
"Kau tanya pada Kenan, apa boleh kakek Moses datang kemari karena mansion ini bukan milikku." Jangankan meminta kakeknya diijinkan masuk, ia sendiri saja belum sepenuhnya diterima di mansion ini oleh Kenan.
"Baiklah aku akan meminta pada kakak agar Kakek diijinkan masuk."
Alex tersenyum sembari mengusap rambut Kaylin. "Istirahatlah aku kerja dulu." ia kembali ke meja yang dijadikan tempat bekerjanya setelah mencium bibir Kaylin.
Malam harinya saat makan malam, lagi-lagi Kenan dan Alex terlibat perdebatan kecil. Kali ini karena makanan yang akan dimakan Kaylin menjadi rebutan dua pria dingin itu.
"Lebih baik makan masakan yang dibuat koki kita untuk kesehatanmu. Karena kita tidak tahu makanan yang dibawanya terjamin kebersihannya tidak?" Kenan menaruh piring berisi lauk tepat di depan Kaylin. Ia bertekad tidak mau kalah dari Alexander seperti tadi pagi.
"Makanan yang aku beli khusus di olah oleh koki handal, jadi kebersihannya sudah pasti terjamin." Alex pun tak mau kalah ikut menaruh makanan yang dibawa Boby pada istrinya.
"Tidak, yang ini saja Kay makanan favorit mu." Kenan menarik wadah makanan yang berisi bebek panggang kehadapan Adiknya.
"Ini juga makanan favoritmu." Alex pun ikut menaruh piring berisi makanan di depan Kaylin.
Baik Kenan maupun Alex tak ada yang mau mengalah, ke-duanya terus menaruh semua makan berisi lauk pauk itu di depan Kaylin hingga piring satu dan lainnya menumpuk.
Ehem.
Cleopatra berdeham dengan keras, hingga membuat Kenan, Alex, dan Kaylin menatapnya.
"Lalu kami harus makan apa?" Tanya Cleopatra saat melihat semua lauk yang ada di atas meja kini sudah berpindah tempat di depan adik iparnya.
"Tentu saja makan dengan..." Kenan terdiam karena baru sadar saat melihat yang ada di depan Cleopatra dan Rex hanyalah nasi putih.
"Sayang aku..."
"Kenan Meyer...!" teriak Cleo dengan kesal.
Kenan yang tahu istrinya sangat marah, memilih beranjak dari ruang makan dari pada telinganya panas mendengar ceramah Cleopatra yang pastinya panjang kali lebar.
Kaylin hanya tertawa lalu meminta pelayan untuk mengatur kembali makanan yang menumpuk di depannya.
"Kay makanlah duluan, aku harus mengangkat telepon." Alex beranjak dari ruang makan setelah mendapat anggukan kepala dari istrinya.
Kini di ruang makan tersebut hanya ada Cleopatra dan Kaylin, karena tadi Rex menyusul Kenan bersama pengasuhnya.
"Kay kau sudah memberitahu Alex yang sebenarnya?" tanya Cleopatra.
Kaylin menggelengkan kepalanya. "Aku takut kak, takut Alex marah karena aku menyembunyikan kehamilanku."
"Kay.. Kay.. Alex itu sudah tahu." Ucap Cleopatra namun hanya dalam hati. "Lebih baik kau beritahu Alex, karena cepat atau lambat dia pasti tahu kebohonganmu. Apalagi setiap hari kalian bersama, dan perutmu itu semakin hari pasti semakin besar."
Apa yang diucapkan Cleopatra memang benar, perutnya saat ini mungkin masih bisa ditutupi oleh selimut atau pakaian longgar nya. Namun semakin hari pasti perutnya semakin besar.
"Tapi aku takut kak."
"Kau tidak perlu takut, justru Alex akan bahagia setelah tahu kau sebenarnya tidak keguguran." Bagaimana tidak bahagia, bahkan pria yang dijuluki berwajah datar itu sampai memohon untuk tinggal di mansion Meyer setelah tahu Kaylin tidak keguguran.
"Tapi kak..."
"Percayalah padaku." Cleopatra mencoba menyakinkan.
"Baiklah malam ini aku akan memberitahu Alex yang sebenarnya."
"Nah ini baru Kaylin Meyer, eh Moses."
Cleopatra dan Kaylin pun tertawa, menikmati makan malam mereka hanya berdua di ruangan tersebut. Karena Alex yang sedang mengangkat ponselnya entah dari siapa, dan Kenan yang bersembunyi dari kemarahan Cleopatra.