia justru berada di dalam dekapan pria itu yang tiba-tiba menggendongnya.
"Jangan membuatku kesal Nyonya Moses, dan bersiaplah untuk malam ini!" bisik Alex.
"Moses?" Kaylin menatap dengan bingung pada pria tampan yang kini menjadi suaminya. Namun kebingungan itu berubah menjadi gugup, karena kata-kata terakhir Alexander. "Oh ya ampun, memang apa yang akan dilakukan malam ini?" Kaylin menelan salivanya dengan susah payah, saat membayangkan yang tidak-tidak.